šŸ“‘ Daftar Isi

BYD Tang melaju di genangan banjir dalam kota Shenyang China pada Juli 2026

Viral BYD Tang di Banjir: Bukan Motor Copot, Hanya Pelindung Bawah

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Video viral BYD Tang di Shenyang, China pada 13 Juli 2026 memicu rumor motor listrik copot saat banjir
  • Komponen yang terlepas adalah pelindung skid plate bawah, bukan motor listrik
  • Motor listrik tidak mungkin copot saat berjalan karena akan menyebabkan korsleting dan penguncian roda
  • BYD Executive VP He Zhiqi telah memperingatkan batas ketahanan air baterai Blade pada 8 Juli 2026
  • Baterai Blade memiliki sertifikasi IP67/IP68, tapi itu batas teknik, bukan panduan operasional
  • Penjualan BYD Juni 2026 mencapai 177.442 unit, naik 7,6% month-on-month
  • Tekanan hidrodinamik tinggi dari menerobos air dalam dapat merobek panel pelindung bawah bodi
  • Pengemudi wajib mencari jalur alternatif jika air melebihi setengah ban

Telset.id – Sebuah video viral dari Shenyang, China, pada 13 Juli 2026 memperlihatkan sebuah BYD Tang yang melaju di genangan banjir dalam kota, memicu spekulasi publik bahwa motor listrik kendaraan tersebut copot dan jatuh ke air. Rekaman yang beredar luas di media sosial Douyin itu langsung menjadi perdebatan sengit, dengan warganet menciptakan julukan satir untuk mengejek pabrikan mobil asal China tersebut.

Meskipun terlihat ada komponen yang terlepas dari bagian bawah mobil, investigasi lebih lanjut mengonfirmasi bahwa klaim motor listrik copot adalah kesalahpahaman. Kendaraan tersebut tetap melaju mulus setelah insiden, dan lampu belakangnya masih berfungsi normal, menandakan bahwa sistem kelistrikan internal sama sekali tidak terganggu.

Faktanya, komponen yang terlepas adalah pelindung skid plate bagian bawah, bukan motor listrik. Fenomena terlepasnya pelindung plastik atau komposit besar ini merupakan konsekuensi mekanis yang umum terjadi akibat tekanan hidrodinamik tinggi saat kendaraan memaksa masuk melewati air dalam.

Realitas Teknik: Mengapa Motor Listrik Tidak Mungkin Copot

Dari perspektif teknik otomotif, memisahkan motor listrik dari kendaraan saat sedang berjalan adalah hal yang mustahil tanpa menyebabkan korsleting listrik seketika. Kabel daya tegangan tinggi berwarna oranye dan saluran pendingin menghubungkan sistem penggerak langsung ke sasis. Jika motor benar-benar jatuh, kabel-kabel ini akan langsung robek, mengaktifkan mekanisme keselamatan isolasi dan menyebabkan pemadaman listrik total.

Selain itu, sistem penggerak mentransfer energi ke roda melalui poros setengah logam. Jika rumah motor jatuh, poros yang berputar akan bengkok atau putus, mengunci roda dan menghentikan kendaraan. Sebaliknya, video menunjukkan BYD Tang meluncur mulus melewati air, membuktikan bahwa unit propulsi tetap aman terpasang di ruang mesin.

Baca Juga:

Peringatan Eksekutif BYD soal Batas Ketahanan Air

Insiden ini terjadi lima hari setelah Wakil Presiden Eksekutif BYD, He Zhiqi, menerbitkan pengarahan keselamatan pada 8 Juli 2026. Ia menegaskan batas antara ketahanan hardware dan kebiasaan berkendara berisiko. Baterai Blade milik BYD memang memiliki sertifikasi IP67 dan IP68 yang memungkinkan perendaman pada kedalaman 1 meter selama 24 jam tanpa kebocoran. Namun, spesifikasi ini adalah batas keselamatan teknik, bukan panduan operasional.

