📑 Daftar Isi

Truk tambang sodium-ion Hina Battery dan Tonly Heavy Industry di Tambang Tangshan Sanyou

Truk Tambang Sodium-Ion Pertama di Dunia Resmi Dikirim di China

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Truk tambang sodium-ion pertama di dunia resmi dikirim pada 4 Agustus 2026 di Tambang Tangshan Sanyou, China
  • Hasil kolaborasi Hina Battery dan Tonly Heavy Industry berbasis platform TLE120
  • Sistem baterai "Haixing" berkapasitas 676 kWh dengan kepadatan energi 165 Wh/kg
  • Mendukung fast charging 0-100% dalam 20-25 menit dengan siklus hidup 8.000 kali
  • Unggul di suhu rendah, cocok untuk tambang terbuka di wilayah utara saat musim dingin
  • Menghilangkan emisi gas buang dan mengurangi polusi suara dibanding truk diesel
  • Model LFP TLE120 sebelumnya memiliki kapasitas 801 kWh, lebih besar dari versi sodium-ion
  • FAW Jiefang sebelumnya juga sukses uji truk berat dengan baterai sodium-ion Hina Battery

Telset.id – Dunia menyaksikan tonggak sejarah pada 4 Agustus 2026, ketika truk tambang listrik murni bertenaga baterai sodium-ion pertama di dunia secara resmi dikirim ke Tambang Tangshan Sanyou di China. Kendaraan ini merupakan hasil riset dan pengembangan bersama antara Hina Battery dan Tonly Heavy Industry, menandai langkah besar dalam elektrifikasi kendaraan berat di sektor pertambangan.

Pengiriman perdana ini menjadi sorotan utama industri karena menggunakan teknologi baterai yang selama ini lebih banyak dibicarakan untuk kendaraan penumpang. Truk tambang tersebut dibangun di atas platform TLE120 milik Tonly, yang kemudian dilengkapi dengan sistem baterai sodium-ion seri “Haixing” buatan Hina Battery.

Truk tambang sodium-ion Hina Battery dan Tonly di lokasi pengiriman
Kendaraan hasil kolaborasi Hina Battery dan Tonly Heavy Industry.

Spesifikasi Baterai Sodium-Ion 676 kWh

Sistem baterai yang diusung truk ini memiliki kapasitas total 676 kWh dengan kepadatan energi sel mencapai 165 Wh/kg. Spesifikasi ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan transportasi jarak pendek dengan beban berat di dalam area operasional tambang.

Menurut keterangan resmi Hina Battery, truk ini mendukung pengisian daya cepat yang mampu mengisi baterai dari 0% hingga 100% hanya dalam waktu 20 hingga 25 menit. Ketahanan baterai juga menjadi nilai jual utama, dengan siklus hidup lebih dari 8.000 kali dalam kondisi pengisian cepat yang sering dilakukan. Angka ini dinilai sejalan dengan umur pakai keseluruhan truk tambang itu sendiri.

Keunggulan lain dari baterai sodium-ion adalah kemampuannya beroperasi dengan baik pada rentang suhu yang luas. Dibandingkan baterai lithium-ion tradisional, sel sodium-ion menunjukkan penurunan kapasitas yang jauh lebih kecil di lingkungan bersuhu rendah. Hal ini membuat truk tambang ini sangat cocok untuk tambang terbuka di wilayah utara China saat musim dingin, sekaligus menjawab masalah umum “penurunan jarak tempuh” yang kerap dialami truk listrik bertenaga lithium.

Dibandingkan truk tambang diesel, versi listrik ini menghilangkan emisi gas buang dan mengurangi polusi suara secara signifikan. Setelah pengiriman resmi, truk ini akan langsung diterjunkan ke operasi penambangan nyata untuk mengumpulkan data dunia nyata dalam kondisi beban berat. Data tersebut nantinya akan digunakan untuk mengoptimalkan iterasi produk di masa mendatang.

Perbandingan dengan Platform TLE120 Lithium

Menariknya, Tonly Heavy Industries sebelumnya telah merilis model truk tambang TLE120 berbasis baterai lithium iron phosphate (LFP) pada tahun lalu. Berdasarkan informasi di situs resminya, kapasitas baterai model LFP tersebut adalah 801 kWh, sementara baterai sodium-ion yang baru diluncurkan ini hanya memiliki kapasitas 676 kWh.

Perbandingan truk tambang listrik Tonly dengan baterai lithium
Perbedaan kapasitas baterai antara model lithium dan sodium-ion.

Perbedaan kapasitas ini kemungkinan menjadi alasan mengapa adopsi massal baterai sodium-ion di kendaraan penumpang belum terjadi. Kepadatan energi baterai sodium-ion saat ini memang masih lebih rendah dibandingkan baterai LFP, sehingga untuk aplikasi yang membutuhkan jarak tempuh jauh, teknologi ini masih kurang kompetitif.

Kendati demikian, untuk konteks operasi tambang dengan rute pendek dan pengisian daya yang sering, karakteristik baterai sodium-ion justru menjadi keunggulan. Sebelumnya, FAW Jiefang, divisi truk berat dari FAW, juga telah mengumumkan pencapaian dalam pengembangan kendaraan komersial energi baru dengan berhasil menyelesaikan pengujian semua skenario pada truk berat bertenaga baterai sodium-ion Hina Battery.

Pengiriman truk tambang sodium-ion ini membuka babak baru dalam elektrifikasi alat berat di sektor pertambangan. Dengan kemampuan pengisian cepat dan ketahanan terhadap suhu rendah, teknologi ini menawarkan solusi praktis untuk operasi tambang di berbagai kondisi iklim. Namun, keterbatasan kepadatan energi masih menjadi pekerjaan rumah bagi pengembangan teknologi ini ke depan.

Adopsi teknologi sodium-ion di sektor pertambangan menunjukkan bahwa baterai jenis ini memiliki ceruk pasar yang jelas, terutama untuk aplikasi yang memprioritaskan ketahanan dan kecepatan pengisian dibandingkan jarak tempuh maksimal. Ke depannya, data operasional dari truk tambang ini akan menjadi acuan penting bagi pengembangan baterai sodium-ion di berbagai sektor kendaraan komersial lainnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.