πŸ“‘ Daftar Isi

Amnon Shashua pendiri dan CEO Mobileye yang mengumumkan pengunduran diri

Mobileye CEO Mundur, Robotaxi dan Robot Humanoid Jadi Fokus Baru

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Amnon Shashua, pendiri dan CEO Mobileye, mengumumkan rencana mundur setelah hampir 30 tahun memimpin perusahaan
  • Shashua akan tetap menjabat sampai pengganti ditemukan sesuai filing regulasi
  • Mobileye fokus ekspansi ke robotaxi dengan rencana peluncuran di AS pada 2027
  • Perusahaan akuisisi startup robot humanoid Mentee Robotics senilai $900 juta
  • Akuisisi ini disebut sebagai bagian dari fase "Mobileye 3.0" yang fokus pada robotika dan AI otomotif
  • Mobileye pemasok sistem otonom untuk Volkswagen dan MOIA
  • Intel tetap menjadi pemegang saham terbesar Mobileye

Telset.id – Mobileye, perusahaan teknologi pengemudi otonom asal Israel, mengumumkan rencana pendiri dan CEO Amnon Shashua untuk mundur dari posisi puncak setelah hampir tiga dekade memimpin. Langkah ini terjadi tepat saat Mobileye mulai mendorong ekspansi ke bisnis robotaxi dan robot humanoid.

Menurut filing regulasi yang dirilis pada Kamis, Shashua akan tetap menjabat sebagai CEO sampai Mobileye berhasil merekrut penggantinya. Keputusan ini menandai akhir dari era kepemimpinan Shashua yang membangun Mobileye dari perusahaan rintisan berbasis riset akademis menjadi pemasok utama chip keselamatan otomotif global.

Mobileye memulai perjalanannya dengan mengembangkan chip visi komputer yang didasarkan pada riset akademis Shashua di Hebrew University, Israel. Perusahaan ini kemudian tumbuh menjadi pemasok besar chip yang mendukung fitur keselamatan dan bantuan pengemudi. Kesuksesan Mobileye mencapai puncaknya saat mencatatkan IPO terbesar dalam sejarah Israel, diakuisisi oleh Intel pada 2017 senilai $15,3 miliar, lalu dipisahkan kembali sebagai perusahaan publik pada 2022. Meski demikian, Intel tetap menjadi pemegang saham terbesar Mobileye.

Di bawah kepemimpinan Shashua, Mobileye tidak hanya menjual chip ke produsen mobil. Perusahaan mulai membangun sistem otonomnya sendiri yang kini dipasok ke Volkswagen dan anak perusahaannya, MOIA. Langkah ini menunjukkan transformasi Mobileye dari sekadar pemasok komponen menjadi pemain utama dalam ekosistem kendaraan otonom.

Ekspansi ke Robot Humanoid dan Robotaxi

Pada Januari lalu, Mobileye mengakuisisi startup robot humanoid milik Shashua, Mentee Robotics, senilai $900 juta. Akuisisi ini disebut Shashua sebagai bagian dari β€œMobileye 3.0,” fase bisnis berikutnya yang berfokus pada robotika dan AI otomotif. Langkah ini menunjukkan ambisi Mobileye untuk memperluas jangkauan teknologinya di luar sektor otomotif tradisional.

Selain robot humanoid, Mobileye juga mengumumkan pada Juni lalu bahwa perusahaan akan meluncurkan layanan robotaxi di sebuah kota di Amerika Serikat pada 2027. Ekspansi ini menandai pergeseran signifikan dari status Mobileye sebagai pemasok menjadi operator layanan mobilitas otonom. Ini adalah langkah berani yang menempatkan Mobileye bersaing langsung dengan perusahaan robotaxi lain seperti Waymo dan Cruise.

Keputusan Mobileye untuk terjun ke bisnis robotaxi dan robot humanoid mencerminkan perubahan strategi besar-besaran. Perusahaan yang awalnya hanya berfokus pada chip dan sistem bantuan pengemudi kini ingin menjadi pemimpin dalam ekosistem mobilitas dan robotika secara keseluruhan.

