📑 Daftar Isi

Ilustrasi pabrik baterai LFP Volkswagen dan Gotion di Eropa

Volkswagen Gandeng Gotion Bangun Pabrik Baterai LFP di Eropa

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Volkswagen perluas kemitraan dengan Gotion lewat tiga joint venture baterai LFP di Eropa
  • Gotion bayar US$1,25 miliar untuk 49% saham pabrik PowerCo Valencia, Spanyol
  • VW belanja sekitar US$535 juta untuk 49% pabrik Gotion Slovakia dan fasilitas Maroko
  • Pabrik Valencia berkapasitas 29,1 GWh, Slovakia 8,4 GWh untuk kendaraan dan penyimpanan
  • Pangsa LFP Eropa diproyeksi naik dari 10% jadi 40-60% pada 2030

Telset.id – Volkswagen Group resmi memperluas kemitraan dengan produsen baterai asal China, Gotion, melalui pembentukan tiga joint venture untuk membangun basis manufaktur baterai lithium iron phosphate (LFP) di Eropa. Kesepakatan yang diumumkan pada Senin ini menjadi langkah strategis Volkswagen di tengah restrukturisasi besar-besaran yang sedang berjalan.

Langkah ini menjawab salah satu persoalan mendasar industri otomotif Eropa: benua tersebut saat ini tidak memiliki kapasitas produksi baterai LFP yang signifikan. Volkswagen menyebut LFP sebagai “teknologi kunci untuk mobilitas listrik yang terjangkau di segmen volume” dan memproyeksikan pangsa LFP di Eropa bisa naik dari 10 persen saat ini menjadi 40 hingga 60 persen pada 2030.

Ambisi listrik Volkswagen berpusat pada sel prismatik “unified” yang dikembangkan oleh anak perusahaan baterainya, PowerCo. Sel ini dirancang untuk menampung berbagai jenis kimia baterai, termasuk potensi solid-state, dan akan digunakan di seluruh merek grup, mulai dari Volkswagen hingga Porsche.

Baterai LFP dikenal murah dan tangguh, serta telah mencatat kemajuan dalam hal kepadatan energi yang selama ini menjadi titik lemahnya. Teknologi ini semakin umum digunakan pada kendaraan listrik di seluruh dunia, terutama di China yang memegang kendali ketat atas rantai pasok LFP.

Struktur Investasi Tiga Joint Venture

Dalam perjanjian ini, Gotion akan membayar 1,25 miliar dolar AS untuk mengambil 49 persen saham di pabrik PowerCo di Valencia, Spanyol. Pabrik tersebut akan dikelola bersama oleh PowerCo dan Gotion, dan menurut Volkswagen akan menjadi “hub produksi Eropa” untuk sel unified LFP. Kapasitas pabrik ini mencapai 29,1 gigawatt-jam berdasarkan dokumen finansial.

Sementara itu, Volkswagen akan membelanjakan sekitar 535 juta dolar AS hingga 2030 untuk mengambil 49 persen saham di pabrik Gotion di Slovakia dan mendirikan fasilitas baru di Maroko. Pabrik Slovakia berkapasitas 8,4 GWh akan memproduksi sel LFP untuk kendaraan dan aplikasi penyimpanan stasioner, sedangkan fasilitas di Maroko direncanakan memproduksi material katoda untuk baterai LFP.

Langkah Volkswagen ini bukan tanpa tekanan. Perusahaan sedang menjalani restrukturisasi menyeluruh dengan memangkas puluhan ribu lapangan kerja, mengurangi jejak manufakturnya, dan menghapus puluhan model dari lini produknya. Namun, perusahaan tetap mempertahankan ambisi listriknya yang substansial.

Peta Produksi LFP Global

Upaya membangun produksi baterai LFP di luar China memang tengah mengambil bentuk di berbagai belahan dunia. Ford telah melisensikan teknologi dari raksasa baterai China CATL untuk memproduksi selnya sendiri di Michigan. Sel tersebut akan digunakan pada pikap Fathom yang dibangun di atas Universal EV Platform terbaru.

Pabrik Gotion di Illinois akan memasok sel LFP untuk pikap Slate. Tesla dan LG keduanya mulai memproduksi sel LFP di Amerika Serikat tahun ini untuk sistem penyimpanan energi stasioner. Volkswagen juga tidak sendirian di Eropa, karena Stellantis dan CATL sedang membangun pabrik LFP berkapasitas 50 GWh di Zaragoza, Spanyol, yang dijadwalkan mulai memproduksi sel tahun depan.

Bagi konsumen Eropa, kesepakatan ini berpotensi mempercepat kehadiran mobil listrik terjangkau. Teknologi LFP yang lebih murah memungkinkan produsen menekan harga jual kendaraan di segmen volume, segmen yang selama ini menjadi fokus janji Volkswagen selama bertahun-tahun. Langkah ini juga memperkuat posisi Eropa dalam rantai pasok baterai yang selama ini dikuasai China.

Namun, keberhasilan rencana ini tetap bergantung pada eksekusi di lapangan. Volkswagen harus menyeimbangkan investasi baterai yang besar dengan program efisiensi yang sedang berjalan. Sejumlah model listrik seperti ID. Cross dan ID. Unyx 09 menjadi bagian dari lini produk yang akan memanfaatkan sel unified ini di masa depan.

Kemitraan dengan Gotion sekaligus menunjukkan bahwa produsen otomotif Eropa masih bergantung pada keahlian China untuk mempercepat transisi listrik mereka. Dengan kapasitas LFP Eropa yang nyaris nol saat ini, tiga joint venture ini menjadi taruhan besar Volkswagen untuk menguasai segmen volume yang sensitif harga.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.