📑 Daftar Isi

Toyota dan Waymo Mulai Uji Taksi Tanpa Pengemudi bZ4X di Jepang

Toyota dan Waymo Mulai Uji Taksi Tanpa Pengemudi bZ4X di Jepang

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Toyota dan Waymo resmi memulai pengujian robotaxi bZ4X di pabrik Takaoka, Toyota City, Jepang. Langkah ini menjadi tahap awal sebelum armada taksi tanpa pengemudi tersebut dirilis di Jepang paling cepat pada 2027, dengan target perluasan ke pasar setir kanan seperti Inggris.

Pengujian tersebut dilakukan dengan memasang perangkat keras dan perangkat lunak Waymo pada kendaraan bZ4X. Setelah seluruh validasi selesai dan armada memperoleh persetujuan mengemudi otonom Level 4, Toyota dan Waymo akan merilis kendaraan bZ4X tanpa pengemudi di Jepang. Kemitraan ini sendiri pertama kali diumumkan pada Mei 2025 sebagai langkah kedua perusahaan menantang Tesla.

Proyek di Jepang ini menjadi kelanjutan dari kerja Waymo di negara tersebut. Waymo telah memulai pengujian kendaraan otonom Jaguar I-Pace di Tokyo pada tahun lalu, dengan pengemudi taksi dari Nihon Kotsu Co. mengemudikan mobil-mobil itu di sekitar kota untuk melatih AI. Waymo diperkirakan akan meluncurkan armada pertamanya di Tokyo pada tahun depan, meski belum diketahui kapan bZ4X akan ditambahkan ke armada yang sudah ada.

Dari Takaoka ke Pasar Global

Lokasi pengujian di pabrik Takaoka menunjukkan bahwa tahap integrasi teknologi dilakukan langsung di fasilitas produksi Toyota. Di sana, kendaraan bZ4X dilengkapi dengan sistem yang menjadi otak pengemudian otonom Waymo. Validasi menjadi syarat utama sebelum kendaraan diizinkan beroperasi tanpa pengemudi di jalanan Jepang.

Setelah persetujuan Level 4 diperoleh, rencana ekspansi akan diarahkan ke pasar global, dimulai dari negara-negara dengan setir kanan seperti Inggris. Urutan ini sejalan dengan karakter kendaraan yang dikembangkan untuk pasar tersebut.

Langkah Toyota dan Waymo menambah deretan uji coba kendaraan otonom yang tengah berjalan di berbagai negara. Sebelumnya, taksi tanpa pengemudi telah lebih dulu melenggang di Singapura. Setelah taksi, Singapura juga uji coba bus otonom sebagai perluasan layanan transportasi tanpa awak.

Persaingan Robotaxi Semakin Ketat

Kemitraan Toyota dan Waymo yang diumumkan pada Mei 2025 memang diposisikan sebagai upaya menantang Tesla. Kini, setelah pengujian di Takaoka berjalan, kedua perusahaan bergerak dari tahap pengumuman menuju eksekusi nyata di lapangan. Waymo sendiri telah dikenal melalui armada taksi otonomnya yang beroperasi di jalanan Amerika Serikat.

Di sisi lain, pengujian di Tokyo memberi Waymo pengalaman langsung dengan kondisi lalu lintas Jepang. Peran pengemudi Nihon Kotsu Co. yang mengemudikan kendaraan di sekitar kota untuk melatih AI menunjukkan pendekatan bertahap sebelum armada benar-benar beroperasi tanpa pengemudi.

Rencana kehadiran armada Waymo di Tokyo pada tahun depan menandai langkah pertama perusahaan di Jepang. Namun, belum ada keterangan kapan kendaraan bZ4X akan bergabung dengan armada tersebut, sehingga skala layanan awal masih bergantung pada hasil validasi dan persetujuan Level 4.

Bagi publik, perkembangan ini memperlihatkan bahwa layanan taksi tanpa pengemudi tidak lagi sebatas uji coba tertutup, tetapi mulai diarahkan ke operasi komersial di sejumlah negara. Di Vietnam, misalnya, Green SM taksi listrik sempat menjadi sorotan, menunjukkan perhatian pasar terhadap model transportasi berbasis kendaraan listrik.

Dengan jadwal rilis paling cepat 2027 dan rencana perluasan ke pasar setir kanan, proyek Toyota-Waymo menempatkan Jepang sebagai titik awal sebelum layanan menyebar ke negara lain. Semua masih bergantung pada selesainya validasi dan diperolehnya izin mengemudi otonom Level 4.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.