Telset.id ā BYD Da Han, sedan listrik flagship asal China, mengungkapkan paket baterai LFP 102,3 kWh yang memiliki bobot mencapai 725,9 kilogram. Angka ini setara dengan lebih dari 30 persen dari total bobot kosong kendaraan tersebut. Dengan konfigurasi ini, BYD Da Han mampu menempuh jarak hingga 1.008 kilometer dalam satu kali pengisian daya berdasarkan standar CLTC.
Informasi tersebut terungkap dalam daftar pengurangan pajak pembelian yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Varian listrik murni dari BYD Da Han akan hadir secara standar dengan baterai LFP berkapasitas 102,326 kWh yang diproduksi oleh anak perusahaan BYD, FinDreams. Bobot baterai yang mencapai 725,9 kg menjadi sorotan utama karena porsinya yang signifikan terhadap total bobot kendaraan.
BYD Da Han sebelumnya sudah terlihat tanpa kamuflase dalam uji jalan di China, menandakan bahwa peluncuran pasarnya sudah semakin dekat. Model ini diperkirakan akan dibanderol sekitar 300.000 yuan atau setara dengan 44.290 dolar AS.

Dua Varian Listrik: RWD dan AWD
BYD Da Han akan tersedia dalam dua varian penggerak untuk versi listriknya. Varian RWD (Rear-Wheel Drive) mengandalkan satu motor listrik dengan tenaga 370 kW atau setara 496 hp. Jarak tempuh varian ini bervariasi antara 970 hingga 1.008 km dalam kondisi CLTC, tergantung pada perlengkapan yang dipasang. Bobot kosong varian RWD berada di kisaran 2.260 hingga 2.325 kg.
Sementara itu, varian puncak BYD Da Han AWD (All-Wheel Drive) menawarkan dua motor listrik dengan total tenaga puncak mencapai 570 kW atau 764 hp. Konsekuensi dari penambahan motor dan bobot membuat varian ini memiliki bobot kosong 2.505 kg. Jarak tempuh varian AWD sedikit lebih rendah, yaitu antara 820 hingga 880 km dalam kondisi CLTC.
Performa yang ditawarkan varian AWD ini sangat kompetitif di segmen sedan listrik mewah. Dengan tenaga 764 hp, BYD Da Han AWD mampu bersaing dengan model-model performa tinggi dari merek lain. Namun, trade-off antara tenaga dan efisiensi terlihat jelas dari selisih jarak tempuh yang cukup signifikan dibanding varian RWD.

Varian PHEV dengan Mesin Turbo
Selain varian listrik murni, BYD Da Han juga akan ditawarkan dalam versi plug-in hybrid (DM-i). Varian ini mengadopsi mesin bensin turbo 1.5 liter BYD472ZQB dengan tenaga puncak 115 kW (154 hp) yang dipadukan dengan motor listrik 200 kW (268 hp).
Untuk varian PHEV, BYD menyematkan baterai LFP berkapasitas 54,489 kWh. Dengan kapasitas tersebut, BYD Da Han PHEV mampu menempuh jarak hingga 470 km dalam mode listrik murni. Angka ini cukup impresif untuk sebuah sedan hybrid, memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak pendek hingga menengah tanpa perlu mengisi bahan bakar.
Kombinasi mesin bensin dan motor listrik ini menjadikan BYD Da Han PHEV sebagai pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan efisiensi tinggi tanpa khawatir akan infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas. Dengan jarak tempuh listrik 470 km, sebagian besar kebutuhan harian pengguna dapat terpenuhi hanya dengan tenaga listrik.

