Telset.id – JLR menegaskan bahwa Range Rover Electric akan menjadi model termahal dan terbaik dalam sejarah merek tersebut, dengan harga yang diperkirakan menyentuh angka USD 200.900 atau setara dengan edisi Autobiography di Inggris. Chief Growth Officer JLR, Lennard Hoornik, secara terbuka menyatakan bahwa SUV listrik ini akan mengungguli versi bensin dalam hal performa, meskipun banderolnya jauh lebih tinggi.
Pernyataan ini disampaikan Hoornik dalam acara investor day JLR pekan lalu, seperti dikutip dari Automotive News. Meskipun awalnya dijadwalkan rilis pada akhir tahun lalu, Range Rover Electric kini dipastikan tetap meluncur pada akhir 2026. JLR belum mengumumkan harga resmi, namun Hoornik memberikan kisi-kisi bahwa banderolnya akan sangat premium.
“Kami benar-benar mencoba melawan tren pasar yang terjadi,” ujar Hoornik kepada para investor. Berbeda dengan merek mewah lain seperti BMW, Volvo, dan Mercedes-Benz, JLR justru mengharapkan konsumen membayar lebih mahal untuk varian listrik dibandingkan model bensin atau hybrid.
Spesifikasi dan Performa Unggulan
Range Rover Electric akan menggunakan baterai berkapasitas 118 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh hingga 600 km (373 mil). SUV ini juga dibekali motor ganda (dual-motor) dengan sistem all-wheel drive (AWD) yang menghasilkan tenaga gabungan 542 hp dan torsi 627 lb-ft. Angka ini lebih tinggi dibandingkan varian V-8 4.4 liter yang hanya menghasilkan 537 hp, dan setara dengan varian plug-in hybrid yang mencapai 543 hp.
Selain tenaga yang lebih besar, Range Rover Electric juga menawarkan fitur-fitur baru seperti single-pedal driving dan suspensi udara dual-chamber yang dirancang untuk kemampuan on-road maupun off-road. Hoornik menekankan bahwa varian listrik ini akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih senyap dan bertenaga dibandingkan versi bensin.

Perbandingan Harga dengan Varian Bensin
Untuk memberikan gambaran, Range Rover bensin saat ini dibanderol mulai dari €146.100 di Jerman atau sekitar USD 165.000. Di Inggris, versi listrik diperkirakan memiliki harga yang hampir sama dengan edisi Autobiography, yaitu di bawah £150.000 (USD 200.900). Dengan demikian, Range Rover Electric dipastikan menjadi salah satu SUV listrik termahal di pasaran.
“Tugas kami adalah menjelaskan bahwa Range Rover terbaik yang pernah ada sebenarnya memiliki powertrain listrik,” tegas Hoornik. Pernyataan ini menegaskan posisi JLR yang tidak ragu menempatkan model listrik sebagai produk flagship paling premium.
Strategi JLR dan Rencana Masa Depan
Range Rover Electric merupakan salah satu dari lima model EV baru yang akan diluncurkan JLR dalam 18 bulan ke depan. Setelah SUV flagship ini, Range Rover akan memperkenalkan Sport EV yang lebih kecil dan lebih terjangkau. Range Rover Sport bensin saat ini dibanderol mulai dari €93.500 atau sekitar USD 106.000.
Selain itu, Defender juga bersiap meluncurkan SUV listrik pertamanya. CEO JLR, PB Balaji, mengungkapkan bahwa merek Defender akan memainkan peran kunci dalam mendorong pertumbuhan di Amerika Serikat. JLR bahkan mengumumkan rencana untuk meluncurkan SUV Defender baru di AS bekerja sama dengan produsen Jeep, Stellantis.
Model-model EV pertama yang berbasis platform EMA, termasuk Defender Sport, Range Rover Velar, dan Evoque, juga akan sedikit lebih mahal dibandingkan versi bensin saat ini. Sementara itu, Jaguar tetap berkomitmen menjadi merek mewah sepenuhnya bertenaga listrik. Model Type 01, yang merupakan upaya kedua Jaguar setelah i-Pace, akan diluncurkan pada Oktober dengan harga mulai dari sekitar USD 150.000.
Strategi Menjaga Nilai Jual Kembali
Untuk menjaga nilai jual kembali (resale value) kendaraan listriknya, JLR akan menerapkan strategi yang berbeda. Perusahaan akan fokus pada skema leasing dengan jangka waktu yang lebih panjang dan lebih terlibat dalam proses penjualan kembali. Hoornik menjelaskan bahwa JLR akan menciptakan “kehidupan kedua, ketiga, keempat, dan kelima untuk mobil tersebut.”
“Dengan mengelola inventaris dan membatasi penjualan, kami memastikan tidak pernah menjual berlebihan atau membanjiri pasar dengan stok,” tambah Hoornik. Strategi ini menunjukkan pendekatan hati-hati JLR dalam memasuki pasar EV premium, berbeda dengan merek lain yang cenderung agresif dalam volume penjualan.
Implikasi untuk Pasar Global
Keputusan JLR untuk menetapkan harga tinggi pada Range Rover Electric mencerminkan keyakinan mereka bahwa konsumen kelas atas bersedia membayar mahal untuk teknologi dan prestise. Meskipun tren pasar menunjukkan harga EV cenderung turun, JLR justru mengambil jalur sebaliknya dengan memposisikan model listrik sebagai produk paling premium.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa JLR tidak tertarik bersaing di segmen EV massal, melainkan fokus pada ceruk pasar ultra-mewah. Dengan harga yang diperkirakan menembus USD 200.000, Range Rover Electric akan bersaing langsung dengan model-model listrik mewah lainnya seperti Mercedes-Benz EQS SUV dan BMW iX dalam varian tertinggi.
Bagi konsumen Indonesia, kehadiran Range Rover Electric mungkin masih membutuhkan waktu lebih lama mengingat infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas. Namun, bagi para kolektor dan penggemar otomotif, kehadiran SUV listrik termahal ini tentu menjadi tontonan yang menarik untuk diikuti perkembangannya.





Komentar
Belum ada komentar.