Telset.id β Tesla tengah menyiapkan layanan robotaxi sebagai kendaraan pengganti (loaner) bagi pelanggan yang sedang melakukan servis kendaraan. Kode terbaru dalam aplikasi Tesla mengindikasikan perusahaan berencana mengirimkan robotaxi untuk menjemput dan mengantar pelanggan selama mobil mereka diperbaiki.
Berdasarkan penelusuran Not A Tesla App, tersembunyi dalam aplikasi Tesla terdapat referensi yang menunjukkan kesiapan perusahaan menawarkan robotaxi sebagai pengganti mobil pinjaman. Langkah ini dinilai lebih efisien dibandingkan menyediakan mobil loaner khusus yang menganggur seharian.
Strategi Robotaxi untuk Layanan Servis
Alih-alih mengikat satu unit mobil untuk digunakan pelanggan sepanjang hari, Tesla cukup mengirimkan robotaxi hanya saat dibutuhkan. Sistem ini memanfaatkan data yang sudah dimiliki Tesla, seperti lokasi pelanggan, posisi kendaraan yang diservis, durasi perbaikan, serta kebutuhan transportasi dari dan menuju pusat servis.
Saat robotaxi tidak digunakan pelanggan, kendaraan otonom tersebut bisa melayani penumpang berbayar lain untuk menghasilkan pendapatan, alih-alih menganggur. Strategi ini juga mengurangi ketergantungan Tesla pada kredit Uber atau kompensasi layanan ketika tidak bisa menyediakan mobil pengganti.
Lebih penting lagi, ini menjadi cara Tesla menunjukkan kemampuan teknologi mengemudi otonomnya kepada publik secara langsung.
Selain robotaxi, Not A Tesla App juga menemukan beberapa referensi lain dalam kode aplikasi yang menunjukkan opsi transportasi pengganti lainnya, antara lain:
- sv_transport_robotaxi (Robotaxi)
- sv_transport_paid_loaner (Paid Loaner)
- sv_transport_e_bike (E-Bike)
- sv_transport_bolt (Bolt)
Referensi tersebut mengindikasikan Tesla mempertimbangkan berbagai moda transportasi lain untuk layanan loaner, seperti e-bike atau kendaraan yang disebut βBoltβ β yang kemungkinan bukan merujuk pada Chevy Bolt.
Kendati demikian, semua ini masih merupakan perencanaan jangka panjang yang bisa saja tidak pernah terealisasi. Jika pun dijalankan, peluncurannya tidak akan instan karena robotaxi Tesla belum mendapat persetujuan untuk penggunaan otonom penuh di semua wilayah. Di sejumlah pasar, kendaraan otonom masih memerlukan safety driver, dan banyak wilayah lain belum siap mengoperasikan armada tanpa pengemudi.
Baca Juga:
Namun di area metropolitan besar yang sudah menjadi pusat operasi robotaxi β seperti Austin, Bay Area, dan wilayah lain di Amerika Serikat β skema ini dinilai sangat potensial untuk diterapkan.
Stasiun Supercharger Khusus Robotaxi
Di sisi lain, Tesla juga berencana membangun stasiun Supercharger khusus untuk armada Robotaxi-nya. Max de Zegher, kepala unit pengisian daya Tesla untuk Amerika Utara, mengungkapkan bahwa saat ini kendaraan otonom tersebut masih diisi daya secara manual oleh operator manusia.
βMereka diisi secara manual, tapi itu hanya untuk saat ini,β ujar Max de Zegher, mengisyaratkan bahwa Supercharger Robotaxi di masa depan akan beroperasi tanpa operator manusia yang mencolokkan kabel pengisian.
Kendati demikian, ia tidak merinci bagaimana robotaxi akan terhubung ke pengisian daya secara otomatis. Tesla sendiri belum merealisasikan ide lengan pengisian robotik yang digagas satu dekade lalu.
Untuk Cybercab terbaru, kuncinya mungkin ada pada pengisian daya nirkabel. Saat EV dua pintu berwarna emas itu diperkenalkan pada 2024, Tesla menyatakan mobil tersebut hanya mendukung pengisian daya nirkabel. Ini masuk akal untuk dunia tanpa pengemudi, di mana mobil dapat memposisikan diri di atas alas pengisian induktif sambil menunggu penumpang memesan taksi.
Dalam video yang dirilis Oktober 2024, Cybercab terlihat mengisi daya nirkabel hingga 25 kilowatt β kecepatan yang tergolong lambat menurut standar saat ini. Namun berdasarkan dokumen yang diajukan ke Environmental Protection Agency (EPA), kapasitas baterai EV tanpa setir tersebut hanya 48 kilowatt-jam, sehingga sesi pengisian dua jam seharusnya cukup untuk mengisi penuh, setidaknya secara teori.
Supercharger khusus Robotaxi akan dibangun di area dengan permintaan tinggi, harga lahan murah, dan belanja modal yang terkendali. Agar bisnis Robotaxi bisa diskalakan, taksi otonom perlu melakukan sesi pengisian beruntun untuk memaksimalkan tingkat utilisasi lokasi.
Sampai infrastruktur tersebut terwujud, Model Y dan Cybercab otonom akan terus menggunakan Supercharger publik yang belum memiliki alas pengisian nirkabel. Max de Zegher menambahkan bahwa kendaraan berpenumpang mendapat prioritas saat pengisian daya, dan fundamental Trip Planner yang sama dengan sistem navigasi aktif di semua Tesla digunakan untuk mengarahkan robotaxi ke charger.
Bagi pengguna Tesla di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan arah layanan purna jual di masa depan. Sistem yang mengutamakan efisiensi dan teknologi otonom ini berpotensi mengubah cara pelanggan menjalani proses servis kendaraan mereka.





Komentar
Belum ada komentar.