šŸ“‘ Daftar Isi

Pabrik produksi anoda baterai Sila di Moses Lake, Washington, AS

Sila Klaim Baterai EV Bisa Tempuh 20 Persen Lebih Jauh

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Sila, startup baterai AS, klaim material anoda Titan Silicon mampu meningkatkan jangkauan EV hingga 20% tanpa memperbesar baterai.
  • Perusahaan mengantongi pendanaan $300 juta untuk ekspansi produksi di pabrik Moses Lake.
  • Pabrik Moses Lake mulai beroperasi di musim gugur 2025 dengan target kapasitas tahunan 250 GWh dalam lima tahun.
  • Sila telah menjalin kontrak pasokan dengan Mercedes-Benz dan Panasonic Energy.
  • Mercedes-AMG GT 4-Door EV sudah menggunakan anoda silikon untuk pengisian daya super cepat 11 menit.

Telset.id – Startup baterai asal Amerika Serikat, Sila, mengklaim material anoda silikon-karbon buatannya mampu meningkatkan jangkauan kendaraan listrik hingga 20 persen tanpa perlu memperbesar ukuran paket baterai. Klaim ini didasarkan pada teknologi Titan Silicon yang telah dikembangkan perusahaan selama 15 tahun terakhir.

Alih-alih mengganti total baterai lithium-ion yang sudah dominan di pasar, Sila memilih untuk menyempurnakan salah satu komponen terpentingnya, yaitu anoda. Menurut perusahaan yang berbasis di AS tersebut, material anoda Titan Silicon dapat memberikan peningkatan jangkauan antara 20 hingga 40 persen dalam hal kepadatan energi dibandingkan anoda grafit konvensional yang umum digunakan pada baterai lithium-ion saat ini. Sila juga menyebutkan bahwa solusi ini memungkinkan pengisian daya yang lebih cepat, meskipun tidak merinci seberapa besar peningkatannya.

Untuk merealisasikan ambisi besarnya, Sila baru saja mengumumkan perolehan dana segar sebesar 300 juta dolar AS dari investor swasta. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi di pabrik mereka yang berlokasi di Moses Lake, Washington, serta mendukung rencana ekspansi fase kedua di lokasi yang sama.

Pabrik Raksasa di Moses Lake

Pabrik Sila yang berdiri di atas lahan seluas 160 hektar di Moses Lake ini mulai beroperasi pada musim gugur tahun 2025. Saat ini, perusahaan tengah meningkatkan produksi dari kapasitas awal sebesar 2 gigawatt-jam (GWh). Sila menargetkan pabrik tersebut dapat mencapai kapasitas produksi tahunan sebesar 250 GWh dalam waktu lima tahun ke depan. Jika target ini tercapai, fasilitas tersebut akan menjadi pabrik produksi anoda terbesar di dunia.

Sila telah mengamankan kontrak pemasokan material anoda dengan beberapa perusahaan otomotif dan manufaktur baterai ternama. Dua nama besar yang sudah dikonfirmasi adalah Mercedes-Benz dan Panasonic Energy, selain beberapa perusahaan lain yang tidak disebutkan namanya. Mercedes sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk menggunakan Titan Silicon pada model G-Class listrik masa depan mereka. Sementara itu, Panasonic berniat mengintegrasikan material tersebut ke dalam sel baterai kendaraan listrik generasi berikutnya.

Tantangan dan Adopsi Industri

Meskipun silikon mampu menyimpan lebih banyak lithium dibandingkan grafit, material ini memiliki kelemahan fisik. Silikon cenderung mengembang dan menyusut saat sel baterai mengalami proses pengisian dan pengosongan daya. Ekspansi fisik ini berpotensi merusak anoda dan mempercepat degradasi baterai. Inilah alasan utama mengapa sebagian besar baterai produksi saat ini hanya menggunakan silikon dalam jumlah yang relatif kecil, yang dicampur dengan grafit.

Namun, tren penggunaan anoda kaya silikon mulai merambah ke mobil produksi massal. Contoh nyatanya adalah Mercedes-AMG GT 4-Door EV yang telah menggunakan silikon pada anoda baterainya. Kehadiran material ini menjadi salah satu faktor yang memungkinkan mobil tersebut memiliki klaim waktu pengisian daya dari 10 hingga 80 persen hanya dalam 11 menit, dengan daya pengisian puncak mencapai 600 kW.

Meskipun belum jelas apakah sel baterai mobil tersebut dipasok oleh Sila, keberadaan Mercedes-AMG GT 4-Door EV menjadi bukti nyata mengapa para produsen otomotif semakin tertarik pada material anoda ini. General Motors (GM) juga memperkirakan bahwa para produsen mobil secara bertahap akan meningkatkan kandungan silikon pada baterai mereka. GM menilai teknologi ini dapat memungkinkan produsen untuk memperkecil paket baterai, mengurangi bobot kendaraan, dan pada akhirnya menekan biaya produksi tanpa harus menunggu hadirnya jenis baterai yang benar-benar baru.

Perkembangan ini menandai langkah signifikan dalam industri baterai kendaraan listrik. Inovasi material anoda seperti Titan Silicon dari Sila menawarkan jalan tengah yang pragmatis untuk meningkatkan performa baterai tanpa harus merombak total infrastruktur produksi yang sudah ada. Ke depannya, adopsi teknologi ini oleh mitra seperti Mercedes dan Panasonic akan menjadi ujian nyata apakah klaim peningkatan jangkauan 20 persen tersebut dapat terwujud di jalan raya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.