Telset.id β Tiga perusahaan otomotif asal China berhasil menembus jajaran 10 besar produsen otomotif global berdasarkan pangsa pasar pada semester pertama (H1) 2026. Data ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association (CPCA), Cui Dongshu, yang mencatat peningkatan signifikan posisi pabrikan China dalam satu dekade terakhir.
Berdasarkan data yang dibagikan Cui Dongshu, ketiga perusahaan tersebut adalah BYD, Geely Holding Group, dan Chery. Keberhasilan ini menandai perubahan besar dalam peta persaingan industri otomotif global, di mana pabrikan China kini menjadi pemain utama yang diperhitungkan di pasar internasional.
Pencapaian ini tidak lepas dari agresivitas ekspansi dan inovasi yang dilakukan pabrikan China dalam mengembangkan kendaraan listrik. Berikut rincian lengkap posisi dan pangsa pasar masing-masing pabrikan China di kancah global.
BYD Posisi Keenam dengan Pangsa Pasar 4,8 Persen

BYD menempati peringkat keenam dalam daftar 10 besar produsen otomotif global dengan pangsa pasar 4,8 persen pada H1 2026. Angka ini melonjak tajam dibandingkan pencapaian pada 2016 yang hanya sebesar 0,6 persen. Namun, perlu dicatat bahwa pangsa pasar BYD pada 2025 tercatat lebih tinggi, yakni 5,4 persen.
Penurunan pangsa pasar ini disebut karena tahun 2026 menjadi periode yang menantang bagi BYD, terutama dengan menurunnya penjualan domestik. Menurut China EV DataTracker, BYD mengirimkan 795.169 unit kendaraan di China pada H1 2026, turun 45,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski mengalami penurunan penjualan domestik, posisi BYD di pasar global tetap kokoh. Penetrasi kendaraan listrik China yang mencapai 62,9 persen pangsa pasar pada Mei 2026 turut mendukung dominasi pabrikan asal Shenzhen ini di segmen kendaraan ramah lingkungan.
Geely dan Chery Mengikuti di Posisi Tujuh dan Sembilan

Geely Holding Group menempati peringkat ketujuh dengan pangsa pasar 4,6 persen pada H1 2026. Sebagai perbandingan, pabrikan ini hanya menguasai 1,5 persen pangsa pasar global pada 2016. Perlu diketahui bahwa hasil pasar Geely Holding Group mencakup statistik dari berbagai merek yang mereka kuasai, termasuk Volvo, Smart, Polestar, Lotus, Proton, dan merek lain di bawah kendali Geely.
Sementara itu, Chery menempati peringkat kesembilan dengan pangsa pasar global yang setara dengan Ford, yakni 4,1 persen. Sepuluh tahun lalu, Chery hanya memiliki pangsa pasar sebesar 0,8 persen. Chery sendiri dikenal sebagai eksportir mobil penumpang terkemuka asal China.
Keberhasilan ketiga pabrikan ini menunjukkan strategi ekspansi global yang agresif. Geely misalnya, telah melakukan ekspansi produk di pasar Eropa dengan meluncurkan hatchback listrik Geely E2 dengan harga mulai 22.490 dolar AS. Sementara itu, Smart yang berada di bawah naungan Geely juga aktif melakukan pemasaran inovatif di China untuk model #2 EV.
Baca Juga:
Posisi Pabrikan China Lainnya di Papan Atas
Selain tiga nama besar di atas, pabrikan China lainnya juga mencatatkan posisi yang cukup baik. SAIC menempati peringkat ke-11 dengan pangsa pasar 3,7 persen. Posisi ke-17 dan ke-18 masing-masing ditempati oleh Changan (1,9 persen) dan GWM (1,8 persen).
BAIC menempati posisi ke-21 dengan pangsa pasar 1,2 persen, sementara Dongfeng mengamankan posisi ke-23 dengan pangsa pasar 1,1 persen. Di luar 25 besar, terdapat pula Leapmotor (0,8 persen), GAC (0,8 persen), FAW (0,5 persen), Sinotruk (0,4 persen), Xiaomi (0,4 persen), dan Li Auto (0,4 persen).
Masuknya Xiaomi dan Li Auto ke daftar ini menarik untuk disimak. Xiaomi yang baru merambah industri otomotif berhasil mencatatkan pangsa pasar 0,4 persen, sementara Li Auto yang fokus pada kendaraan listrik premium juga menunjukkan performa impresif. Fenomena ini sejalan dengan tren adopsi kendaraan listrik yang semakin meluas di pasar global.
Menariknya, perkembangan pabrikan China ini terjadi di tengah transformasi digital yang juga melanda sektor lain. Adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang masif di berbagai industri, termasuk AI Drive-Thru, menunjukkan bahwa China dan pasar global tengah bergerak menuju era otomatisasi yang lebih luas.
Toyota Tetap Rajai Pasar Global
Di puncak klasemen, Toyota tetap menjadi produsen otomotif terbesar berdasarkan pangsa pasar pada H1 2026 dengan menguasai 11 persen pasar global. Volkswagen menyusul di posisi kedua dengan pangsa pasar 8,1 persen, dan Kia Hyundai melengkapi tiga besar dengan pangsa pasar 7,6 persen.
Posisi berikutnya ditempati Stellantis (6 persen) dan Renault Nissan (5,4 persen). General Motors berada di peringkat kedelapan dengan pangsa pasar 4,5 persen, diikuti Chery dan Ford yang sama-sama menguasai 4,1 persen pasar global.
Dominasi Toyota yang masih kuat menunjukkan bahwa pabrikan Jepang belum tergoyahkan di pasar global. Namun, jarak antara pemimpin pasar dengan pabrikan China semakin menipis dari tahun ke tahun, mengindikasikan persaingan yang semakin ketat di industri otomotif global.
Daftar 30 Besar Produsen Otomotif Global H1 2026
Berikut adalah daftar lengkap 30 besar produsen otomotif global berdasarkan pangsa pasar pada H1 2026:
- Toyota β 11 persen
- Volkswagen β 8,1 persen
- Kia Hyundai β 7,6 persen
- Stellantis β 6 persen
- Renault Nissan β 5,4 persen
- BYD β 4,8 persen
- Geely β 4,6 persen
- General Motors β 4,5 persen
- Chery β 4,1 persen
- Ford β 4,1 persen
- SAIC β 3,7 persen
- Suzuki β 3,7 persen
- Honda β 3,4 persen
- BMW β 2,4 persen
- Mercedes-Benz β 2,3 persen
- Tesla β 2,1 persen
- Changan β 1,9 persen
- GWM β 1,8 persen
- Tata β 1,6 persen
- Mazda β 1,3 persen
- BAIC β 1,2 persen
- Mahindra β 1,1 persen
- Dongfeng β 1,1 persen
- Subaru β 0,9 persen
- Leapmotor β 0,8 persen
- GAC β 0,8 persen
- FAW β 0,5 persen
- Sinotruk β 0,4 persen
- Xiaomi β 0,4 persen
- Li Auto β 0,4 persen
Data ini menunjukkan bahwa industri otomotif global tengah mengalami pergeseran besar. Pabrikan China yang sepuluh tahun lalu hanya memiliki pangsa pasar kecil kini mampu bersaing dengan pemain tradisional dari Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.
Ke depan, persaingan diprediksi akan semakin ketat seiring dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik di berbagai negara. Pabrikan China yang telah lebih dulu menguasai rantai pasokan baterai dan komponen kendaraan listrik memiliki modal kuat untuk terus mengerek pangsa pasar global mereka.





Komentar
Belum ada komentar.