Dimensi Lebih Besar dari Mercedes-Benz S-Class
BYD Da Han hadir dengan dimensi yang mengesankan, yaitu panjang 5.256 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.510 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.130 mm. Sebagai perbandingan, BYD Da Han 66 mm lebih panjang dari Mercedes-Benz S-Class standar. Hal ini menempatkannya langsung sebagai pesaing di segmen sedan mewah ukuran penuh.
Ukuran yang besar ini tidak hanya memberikan kesan mewah dan kokoh, tetapi juga berpotensi menyediakan ruang kabin yang sangat lega bagi penumpang. Dengan dimensi sebesar ini, BYD Da Han jelas menyasar konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan ruang, terutama di pasar China yang sangat menghargai mobil dengan kabin luas.
Meskipun ukurannya besar, bobot baterai yang mencapai 725,9 kg menjadi tantangan tersendiri dalam hal handling dan efisiensi. Namun, dengan jarak tempuh hingga 1.008 km, BYD tampaknya berhasil mengkompensasi bobot tersebut dengan kapasitas energi yang sangat besar.
Baca Juga:
Perbandingan dengan BYD Han Standar
Untuk memberikan konteks pasar, data dari China EV DataTracker menunjukkan bahwa penjualan domestik BYD Han standar mencapai 3.285 unit pada bulan Juni. Sementara itu, varian yang lebih bertenaga, Han L, hanya terjual 584 unit pada periode yang sama. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun BYD Han memiliki basis pelanggan yang solid, varian performa tinggi masih merupakan segmen yang lebih niche.
BYD Da Han, sebagai model flagship, diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara volume penjualan dan posisi premium. Dengan harga yang diprediksi sekitar 300.000 yuan, Da Han akan bersaing langsung dengan sedan listrik mewah lainnya di pasar China, termasuk model dari NIO, XPeng, dan bahkan Tesla.
Kehadiran BYD Da Han dengan jarak tempuh 1.008 km ini menjadi angin segar bagi industri kendaraan listrik. Ini membuktikan bahwa teknologi baterai terus berkembang dan kekhawatiran akan jarak tempuh (range anxiety) semakin bisa diatasi. BYD, dengan teknologi LFP Blade Battery-nya, kembali menunjukkan dominasinya dalam inovasi baterai kendaraan listrik.
Dengan bobot baterai yang mencapai 725,9 kg, BYD Da Han menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana produsen mobil menyeimbangkan antara kapasitas energi, bobot, dan performa. Keputusan BYD untuk menggunakan baterai sebesar ini menunjukkan keyakinan mereka bahwa konsumen lebih mengutamakan jarak tempuh maksimal dibandingkan bobot yang lebih ringan.
Peluncuran resmi BYD Da Han di China diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat. Jika harga 300.000 yuan terbukti akurat, model ini akan menjadi salah satu sedan listrik dengan jarak tempuh terpanjang di kelasnya dengan harga yang relatif kompetitif. Hal ini bisa memicu perang harga dan inovasi di segmen sedan listrik mewah.
Dari sisi teknologi, penggunaan motor listrik 370 kW pada varian RWD dan 570 kW pada varian AWD menunjukkan bahwa BYD tidak hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga pada performa. Dengan tenaga sebesar itu, BYD Da Han mampu memberikan akselerasi yang responsif dan pengalaman berkendara yang menyenangkan, meskipun bobotnya berat.
Secara keseluruhan, BYD Da Han adalah pernyataan ambisius dari BYD untuk mendominasi segmen sedan listrik mewah. Dengan jarak tempuh hingga 1.008 km, baterai 102,3 kWh, dan dimensi yang lebih besar dari S-Class, model ini siap menjadi pemain utama di pasar China dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi para pesaingnya.
Konsumen di Indonesia yang tertarik dengan kendaraan listrik jarak jauh tentu perlu mencermati perkembangan BYD Da Han. Meskipun belum ada kepastian kapan model ini akan masuk ke Indonesia, tren global menunjukkan bahwa model-model dengan jarak tempuh ekstrem seperti ini akan semakin diminati. BYD sendiri sudah memiliki basis pelanggan yang kuat di Indonesia melalui model-model seperti BYD Atto 3 dan BYD Dolphin.
Dengan bobot baterai 725,9 kg yang mengesankan, BYD Da Han membuktikan bahwa masa depan mobilitas listrik tidak hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang kemewahan, performa, dan jangkauan tanpa kompromi. Ini adalah langkah berani yang bisa mengubah standar industri.





Komentar
Belum ada komentar.