Telset.id – Chery tertangkap kamera sedang menguji coba unit Tiggo 8 Pro Max dan Lepas L6 yang dilengkapi sensor LiDAR di China untuk pasar global pada Juli 2026. Langkah ini menandai percepatan ambisi pabrikan asal China tersebut dalam menghadirkan teknologi self-driving ke luar pasar domestik setelah sebelumnya teknologi ini hanya tersedia secara eksklusif untuk konsumen di dalam negeri.
Berdasarkan bocoran foto yang beredar, kedua model SUV menengah ini mengusung unit LiDAR yang dipasang pada bagian atap. Penggunaan sensor canggih ini diduga kuat merupakan bagian dari sistem “Falcon 700”, sebuah teknologi asisten mengemudi kelas atas yang sebelumnya juga terlihat pada model eksklusif ekspor Jaecoo J5. Chery mengeklaim bahwa sistem Falcon 700 ini dikembangkan langsung dari program “robotaxi” milik mereka untuk memberikan kemampuan otonom yang lebih presisi.

Sistem Falcon 700 bukan sekadar sensor tunggal. Teknologi ini didukung oleh rangkaian sensor yang sangat masif berjumlah 27 unit. Komposisinya mencakup 11 kamera, 12 radar ultrasonik, 3 radar gelombang milimeter (mmWave), dan satu unit solid-state LiDAR yang bertengger di atas kaca depan. Dengan konfigurasi ini, kendaraan mampu menjalankan fungsi “Navigate-on-Autopilot” (NOA) secara end-to-end serta fitur parkir valet otomatis yang lebih reliabel dibandingkan sistem standar.
Penerapan teknologi ini pada model ekspor merupakan strategi krusial bagi Chery. Sebelumnya, model Tiggo 8 Plus di pasar domestik China bahkan tidak bisa dikonfigurasi dengan LiDAR dan hanya terbatas pada sistem “Falcon 500”. Kehadiran Falcon 700 di model global menunjukkan bahwa Chery mencoba memberikan nilai tambah yang lebih tinggi untuk bersaing di pasar internasional, terutama di tengah pengembangan Baterai Solid State yang juga menjadi fokus perusahaan.
Baca Juga:

Detail Tiggo 8 Pro Max dan Sub-brand Lepas
Tiggo 8 Pro Max yang terjepit kamera mata-mata ini tampil dalam balutan trim Plug-in Hybrid (PHEV) global. Identitas ini terlihat jelas dari desain lampu depan khusus ekspor dan keberadaan dua pintu pengisian bahan bakar/daya di kedua sisi bagian belakang. Meskipun secara eksterior tidak banyak berubah dan masih identik dengan model yang ada saat ini, penambahan solid-state LiDAR di bagian atas kaca depan menjadi pembeda paling mencolok yang mengindikasikan peningkatan otak komputerisasi kendaraan.
Di sisi lain, Lepas L6 juga muncul dengan teknologi serupa. Lepas sendiri merupakan salah satu sub-brand baru Chery yang khusus ditujukan untuk pasar ekspor, dengan nama yang diambil dari gabungan kata “leap” dan “passion”. Model L6 ini memiliki hubungan teknis yang erat dengan Jaecoo J7, sementara saudara domestiknya di China, Fulwin T7, sedang bersiap untuk meluncur dalam waktu dekat. Penggunaan Ganti Mobil Baru sebagai jaminan layanan purnajual diharapkan dapat memperkuat posisi sub-brand ini di mata konsumen global.

Berbeda dengan Tiggo, Lepas L6 terlihat menggunakan kamuflase yang cukup berat dalam foto-foto spy shot tersebut. Hal ini memberikan sinyal adanya perubahan gaya atau penyegaran desain pada lini produk L6. Meskipun belum dipastikan apakah seluruh model Lepas akan mendapatkan opsi Falcon 700, keberadaan unit LiDAR pada prototipe ini menegaskan bahwa Chery tidak main-main dengan aspek keselamatan dan kenyamanan berkendara otonom untuk pasar luar negeri.

Langkah agresif Chery di pasar global ini sejalan dengan kondisi internal mereka di China. Berdasarkan data dari China EV DataTracker, Chery mencatatkan pengiriman domestik sebanyak 37.686 unit pada Juni 2026. Angka ini menunjukkan tren penurunan penjualan tahun ke tahun (YoY) yang konsisten di pasar lokal. Untuk menyeimbangkan kondisi tersebut, Chery berupaya mendorong model New Energy Vehicle (NEV) dan memperkuat taji di pasar internasional dengan teknologi yang lebih mumpuni daripada model standar, termasuk penggunaan Mesin 2.0T pada beberapa lini produk lainnya.
Keputusan Chery untuk memboyong sistem Falcon 700 ke pasar global, yang bahkan melampaui spesifikasi Tiggo 8 Plus domestik, merupakan upaya nyata untuk memikat pembeli asing. Apakah integrasi sensor LiDAR dan kemampuan “self-driving” yang lebih baik ini cukup kuat untuk membalikkan keadaan dan menarik minat pasar global di tengah persaingan ketat, masih harus dibuktikan saat unit-unit ini resmi dipasarkan nanti.





Komentar
Belum ada komentar.