📑 Daftar Isi

Zeekr 9X terparkir di Kazakhstan dengan layar peringatan keamanan

Pemilik Zeekr 9X Terkunci 30 Jam di Perbatasan Kazakhstan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pemilik Zeekr 9X alami penguncian fitur 30 jam di perbatasan Kazakhstan
  • Sistem infotainment, navigasi, dan kompartemen terkunci karena mekanisme anti-pencurian
  • Zeekr klarifikasi: sistem penggerak tetap berfungsi, bukan kendaraan terkunci total
  • Solusi: kode otorisasi setelah verifikasi, tombol hazard untuk buka tutup bahan bakar
  • Zeekr catat pengiriman 35.169 unit pada Juni 2026, naik 111% year-on-year
  • Perusahaan berjanji optimalkan strategi keamanan untuk perjalanan lintas batas

Telset.id – Seorang pemilik Zeekr 9X asal China mengalami penguncian fitur pintar selama lebih dari 30 jam saat melintasi perbatasan ke Kazakhstan, memicu perdebatan tentang kebijakan keamanan kendaraan listrik lintas negara. Insiden ini terjadi pada 16 Juli 2026, saat Tuan Liu, pemilik SUV seharga 500.000 yuan (sekitar 73.500 USD), hendak melakukan perjalanan lintas benua menuju Eropa.

Menurut laporan dari National Business Daily, Tuan Liu yang membeli kendaraannya enam bulan lalu merasa frustrasi karena sistem infotainment, navigasi, kompartemen penyimpanan, dan tutup pengisi bahan bakar elektronik mendadak terkunci. Ia mengaku telah memberi tahu staf dealer tentang rencana perjalanan lintas batasnya saat pemeriksaan pra-perjalanan, namun tidak menerima peringatan apapun mengenai potensi pembatasan sistem.

Pada 23 Juli, juru bicara Zeekr memberikan klarifikasi resmi. “Setelah verifikasi, lokasi kendaraan terdeteksi di wilayah luar negeri, yang memicu mekanisme perlindungan keamanan bawaan,” jelasnya. Perusahaan menegaskan bahwa ini adalah langkah anti-pencurian standar industri untuk melindungi aset pemilik dan mematuhi peraturan internasional serta manajemen impor-ekspor.

Mekanisme Keamanan dan Solusi

Zeekr menekankan bahwa mekanisme ini tidak mempengaruhi sistem penggerak inti seperti powertrain atau pengereman. “Tidak ada skenario di mana kendaraan ‘terkunci’ atau ‘tidak dapat dikemudikan’,” tegas perwakilan Zeekr. Perusahaan juga menjelaskan bahwa port pengisian daya dapat dibuka dengan tekanan langsung, sementara tutup bahan bakar dapat dibuka dengan menekan lama tombol hazard fisik di dalam kabin selama lima detik.

Menurut pabrikan, setelah pengguna memverifikasi bahwa perjalanan lintas batas adalah sah, pembatasan dapat dicabut melalui kode otorisasi. Kendaraan Tuan Liu telah diverifikasi dan peringatan sistem telah dihapus. Namun, pembukaan kunci sementara terbatas pada satu wilayah; melintasi beberapa negara dapat menyebabkan kendaraan terkunci kembali.

“Kami terus menjalin komunikasi erat dengan pengguna untuk secara aktif membantu urusan lanjutan dan akan terus mengoptimalkan strategi keamanan berdasarkan masukan pengguna untuk meningkatkan pengalaman perjalanan lintas batas,” ujar perwakilan Zeekr.

Insiden ini mengungkap kesenjangan antara ekspektasi pengguna dan kebijakan pabrikan. Tuan Liu mengaku telah memberi tahu dealer tentang rencana perjalanannya, namun tidak mendapat peringatan. Zeekr sendiri mencatatkan pengiriman 35.169 kendaraan pada Juni 2026, meningkat 111% year-on-year, dengan total 178.370 kendaraan terkirim pada semester pertama 2026.

Bagi pemilik Zeekr 9X yang berencana melakukan perjalanan lintas negara, insiden ini menjadi pengingat penting untuk memverifikasi kebijakan keamanan regional sebelum berangkat. Zeekr berjanji akan terus mengoptimalkan strategi keamanan berdasarkan masukan pengguna untuk meningkatkan pengalaman perjalanan lintas batas.

Implikasinya, pemilik kendaraan listrik China yang sering bepergian ke luar negeri perlu memahami bahwa fitur keamanan regional dapat membatasi akses ke sistem infotainment. Meskipun sistem penggerak tetap berfungsi, ketidaknyamanan akibat hilangnya navigasi dan akses kompartemen bisa menjadi masalah serius dalam perjalanan jarak jauh.

Zeekr, sebagai merek di bawah Geely, menunjukkan komitmen untuk menangani masalah ini secara langsung. “Kami akan terus mengoptimalkan strategi keamanan berdasarkan masukan pengguna,” tegas perusahaan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi insiden serupa di masa depan, terutama dengan meningkatnya popularitas SUV listrik mewah buatan China di pasar global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.