📑 Daftar Isi

Rivian R2 di jalur perakitan pabrik Normal Illinois

Rivian Siapkan Shift Kedua untuk Produksi R2 demi Raih Profitabilitas

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Rivian menambah shift kedua di pabrik Normal, Illinois untuk produksi R2
  • Shift kedua akan beroperasi akhir kuartal ketiga, sebelum 30 September
  • R2 adalah model termurah Rivian dengan harga mulai $46.495
  • Lebih dari 200.000 reservasi dan 57.000 demo drive diterima Rivian
  • Varian Performance trim mulai dikirim 9 Juni dengan harga $59.485
  • CEO RJ Scaringe koordinasi dengan ratusan pemasok untuk kelancaran produksi

Telset.id – Rivian bersiap menambah shift kedua di jalur perakitan R2 di Normal, Illinois, Amerika Serikat. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pabrikan mobil listrik asal California tersebut serius mengejar profitabilitas melalui model andalannya, Rivian R2, yang merupakan kunci bagi kelangsungan bisnis startup yang masih merugi ini.

Kabar ini disampaikan langsung oleh RJ Scaringe, pendiri sekaligus CEO Rivian, dalam panggilan investor terbaru. Ia mengungkapkan bahwa perusahaan sedang berkoordinasi dengan ratusan pemasok untuk memastikan produksi mereka ikut ditingkatkan secara terorganisir. Tujuannya jelas, yaitu menjaga kelancaran produksi R2 yang baru saja memulai pengiriman perdana pada awal Juni lalu.

Langkah Strategis Menuju Profitabilitas

Penambahan shift kedua ini bukan sekadar perluasan operasional biasa. Bagi Rivian, ini adalah momen penting yang membawa mereka lebih dekat pada apa yang diidamkan semua startup sejak awal: profitabilitas. R2 adalah model terkecil dan paling terjangkau yang pernah dibuat Rivian, sehingga membuka pangsa pasar yang jauh lebih luas bagi merek yang berbasis di California ini.

Menurut jadwal yang dipaparkan, shift kedua akan mulai beroperasi di pabrik Illinois tersebut pada akhir kuartal ketiga, tepatnya sebelum 30 September. Setelah itu, kapasitas produksi diperkirakan akan semakin membesar lagi ketika pabrik kedua perusahaan di Georgia mulai beroperasi. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pekerja yang saat ini terlibat di lini perakitan R2 maupun berapa karyawan baru yang akan direkrut untuk shift tambahan ini, karena Rivian tidak lagi mengungkapkan jumlah pegawainya di Normal.

Langkah agresif ini sejalan dengan kinerja positif yang baru saja dicapai perusahaan. Sebelumnya, Rivian berhasil mencatatkan laba kotor rekor berkat penjualan software, dan R2 disebut-sebut menjadi motor pertumbuhan utama perusahaan. Strategi ini menunjukkan bahwa Rivian tidak hanya fokus pada volume penjualan, tetapi juga pada efisiensi biaya produksi yang lebih baik.

Baca Juga:

R2, Model Paling Penting bagi Rivian

Rivian R2 bukan sekadar produk baru. Model ini adalah jawaban atas kebutuhan pasar akan SUV listrik ukuran menengah yang siap untuk petualangan. Sejak pengiriman perdana dimulai pada 9 Juni, varian tertinggi Performance trim menjadi yang pertama sampai ke tangan pemesan, dengan harga mulai dari $59.485.

Varian ini menawarkan jarak tempuh estimasi EPA hingga 330 mil, penggerak semua roda dual-motor, tenaga 656 horsepower, dan port pengisian daya NACS ala Tesla. Namun, varian yang lebih terjangkau akan menyusul dalam beberapa bulan ke depan. Versi termurah, Standard Rear-Wheel Drive, dijadwalkan hadir pada musim panas 2027 dengan harga mulai dari $46.495 dan jarak tempuh diperkirakan lebih dari 275 mil.

Antusiasme pasar terhadap R2 sangat tinggi. Rivian dilaporkan telah menerima lebih dari 200.000 reservasi untuk R2, ditambah 57.000 permintaan demo drive. Angka ini membuktikan bahwa model ini berhasil menarik minat besar dari konsumen, dan tentu saja menjadi alasan kuat bagi Rivian untuk mempercepat laju produksinya.

Menariknya, Scaringe menyebut bahwa “sejumlah signifikan” pembeli R2 adalah mereka yang baru pertama kali memiliki mobil listrik. Hal ini terjadi karena konsumen yang menginginkan crossover seperti R2 sebelumnya tidak memiliki pilihan yang sesuai. “Pasar otomotif AS haus akan pilihan EV berkualitas tinggi, dan saya yakin R2 adalah opsi dengan harga menarik untuk petualangan sehari-hari yang akan beresonansi dengan banyak konsumen,” ujar Scaringe.

Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, R2 menjadi satu-satunya SUV listrik ukuran menengah di AS yang diklaim siap untuk petualangan. Hal ini membuka pangsa pasar yang besar bagi startup tersebut. Bahkan, dalam uji dinamis yang dilakukan, R2 mampu menjadi mesin drift yang handal hingga ban pecah, menunjukkan kemampuan handling yang mumpuni untuk ukuran SUV.

Keputusan untuk menambah shift kedua ini adalah langkah logis mengingat tingginya permintaan. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, Rivian berharap dapat memangkas waktu tunggu konsumen dan sekaligus meningkatkan skala ekonomi. Ini adalah kunci untuk menekan biaya produksi per unit dan pada akhirnya mencapai profitabilitas yang selama ini dinanti.

Selain fokus pada R2, Rivian juga terus mengembangkan ekosistemnya. Perusahaan spin-off mereka, Also, juga mulai mengirimkan e-bike TM-B pekan ini. Sementara itu, pengiriman van listrik ke Amazon juga mengalami peningkatan signifikan, dengan pengiriman 33% lebih banyak dibanding periode sebelumnya. Semua lini bisnis ini berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan.

Kesuksesan R2 jelas menjadi prioritas utama Rivian. Dengan penambahan shift kedua ini, perusahaan menunjukkan komitmennya untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi dan mempercepat langkahnya menuju titik impas. Jika semua berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Rivian akan segera mencatatkan profitabilitas pertamanya dalam waktu dekat, membuktikan bahwa model yang tepat dengan harga yang tepat bisa menjadi game changer bagi sebuah startup.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.