📑 Daftar Isi

Volvo Hentikan Teknologi LiDAR, Beri Kompensasi ke Pemilik EX90 dan ES90

Volvo Hentikan Teknologi LiDAR, Beri Kompensasi ke Pemilik EX90 dan ES90

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Volvo secara resmi menghentikan kemitraannya dengan Luminar, pemasok sensor LiDAR untuk SUV listrik EX90 dan sedan ES90. Keputusan ini memaksa pabrikan asal Swedia tersebut menyiapkan paket kompensasi bagi para pemilik mobil yang telah membeli varian dengan perangkat laser tersebut.

Penghentian kerja sama ini terjadi setelah Luminar mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada akhir tahun lalu. Aset perusahaan pemasok tersebut telah dijual, sementara fitur perangkat lunak yang dirancang untuk memanfaatkan sensor di atap mobil dipastikan tidak akan pernah berfungsi. Pemilik EX90 yang membeli mobil dengan harapan mendapatkan teknologi keselamatan masa depan kini harus menerima kenyataan bahwa perangkat keras tersebut menjadi tidak berguna.

Volvo merespons situasi ini dengan menyiapkan strategi kompensasi yang bervariasi di setiap pasar. Di Norwegia, distributor lokal memberikan kompensasi langsung sebesar NOK 18.000 atau sekitar €1.600. Sementara itu, pembeli di Belanda menerima €1.500, dan pemilik mobil di Kanada mendapat tawaran sekitar €1.210.

Untuk pasar Amerika Serikat, Volvo Cars USA menawarkan tiga pilihan paket kompensasi senilai sekitar €1.300. Pemilik mobil dapat memilih langganan SiriusXM multi-tahun yang dibundel dengan kredit pengisian daya senilai €482, paket perlindungan ban dan velg, atau paket perawatan prabayar. Ironisnya, pembeli yang sebelumnya berharap mendapatkan kemampuan pemetaan jalan presisi tinggi justru menerima radio satelit dan layanan perawatan gratis.

Kegagalan Integrasi Sensor LiDAR

Kegagalan teknologi LiDAR ini berakar pada masalah integrasi sistem. Sensor Iris generasi awal menghasilkan aliran data yang sangat besar dan membanjiri komputer pusat kendaraan. Meskipun Volvo telah meningkatkan perangkat keras pemrosesan, integrasi perangkat lunak tetap menjadi tantangan yang sulit dipecahkan. Ketika masalah keuangan Luminar semakin berat, Volvo terpaksa merakit kendaraan tanpa sensor atap. Sejak model tahun 2026, opsi LiDAR hilang sepenuhnya dari konfigurator, menjadikan para pembeli awal sebagai satu-satunya pemilik mobil dengan housing laser fisik.

Meskipun kehilangan teknologi LiDAR, EX90 tetap dibekali sensor yang mumpuni. SUV listrik ini memiliki lima radar, delapan kamera eksterior, dua kamera interior, dan enam belas sensor ultrasonik. Perangkat tersebut memberikan bantuan mengemudi yang memadai meskipun tanpa visi laser jarak jauh yang dijanjikan sebelumnya. Polestar, saudara sekelas Volvo, juga menghapus opsi LiDAR dari konfigurator Polestar 3 karena berbagi arsitektur SPA2 yang sama, namun belum mengumumkan paket kompensasi resmi.

Keputusan ini hadir di tengah upaya Volvo menstabilkan bisnisnya. Perusahaan melaporkan pendapatan kuartal kedua sebesar SEK 77,7 miliar atau sekitar €7 miliar, dengan penghematan terarah senilai SEK 5 miliar atau €440 juta yang tercapai enam bulan lebih cepat dari jadwal. Pengiriman kendaraan listrik baterai global naik 14 persen selama kuartal tersebut, dengan pertumbuhan konsisten di kisaran 13 hingga 15 persen dalam beberapa bulan terakhir. Model elektrifikasi kini mencakup 52 persen dari total volume penjualan Volvo.

Volvo juga memulai pengiriman EX60 yang lebih kecil di Eropa bulan ini. Strategi produk berikutnya akan diumumkan pada 17 September untuk menjabarkan rencana dekade berikutnya. Mengenai LiDAR, Volvo menunda integrasi teknologi tersebut paling cepat hingga 2029.

Kompensasi yang diberikan Volvo menunjukkan pengakuan atas kegagalan teknologi yang mereka jual. Langkah ini juga menjadi pelajaran bagi industri otomotif tentang risiko ketergantungan pada pemasok teknologi tunggal. Konsumen yang membeli kendaraan dengan fitur mutakhir harus selalu mempertimbangkan keberlanjutan dukungan teknologi dari pabrikan.

Perbandingan dengan kompetitor menunjukkan posisi EX90 yang tetap kompetitif meskipun tanpa LiDAR. SUV ini membentang 5.037 mm dengan bobot 2.818 kg. Kia EV9 memiliki panjang serupa di 5.014 mm namun lebih ringan di 2.654 kg untuk varian motor ganda tertinggi. Audi Q8 e-tron terasa lebih ringkas dengan panjang 4.915 mm dan bobot 2.585 kg.

Keputusan Volvo untuk menghentikan LiDAR dan memberikan kompensasi menjadi sorotan utama di industri otomotif. Langkah ini menunjukkan komitmen pabrikan terhadap kepuasan pelanggan, sekaligus menjadi pengingat bahwa teknologi canggih tidak selalu berjalan sesuai rencana. Para pemilik EX90 dan ES90 kini dapat memanfaatkan paket kompensasi yang ditawarkan sesuai dengan pasar masing-masing.

Perkembangan teknologi otonom memang terus berjalan, namun kasus Volvo ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi baru membutuhkan kesiapan ekosistem yang matang. Sementara itu, pemilik mobil yang terdampak tetap bisa menggunakan fitur keselamatan standar yang sudah tertanam di kendaraan mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.