Telset.id â Pacific General Electric (PGE), utilitas listrik asal Oregon, Amerika Serikat, menyoroti manfaat lingkungan, kesehatan, dan jaringan listrik dari elektrifikasi truk komersial medium dan heavy-duty. Perusahaan menyebut truk listrik berbaterai besar itu sebagai âbatteries on wheelsâ atau baterai berjalan. Angka yang jadi pijakan: sudah ada hampir 150.000 kendaraan listrik terdaftar yang beroperasi di jalanan Oregon saat ini, tetapi dorongan untuk mengelektrifikasi kendaraan komersial medium dan heavy-duty baru saja dimulai.
Oregon baru saja menggelar acara electric ride-and-drive pertama yang berfokus pada armada. Acara itu mempertemukan segala jenis kendaraan, mulai dari truk semi listrik Class 8 dan truk pengiriman âlast mileâ medium-duty hingga peralatan berbaterai seperti wheel loader dan ekskavator, dalam satu tempat. Tujuannya agar operator armada dan pembeli armada di negara bagian tersebut bisa merasakan langsung generasi terbaru kendaraan listrik komersial.
Yang lebih penting, PGE hadir langsung di acara tersebut bersama afiliasi NBC News lokal, KGW8, untuk membantah salah satu mitos paling populer yang disebarkan penentang kendaraan listrik: anggapan bahwa EV bisa membebani jaringan energi. Klaim itu dibantah tegas oleh manajer elektrifikasi transportasi PGE, Karla Hendrickson.
Truk Listrik Disebut Aset Siap Grid
Hendrickson menegaskan truk listrik justru mampu membantu menopang grid saat terjadi lonjakan beban. Ia menyebut kendaraan itu sebagai âgrid ready assetsâ atau aset yang siap membantu grid, yang mampu membantu utilitas mengelola periode permintaan listrik tinggi sekaligus menjaga biaya tetap rendah.
âBus sekolah listrik sangat menarik,â kata Hendrickson. âJadwalnya bisa diprediksi dan mereka bisa terparkir dalam waktu lama.â PGE, menurut laporan tersebut, sudah menguji kemampuan untuk mengirimkan energi dari armada bus sekolah yang beroperasi di negara bagian itu kembali ke grid.
Baca Juga:
Dari sisi kapasitas, truk besar berarti baterai besar. Ketika dorongan elektrifikasi kendaraan komersial ini menguat, PGE bisa mendapat akses ke lebih banyak energi tersimpan. Implikasinya disebutkan jelas: menjaga tagihan pelanggan tetap rendah, melindungi armada dari gejolak harga bahan bakar diesel, dan tentu saja membantu warga Oregon bernapas lebih lega.
Emisi Tak Sebanding dengan Jumlah Unit
Data dari Oregon Department of Environmental Quality memberi konteks mengapa truk komersial jadi sorotan. âTruk berat dan bus ini mewakili jumlah yang relatif kecil dari armada kendaraan di jalanan Oregon,â jelas Gerick Kransky dari departemen tersebut. âTetapi mereka mewakili porsi emisi yang tidak proporsional dari yang kami tangani dari transportasi.â
Dengan kata lain, populasi kendaraan komersial medium dan heavy-duty memang tidak mendominasi jalanan Oregon, tetapi kontribusi emisinya jauh lebih besar dibanding proporsi jumlahnya. Itulah alasan utama di balik dorongan elektrifikasi segmen ini, meski adopsinya baru dimulai.
Acara ride-and-drive tersebut juga menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik komersial kian beragam. Selain truk semi Class 8 dan truk pengiriman last mile, peralatan kerja berbaterai seperti wheel loader dan ekskavator turut dipamerkan. Fleet operator di Oregon kini punya kesempatan mencoba langsung sebelum memutuskan pembelian.
Bagi PGE, nilai strategisnya bukan sekadar menjual listrik lebih banyak. Armada listrik yang terparkir dalam waktu lama, seperti bus sekolah, pada dasarnya adalah penyimpan energi yang bisa dimanfaatkan saat permintaan listrik memuncak. Inilah yang membuat narasi âbatteries on wheelsâ masuk akal secara operasional, bukan hanya slogan pemasaran.
Pengujian pengiriman energi dari bus sekolah kembali ke grid menjadi bukti awal bahwa skenario tersebut bukan sekadar teori. Utilitas tinggal memperluas cakupannya seiring bertambahnya kendaraan komersial listrik yang beroperasi di jalanan Oregon. Perkembangan teknologi pendukung, seperti inovasi perangkat keras yang tengah digarap lewat Proyek Muse, turut jadi penanda bahwa ekosistem perangkat terus bergerak.
Sementara itu, adopsi kendaraan listrik penumpang di Oregon terus menguat dan infrastruktur pengisian dayanya dibangun di sepanjang koridor perjalanan negara bagian. Namun untuk kendaraan komersial medium dan heavy-duty, fase yang berjalan masih tahap awal. PGE memposisikan diri di depan dengan mengedukasi operator armada langsung di lapangan, termasuk lewat kehadiran KGW8 yang meliput acara tersebut.
Yang perlu dicatat, klaim tentang manfaat grid ini datang dari pihak utilitas yang juga berkepentingan atas pertumbuhan beban listrik. Meski begitu, pernyataan Hendrickson dan data emisi dari Kransky memberi kerangka yang jelas: kendaraan komersial listrik diposisikan bukan sebagai ancaman bagi jaringan, melainkan sebagai aset penyimpan energi yang bisa dikelola. Bagi operator armada, insentifnya disebut mencakup perlindungan dari volatilitas harga diesel. Bagi warga Oregon, manfaatnya diklaim berujung pada udara yang lebih bersih.
Langkah berikutnya bergantung pada seberapa cepat armada komersial listrik benar-benar masuk ke jalanan Oregon. Selama populasi kendaraannya masih kecil, energi tersimpan yang bisa diakses PGE juga terbatas. Namun arah kebijakannya sudah terlihat: utilitas menyiapkan skenario vehicle-to-grid untuk bus sekolah, sementara regulator lingkungan menyoroti emisi segmen truk berat. Dua kepentingan itu bertemu di titik yang sama, yakni elektrifikasi armada komersial.
Untuk pasar Indonesia, dinamika ini relevan sebagai cermin. Perdebatan soal beban grid dan mitos kendaraan listrik bukan hal asing, dan pengalaman Oregon menunjukkan bahwa jawabannya bukan sekadar menambah charger, tetapi juga mengelola kendaraan listrik sebagai bagian dari sistem energi. Sumber laporan ini adalah KGW8 News sebagaimana dikutip Electrek.





Komentar
Belum ada komentar.