Di industri yang sama, persaingan semakin ketat. Beberapa waktu lalu, Konsorsium Mobil Otonom yang digagas BMW juga menarik banyak peminat, menunjukkan bahwa pasar teknologi otonom terus berkembang pesat.

Warisan dan Masa Depan Mobileye

Kepemimpinan Amnon Shashua selama hampir 30 tahun telah membentuk Mobileye menjadi salah satu perusahaan teknologi otomotif paling berpengaruh di dunia. Dari chip visi komputer sederhana hingga sistem otonom canggih, Mobileye telah melalui perjalanan transformasi yang luar biasa. Shashua tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga mendefinisikan ulang bagaimana teknologi dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi di jalan raya.

Keputusan Shashua untuk mundur di tengah ekspansi Mobileye ke bisnis baru menunjukkan bahwa ia ingin memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar. Dengan tetap menjabat sampai pengganti ditemukan, Shashua memberikan waktu bagi dewan direksi untuk mencari pemimpin yang tepat untuk membawa Mobileye ke fase berikutnya.

Mobileye saat ini berada di persimpangan penting. Perusahaan tidak hanya harus mempertahankan posisinya sebagai pemasok chip otomotif terkemuka, tetapi juga berhasil mengeksekusi rencana ambisiusnya di bidang robotaxi dan robot humanoid. Tantangan ini membutuhkan pemimpin yang memiliki visi teknologi yang kuat sekaligus kemampuan bisnis yang mumpuni.

Sementara itu, Intel sebagai pemegang saham terbesar Mobileye juga tengah menghadapi tantangan sendiri. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Intel kini lebih fokus mengembangkan chip AI buatan sendiri untuk bersaing dengan NVIDIA, yang bisa mempengaruhi dinamika hubungan kedua perusahaan ke depannya.

Mobileye juga harus bersaing dengan pemain lain di industri robotaxi. Persaingan ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal regulasi, penerimaan publik, dan model bisnis. Keberhasilan Mobileye di pasar robotaxi akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk menavigasi kompleksitas ini.

Di sisi lain, akuisisi Mentee Robotics senilai $900 juta menunjukkan keseriusan Mobileye di bidang robot humanoid. Meskipun masih dalam tahap awal, robot humanoid memiliki potensi pasar yang sangat besar, mulai dari manufaktur hingga layanan kesehatan. Mobileye tampaknya ingin memanfaatkan keahliannya di bidang AI dan visi komputer untuk merambah pasar ini.

Keputusan Shashua untuk mundur juga bisa dilihat sebagai langkah strategis untuk memberikan ruang bagi kepemimpinan baru yang lebih segar. Dengan fokus baru pada robotaxi dan robot humanoid, Mobileye mungkin membutuhkan pemimpin dengan pengalaman berbeda yang dapat membawa perusahaan ke arah yang baru.

Bagi industri teknologi, langkah Mobileye ini menarik untuk diikuti. Perusahaan yang memulai dari riset akademis di universitas kini menjadi pemain global yang mempengaruhi arah industri otomotif dan robotika. Transisi kepemimpinan ini akan menjadi ujian bagi ketahanan dan visi jangka panjang Mobileye.

Dengan rencana peluncuran robotaxi pada 2027 dan ekspansi ke robot humanoid, Mobileye menunjukkan bahwa perusahaan tidak berniat berpuas diri. Meskipun tantangan besar menanti, Mobileye memiliki fondasi teknologi yang kuat dan dukungan dari Intel untuk mewujudkan ambisinya.

Pengumuman mundurnya Amnon Shashua menandai akhir dari satu era dan awal dari era baru bagi Mobileye. Pertanyaan besarnya adalah: siapa yang akan menggantikan Shashua dan apakah pemimpin baru itu mampu membawa Mobileye ke fase pertumbuhan berikutnya? Jawabannya akan menentukan masa depan salah satu perusahaan teknologi otomotif paling inovatif di dunia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.