📑 Daftar Isi

Tiga kamera depan Tesla yang menghadap ke jalan sebagai bagian dari sistem Full Self-Driving

Tesla FSD v14.3.9 Salah Deteksi Kamera Kotor, Servis Dibatalkan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Tesla FSD v14.3.9 memunculkan peringatan kamera kotor padahal lensa bersih
  • Peringatan muncul saat matahari terang atau glare, software salah baca kondisi optik
  • Build 2026.27.5 dan 2026.27.6 rilis sekitar 12 September, juga bawa Automatic Collision Evasion untuk mobil HW4
  • Tesla konfirmasi bug dan batalkan jadwal servis yang terlanjur dipesan
  • Pemilik yang sudah bayar pembersihan bisa minta refund ke Tesla Support
  • Perbaikan diharapkan lewat build v14.3.10, catatan rilisnya masih identik

Telset.id – Tesla mengonfirmasi bug pada update Full Self-Driving (FSD) v14.3.9 yang membuat kendaraan memberi peringatan kamera kotor padahal lensa dalam kondisi bersih. Perangkat lunak ini dilaporkan membaca kondisi optik normal sebagai kamera depan terhalang, dan Tesla kini proaktif membatalkan jadwal servis yang terlanjur dipesan pemilik akibat peringatan tersebut. Perbaikan dijadwalkan hadir lewat update berikutnya.

Pemilik yang memasang v14.3.9 mulai menerima pesan di layar tengah: “Poor camera visibility detected. Interior windshield residue cleaning is required.” Peringatan itu muncul meski kamera bersih, sering kali saat terkena cahaya matahari terang atau glare. Artinya, software menafsirkan kondisi optik yang normal sebagai gangguan pada kamera depan.

Seorang pemilik Tesla, @CARN0N, mengunggah tangkapan layar berisi konfirmasi Tesla Support bahwa masalah ini murni kesalahan software. Ia juga menyebut Tesla secara proaktif membatalkan kunjungan servis yang dipesan pemilik karena peringatan tersebut. Keluhan serupa muncul di Reddit, dengan pemilik melaporkan pesan yang sama pada mobil yang bersih.

Tesla front-facing cameras

Pemicu Peringatan dan Langkah Pemilik

Build v14.3.9 dengan nomor software 2026.27.5 dan 2026.27.6 mulai diluncurkan sekitar 12 September. Update ini juga yang membawa Automatic Collision Evasion ke mobil ber-HW4, memungkinkan FSD mengambil alih kemudi manual untuk menghindari kecelakaan.

Bagi pemilik yang menerima peringatan kamera, langkah yang disarankan adalah tidak memesan jadwal servis. Pemilik yang sudah membayar biaya pembersihan atau inspeksi dapat menghubungi Tesla Support untuk meminta pengembalian dana. Build lanjutan, v14.3.10, diperkirakan akan mengatasi peringatan ini, meski catatan rilisnya sejauh ini identik dengan v14.3.9 sehingga belum ada konfirmasi soal perubahan apa pun.

Dalam catatan Electrek, build terbaru ini sangat sensitif terhadap visibilitas kamera sehingga menandai lensa yang sepenuhnya bersih dan mengarahkan pemilik ke servis. Indikasinya, Tesla menaikkan sensitivitas deteksi visibilitas dan melampaui batas yang semestinya. Popup “bersihkan kamera” palsu memang sekadar gangguan, bukan bahaya. Namun hal ini menunjukkan masalah nyata sistem berbasis kamera saja: membedakan degradasi asli akibat matahari, kabut, dan debu dari kondisi kaca depan yang bersih tanpa memberi peringatan palsu adalah hal sulit, dan Tesla belum menyelesaikannya.

Electrek menilai Tesla kemungkinan akan menghadapi ribuan masalah serupa sebelum benar-benar mencapai self-driving tanpa pengawasan dalam skala besar. Sebab, kemampuan itu menuntut redundansi, sesuatu yang sulit dicapai bila satu-satunya cara kendaraan “melihat” adalah kamera, dan kamera bisa gagal. Komentar pembaca yang disorot, Pilar Ackerman, membandingkannya dengan performa wiper otomatis: sapuan palsu lebih sering muncul dibanding mobil lain yang pernah ia miliki, dan pesan kaca depan perlu dibersihkan beberapa kali muncul dalam beberapa pekan terakhir, selalu saat berkendara menghadap matahari yang rendah di horizon.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan yang mengiringi ambisi Tesla di ranah otonom. Sejumlah inisiatif lain juga menyita perhatian, seperti Tesla Cybercab yang disebut membuat petugas damkar kewalahan saat menangani darurat. Di sisi lain, Tesla juga tengah membuka reservasi Roadster dengan deposit Rp50 ribu dolar. Sementara itu, nama Terafab milik SpaceX dan Tesla turut disorot dalam gugatan Tera-Print.

Merujuk pemberitaan Electrek, salah satu komentar menyoroti bahwa keunggulan “vision-only” datang dengan konsekuensi dua langkah maju dan satu langkah mundur. Peringatan palsu pada v14.3.9 menjadi contoh konkretnya: fitur baru seperti Automatic Collision Evasion hadir di build yang sama, tetapi sensitivitas deteksi visibilitas justru menimbulkan keluhan operasional. Tesla pun harus menanggung konsekuensi administratif berupa pembatalan jadwal servis dan potensi permintaan refund dari pemilik yang sudah membayar.

Yang jelas, hingga kini belum ada konfirmasi resmi soal isi perbaikan di v14.3.10. Catatan rilisnya masih identik dengan v14.3.9, sehingga pemilik hanya bisa menunggu apakah update lanjutan benar-benar meredam peringatan palsu tersebut. Bagi pengguna yang terdampak, menahan diri dari memesan servis dan menghubungi Tesla Support untuk refund menjadi langkah paling masuk akal berdasarkan informasi yang tersedia saat ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.