Pengemudi sering kali melebih-lebihkan peringkat ini, memperlakukan mobil keluarga seperti kendaraan amfibi. Pola pikir ini terlihat dalam insiden sebelumnya, termasuk kasus BYD Yangwang U8 yang menerjang banjir dalam saat Topan Super Ragasa. Arahan resmi BYD menyatakan bahwa jika ketinggian air menutupi lebih dari setengah ban, pengemudi wajib mencari jalur alternatif.

Trajektori Pasar BYD di Tengah Kontroversi

Insiden ini terjadi di tengah siklus permintaan yang berubah bagi perusahaan. Pada Juni 2026, penjualan domestik BYD mencapai 177.442 unit, naik 7,6% bulan ke bulan, meskipun penjualan tahunan terkontraksi 44,4% menurut China EV DataTracker. Pangsa pasar domestik BYD tetap berada di angka 11,0% untuk bulan tersebut, menunjukkan momentum yang stabil meskipun kondisi industri berubah.

Untuk membantu krisis cuaca ekstrem, konvoi dukungan darurat khusus BYD telah memasuki zona banjir untuk memberikan bantuan bencana awal bulan ini. Seiring kendaraan listrik menguasai sebagian besar ekosistem otomotif lokal, pengawasan publik terhadap ketahanan bagian bawah kendaraan dalam kondisi cuaca ekstrem kemungkinan akan semakin intensif.

Tekanan hidrodinamik tinggi dari menerobos air dalam dapat dengan mudah merobek panel pelindung bawah bodi yang ekspos. Ini adalah risiko nyata yang harus dipahami oleh pemilik kendaraan listrik, terutama di daerah rawan banjir. China Berhasil Uji Coba menunjukkan bahwa inovasi teknologi terus berlangsung, namun pemahaman pengguna terhadap batasan teknis kendaraan tetap menjadi faktor kunci dalam keselamatan berkendara.

Ke depan, edukasi publik mengenai batas kemampuan kendaraan listrik di medan ekstrem menjadi semakin penting. Perusahaan seperti BYD perlu terus mengomunikasikan batasan teknis ini secara jelas, sementara pengemudi harus lebih bijak dalam menilai risiko saat menghadapi kondisi banjir. Rapidus Tantang TSMC menunjukkan bahwa persaingan teknologi semakin ketat, namun keselamatan pengguna tetap harus menjadi prioritas utama.

Insiden di Shenyang ini menjadi pengingat bahwa di era kendaraan listrik, pemahaman teknis yang benar sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman yang bisa merugikan reputasi merek dan kepercayaan konsumen. Tekanan hidrodinamik tinggi dari menerobos air dalam merupakan faktor utama yang menyebabkan terlepasnya panel pelindung, bukan kegagalan sistem penggerak listrik.

Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik di jalan raya, terutama di negara-negara dengan iklim tropis dan rawan banjir seperti Indonesia, pemahaman tentang batas kemampuan kendaraan ini menjadi krusial. Produsen mobil, regulator, dan komunitas otomotif perlu bekerja sama untuk menyebarkan informasi yang akurat tentang keselamatan berkendara dalam kondisi ekstrem.

Kesimpulannya, insiden BYD Tang di Shenyang bukanlah kegagalan motor listrik seperti yang dirumorkan, melainkan contoh klasik dari tekanan hidrodinamik yang menyebabkan kerusakan pada komponen pelindung bawah bodi. Kendaraan tetap berfungsi normal, dan sistem kelistrikan tidak terganggu. Ini adalah pelajaran berharga tentang pentingnya verifikasi fakta sebelum menyebarkan informasi yang berpotensi merugikan.

Pemilik kendaraan listrik disarankan untuk selalu mengikuti panduan resmi pabrikan, terutama saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Jangan pernah memaksakan diri menerobos banjir dengan ketinggian air yang melebihi setengah ban, karena meskipun baterai tahan air, komponen lain seperti panel pelindung bawah bodi bisa rusak akibat tekanan air yang tinggi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi kendaraan listrik dan isu keselamatan terkait, pantau terus China Sukses Daratkan Roket sebagai contoh bagaimana inovasi teknologi terus berkembang di China. Dengan pemahaman yang tepat, pengguna kendaraan listrik dapat menikmati manfaat teknologi ini tanpa mengorbankan keselamatan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.