📑 Daftar Isi

Grafik penjualan EV di Amerika Serikat kuartal kedua 2026 menunjukkan Toyota sebagai pemenang

Toyota Kunci Posisi di Pasar EV AS yang Sedang Gonjang-ganjing

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Penjualan EV AS di Q2 2026 mencapai 247.226 unit, tertinggi sejak insentif pajak berakhir tahun lalu.
  • Secara tahunan, penjualan EV turun 20,5% di Q2 dan 23,8% di paruh pertama 2026.
  • Toyota menjadi pemenang besar dengan penjualan EV lebih dari dua kali lipat, menyalip banyak pesaing.
  • Lexus, Subaru, Cadillac, Hyundai, dan Rivian juga mencatatkan pertumbuhan positif.
  • Di sisi lain, Acura, Jeep, Dodge, Nissan, Volkswagen, Ford, BMW, dan Audi mengalami penurunan penjualan drastis.
  • Stellantis dan Honda disebut mundur dari pasar EV AS karena penjualan yang buruk.
  • Tesla berhasil ungguli pasar dengan penurunan hanya 10,9%.

Telset.id – Pasar kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda pemulihan parsial di kuartal kedua 2026, dengan total penjualan mencapai 247.226 unit. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak insentif pajak federal berakhir pada September tahun lalu, menurut data dari Cox Automotive. Namun, di balik angka positif tersebut, terdapat jurang pemisah yang dalam antara para pemenang dan pecundang di industri ini.

Secara tahunan, penjualan EV di Q2 2026 masih turun 20,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk paruh pertama 2026, penurunan mencapai 23,8%. Meski demikian, laju penurunan ini lebih baik dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya yang mencatatkan penurunan lebih tajam. Data yang bervariasi antar merek menunjukkan bahwa strategi dan nasib setiap produsen sangat berbeda dalam lanskap baru tanpa insentif federal.

Strategi Berbeda Membuahkan Hasil

Toyota muncul sebagai salah satu pemenang terbesar di paruh pertama 2026. Merek yang selama bertahun-tahun dianggap skeptis terhadap EV dan lebih fokus pada hybrid ini berhasil membalikkan keadaan. Penjualan EV Toyota lebih dari dua kali lipat, didorong oleh model bZ yang diperbarui dengan penjualan mencapai 17.553 unit. Pencapaian ini menempatkan Toyota di atas pesaing-pesaing seperti VW, Rivian, Nissan, Kia, Honda, GMC, Ford, Cadillac, BMW, dan Audi—sebuah lompatan besar dibandingkan posisinya tahun lalu.

Lexus, merek premium Toyota, juga hampir menggandakan penjualan EV-nya di paruh pertama. Subaru mencatatkan pertumbuhan serupa di Q2. Sementara itu, Cadillac berhasil menaikkan penjualan EV sebesar 10% berkat model Vistiq dan Optiq yang mulai diproduksi massal tahun lalu. Hyundai hanya mengalami penurunan sekitar 5%, sebuah prestasi mengingat kondisi pasar. Penjualan Ioniq 5 bahkan naik 9%, menjadikannya EV non-Tesla paling populer di AS. Pemangkasan harga hampir USD 10.000 kemungkinan menjadi faktor pendorong. Rivian juga mencatatkan pertumbuhan 13,7% dengan total 21.770 unit, didukung kinerja solid van komersialnya, dan menaikkan proyeksi tahunannya menjadi hingga 70.000 unit.

Kebalikannya: Penurunan Drastis

Di sisi lain, banyak produsen mengalami situasi yang jauh lebih suram. Berakhirnya kredit pajak federal telah menghantam permintaan, terutama bagi mereka yang tidak menurunkan harga. Tanpa regulasi mobil bersih yang jelas, perusahaan otomotif kini memiliki keleluasaan untuk mengurangi produksi EV mereka. Acura mencatatkan penurunan 99% year-to-date setelah membatalkan satu-satunya model EV tahun lalu. Honda juga terpangkas hingga setengahnya dan mengumumkan penghentian produksi Prologue tahun ini, menandai keluarnya mereka dari pasar EV AS.

Stellantis menjadi salah satu yang paling terpukul. Penjualan Jeep EV ambles 94,3% dari basis yang sudah rendah. Model Recon EV dan Wagoneer EREV diharapkan bisa membantu, namun belum dirilis. Dodge Charger EV hanya terjual sedikit di atas 500 unit, turun hampir 88%. Nissan merosot 88,6% meskipun meluncurkan Leaf baru, sementara Ariya yang sempat populer sudah dihentikan. Volkswagen turun hampir 70% menjadi di bawah 4.000 unit, dengan ID. Buzz melewatkan model tahun dan ID.4 dibatalkan. Ford, yang sempat menjadi pesaing kuat, turun lebih dari 57% setelah membatalkan F-150 Lightning. BMW turun setengah, dan Audi ambles 85% menjadi hanya 1.697 unit. Tesla berhasil mengungguli pasar dengan penurunan hanya 10,9%, namun perlu diingat bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang buruk secara historis bagi perusahaan tersebut.

Kesimpulannya, pasar EV AS masih berada dalam kondisi yang tidak menentu. Perusahaan yang sebelumnya menjadi pemain utama di era insentif pajak berjuang untuk bertahan di puncak, sementara yang lain seperti Toyota melihat celah untuk merebut pangsa pasar. Keputusan Honda untuk menghentikan Prologue menegaskan bahwa pergolakan di industri ini masih jauh dari selesai. Produsen yang mampu beradaptasi dengan cepat, baik melalui strategi harga maupun portofolio produk, akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di pasar yang kompetitif ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.