šŸ“‘ Daftar Isi

Polestar Formula 2030 concept car dengan lampu Dual Blade khas Polestar

Polestar Formula 2030: Evolusi Desain Menuju Profitabilitas

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø5 menit membaca
Bagikan:
  • Polestar resmi mengonfirmasi konsep Formula 2030 sebagai gambaran arah desain masa depan merek
  • Konsep ini mempreview desain Polestar 2 baru (2027) dan Polestar 7 (2028)
  • Philipp Romers, kepala desain sejak 2024, menyebut ini "evolusi berani, bukan revolusi"
  • Lampu Dual Blade tetap dipertahankan agar tetap dikenali sebagai Polestar
  • Polestar catat rekor pengiriman H1 2026: 30.423 unit, tapi rugi bersih US$842 juta
  • Margin kotor minus 8 persen, pendapatan turun 4 persen year over year
  • Polestar kehilangan pasar AS akibat Connected Vehicle Rule untuk tahun model 2027+
  • Polestar 7 akan menggantikan Polestar 2 sebagai entry point di Eropa
  • Konsep debut publik akhir tahun ini bersamaan peluncuran media Polestar 4 SUV

Telset.id – Polestar mengonfirmasi konsep mobil terbaru bernama Formula 2030 yang menjadi gambaran paling jelas tentang arah desain merek asal Swedia tersebut ke depan. Konsep ini memperlihatkan gaya yang akan muncul pada Polestar 2 generasi berikutnya yang dijadwalkan hadir pada 2027, serta Polestar 7, SUV kompak yang akan datang pada 2028.

Formula 2030 juga menjadi pusat desain dari strategi yang dipresentasikan perusahaan kepada para investor dengan satu tujuan utama: mencapai profitabilitas. Konsep ini pertama kali diperlihatkan secara tertutup kepada investor, dealer, dan pelanggan VIP di ā€œThe Cubeā€, markas Polestar di Gothenburg, dalam acara ā€œFormula 2030 strategy eventā€. Mobil konsep tersebut akan mendapatkan debut publiknya akhir tahun ini bersamaan dengan peluncuran media Polestar 4 SUV.

Evolusi Berani, Bukan Redesain Total

Formula 2030 merupakan pernyataan desain penuh pertama dari Philipp Romers yang mengambil alih posisi kepala desain Polestar pada 2024 setelah datang dari Audi dan menggantikan Maximilian Missoni. Romers tidak mengubah total pendekatan desain yang sudah ada. ā€œSudah jelas kami butuh evolusi yang berani, bukan revolusi dari apa yang ada sebelumnya,ā€ ujarnya, merujuk pada lampu utama ā€œDual Bladeā€ yang tetap menjadi pusat perhatian pada konsep ini agar ā€œtetap dikenali sebagai Polestarā€.

Bagian depan mobil mempertahankan signature cahaya split-blade yang telah digunakan Polestar sejak Polestar 2, dan profilnya tetap mempertahankan bentuk fastback rendah dengan atap panjang yang selama ini menjadi ciri khas merek. Ini merupakan penyempurnaan dari tampilan yang sudah ada di jalan, bukan penemuan ulang. Keputusan ini dinilai masuk akal mengingat desain selalu menjadi salah satu kekuatan utama Polestar, dan perusahaan saat ini tidak memiliki dana untuk mengambil risiko dengan perubahan radikal.

Menurut laporan InsideEVs, konsep Formula 2030 tampil sebagai sedan rendah dengan stance yang lebih kokoh dibanding Polestar sebelumnya. Desain depannya menonjolkan lebar kendaraan, membuatnya terlihat lebih agresif dibanding Polestar 5 yang saat ini menjadi model paling sporty dan halo model dari merek tersebut.

Philipp Rƶmers juga menegaskan bahwa Polestar tidak ingin menyimpang terlalu jauh dari identitas visual yang sudah mapan. Sentuhan familiar seperti lampu Dual Blade akan tetap dipertahankan, bersamaan dengan gaya yang diperbarui, interior segar, dan fokus pada material yang lebih berkelanjutan.

Angka di Balik Strategi Formula 2030

Polestar datang dari paruh pertama terbaik dalam hal volume, namun masih mencatatkan kerugian yang besar. Perusahaan mengirimkan 30.423 kendaraan pada H1 2026, rekor paruh pertama terbaik sepanjang sejarah, tetapi mencatat kerugian bersih sebesar 842 juta dolar AS dari pendapatan 1,36 miliar dolar AS, turun 4 persen dibanding tahun sebelumnya. Margin kotor berada di angka minus 8 persen.

