šŸ“‘ Daftar Isi

Geely Emgrand dengan teknologi i-HEV yang mencapai efisiensi termal 48,41 persen

Produsen China Ungguli Jepang di Mesin Konvensional

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Media Jepang (Nikkei) akui produsen China ungguli Jepang di mesin konvensional
  • Chery catat efisiensi termal 48,57% dengan sistem hybrid Kunpeng Tianqing
  • Geely raih 48,41% efisiensi lewat i-HEV dengan AI dan rasio kompresi 15,5:1
  • Changan luncurkan Bluecore Super Engine dengan injeksi 500-bar pertama di dunia
  • AI dan sensor fusion diintegrasikan ke unit kontrol mesin untuk adaptasi real-time
  • Chery jual 2,8 juta kendaraan di 2025, 70% bertenaga bensin
  • Jepang masih pimpin segmen non-listrik (30% vs 20%), tapi China kejar dengan cepat
  • GlobalData: Hybrid masih kuasai 15% penjualan global pada 2038

Telset.id – Media Jepang secara terbuka mengakui bahwa produsen otomotif China kini dengan cepat menutup jarak, dan dalam beberapa kasus bahkan melampaui keunggulan Jepang dalam teknologi mesin pembakaran internal, terutama pada powertrain hybrid. Pengakuan ini muncul dalam artikel Nikkei berjudul ā€œProdusen Mobil China dengan Cepat Mengejar Pesaing Jepang dalam Teknologi Mesin, Efisiensi Konversi Daya, dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan.ā€

Artikel tersebut menyoroti terobosan dari Chery, Geely, dan Changan yang menggabungkan efisiensi termal rekor tertinggi dengan sistem kontrol cerdas. Capaian ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap persaingan otomotif global, di mana China tidak lagi hanya fokus pada kendaraan listrik, tetapi juga menyempurnakan teknologi mesin konvensional.

Efisiensi Termal Pecahkan Rekor

Chery memperkenalkan sistem hybrid ā€œKunpeng Tianqingā€ pada Tiggo 9 di Shenzhen Auto Show. Mesin ini mencapai efisiensi termal 48,57 persen, angka tertinggi yang pernah diklaim secara publik oleh produsen mobil mana pun. Sementara itu, powertrain ā€œi-HEVā€ milik Geely yang dipasang di Xingyue L (Monjaro) mencapai efisiensi 48,41 persen melalui rasio kompresi 15,5:1, timing katup Miller, dan manajemen energi berbasis AI yang menyesuaikan secara real-time terhadap ketinggian, kelembaban, dan suhu.

Geely Emgrand with i-HEV technology.

Changan juga meluncurkan ā€œBluecore Super Engineā€ yang menampilkan sistem injeksi tekanan tinggi 500-bar pertama yang diproduksi massal di dunia, memberikan atomisasi bahan bakar yang lebih halus dan respons throttle yang lebih tajam. Angka-angka efisiensi ini melampaui kisaran 38–45 persen yang umum pada mesin bensin saat ini, bahkan melampaui banyak hybrid modern yang sebelumnya dianggap terdepan di kelasnya.

Kecerdasan Buatan pada Mesin Konvensional

Di luar aspek perangkat keras, para insinyur China mengintegrasikan kecerdasan buatan dan fusi sensor ke dalam unit kontrol mesin. Sistem Geely, misalnya, secara terus-menerus mengoptimalkan pembakaran dan aliran energi, memungkinkan powertrain beradaptasi secara instan terhadap perubahan kondisi jalan dan cuaca. Chery berencana menggunakan keluarga mesin yang sama pada kendaraan hybrid plug-in dan range-extender electric vehicle (EREV), yang menargetkan pasar dengan infrastruktur pengisian daya yang terbatas.

Pendekatan ganda ini menunjukkan bahwa China tidak meninggalkan teknologi mesin konvensional begitu saja. Sementara produsen China mempercepat penjualan kendaraan listrik global, mereka secara bersamaan menyempurnakan teknologi bensin dan hybrid untuk melayani lebih dari 70 juta pembeli tahunan yang masih memilih mobil bertenaga pembakaran.

Strategi Dual-Track China

Pada tahun 2025, Chery menjual 2,8 juta kendaraan, 70 persen di antaranya bertenaga bensin, dan mengekspor 1,34 juta unit, lebih banyak dari produsen China lainnya. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan global terhadap mesin konvensional masih sangat besar, dan China siap memenuhinya dengan teknologi yang semakin canggih.

Seperti dilaporkan Nikkei, perusahaan Jepang masih memimpin di segmen non-listrik dengan pangsa 30 persen dibandingkan China yang 20 persen. Namun, analis dari GF Securities berpendapat bahwa kombinasi mesin ultra-efisien dan kecerdasan kendaraan China siap mengubah pasar hybrid hingga tahun 2038. GlobalData memperkirakan hybrid masih akan menyumbang 15 persen dari penjualan global pada tahun tersebut.

Penerapan kecerdasan buatan dalam sistem kontrol mesin menjadi faktor pembeda utama. Dengan kemampuan adaptasi real-time terhadap kondisi lingkungan, powertrain China menawarkan efisiensi yang sebelumnya sulit dicapai oleh teknologi konvensional. Ini juga membuka peluang bagi para engineer otomotif untuk terus berinovasi tanpa khawatir digantikan oleh AI.

Changan Bluecore Super Hybrid technology.

Implikasi bagi Industri Otomotif Global

Pengakuan dari media Jepang ini menandai titik balik dalam persaingan otomotif global. China tidak lagi sekadar mengejar ketertinggalan, tetapi telah mengambil posisi terdepan dalam beberapa aspek teknologi mesin. Kombinasi efisiensi termal tinggi, kecerdasan buatan, dan strategi dual-track membuat China menjadi pemain yang semakin dominan di pasar kendaraan konvensional maupun hybrid.

Dengan lebih dari 70 juta pembeli kendaraan bertenaga pembakaran setiap tahunnya, pasar ini masih sangat besar dan menguntungkan. Keunggulan teknologi yang diraih China, terutama dalam efisiensi termal dan integrasi AI, akan menjadi modal berharga untuk merebut pangsa pasar dari Jepang dan pemain tradisional lainnya.

Bagi konsumen, persaingan ini berarti pilihan kendaraan yang lebih efisien dan cerdas, baik dari segi mesin konvensional maupun hybrid. Produsen China kini mampu menawarkan teknologi yang tidak kalah, bahkan unggul, dari pesaing Jepang yang selama puluhan tahun mendominasi segmen ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.