Kerugian yang semakin menyempit menjadi poin yang ingin ditekankan Polestar kepada para investor. Kerugian bersih H1 menyusut 29 persen dari tahun sebelumnya, dan perusahaan telah memangkas kesenjangan tersebut selama beberapa kuartal. Namun demikian, Polestar masih kehilangan uang pada setiap mobil di tingkat kotor, dan baru-baru ini memangkas panduan pengiriman setahun penuh.

InsideEVs mencatat bahwa penjualan kendaraan naik 0,4 persen year over year, tetapi pendapatan turun 4,4 persen, dengan kerugian bersih H1 sebesar 842 juta dolar AS setelah mengurangi kerugian operasional sebesar 43 persen. Hal ini mendorong Polestar memangkas prospek pertumbuhan setahun penuh dari angka rendah belasan persen menjadi rendah hingga menengah satu digit.

Kehilangan Pasar AS

Ada celah besar dalam peta pasar Polestar. Merek ini efektif kehilangan pasar AS setelah dilarang menjual di negara tersebut berdasarkan aturan federal tentang kendaraan terhubung asal China, yang berdampak pada mobil dengan perangkat lunak dan keterkaitan manufaktur China. Polestar menyatakan otoritas AS menolak memberinya izin untuk menjual kendaraan tahun model 2027 dan yang lebih baru berdasarkan Connected Vehicle Rule.

Polestar masih dapat menjual inventaris tahun model sebelumnya, tetapi setelah itu habis, perusahaan memperkirakan akan menghentikan penjualan mobil baru di negara tersebut. Ini merupakan bagian besar dari permintaan EV premium yang kini tidak dapat dijangkau merek tersebut, menjadikan Eropa sebagai pusat dari seluruh rencana ini. Informasi lebih lanjut mengenai larangan ini dapat dilihat pada artikel terkait.

Produk Andalan: Polestar 2 dan Polestar 7

Polestar 2 generasi berikutnya dan Polestar 7 adalah dua produk yang diharapkan membawa rencana ini. Polestar 2 baru dijadwalkan debut awal tahun depan dan akan menjadi sedan seperti pendahulunya, dengan tugas berat sebagai penerus model terlaris perusahaan yang telah terjual lebih dari 190.000 unit. Namun, di pasar yang semakin didominasi crossover, Polestar 7 justru berpotensi menjadi penjual yang lebih besar.

Polestar telah menyatakan bahwa Polestar 7 akan menggantikan Polestar 2 sebagai entry point dan menargetkan segmen EV terbesar di Eropa. Model ini merupakan bagian dari gelombang empat model baru yang akan diluncurkan perusahaan dalam tiga tahun. Desain Formula 2030 akan memengaruhi tampilan Polestar 7 yang hadir pada 2028, meskipun keduanya tidak akan terlihat persis sama dengan konsep tersebut.

Implikasi Strategi Formula 2030

Konsep desain merupakan langkah paling murah dan paling aman yang dapat dilakukan produsen mobil yang sedang berjuang. Polestar tidak mampu melakukan pengungkapan pabrik baru yang mencolok atau produk ambisius saat ini, sehingga menampilkan evolusi tajam dari bahasa desain yang sudah disukai publik menjadi langkah yang tepat.

Substansi sebenarnya tetap ada pada Polestar 2 berikutnya dan Polestar 7. Kedua model itulah yang akan menentukan apakah ā€œFormula 2030ā€ merupakan turnaround nyata atau sekadar presentasi yang menarik. Tren saat ini menunjukkan arah yang positif. Kerugian menyusut, volume H1 mencapai rekor, dan ritme produk terbilang agresif untuk perusahaan seukuran ini. Namun, ā€œdorongan menuju profitabilitasā€ telah menjadi rencana selama bertahun-tahun, dan targetnya terus bergeser.

Kabar baiknya, Geely tampaknya tidak menyerah pada Polestar. Dukungan dari induk usaha ini menjadi modal penting, terutama setelah keputusan Polestar untuk tidak mengajukan banding atas larangan penjualan di AS. Perusahaan kini harus membuktikan bahwa strategi Formula 2030 mampu membawa mereka keluar dari zona kerugian dan mencapai profitabilitas yang selama ini dijanjikan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.