Telset.id – BMW iX3 berhasil menempuh jarak 1.030,2 km dalam sekali pengisian daya pada uji hypermiling di China, dengan sisa baterai 5 persen. Capaian ini menjadi rekor jarak tempuh terjauh untuk kendaraan listrik BMW dan menandai dimulainya era baru arsitektur Gen6 eDrive yang menggunakan sistem 800V.
Uji coba tersebut dilakukan oleh seorang test driver BMW yang berkendara dari pabrik perakitan di Shenyang menuju fasilitas R&D BMW di Beijing. Hasil ini jauh melampaui rating resmi CLTC untuk BMW iX3 50L xDrive yang tercatat sebesar 919 km, sekaligus membuktikan kemampuan platform listrik khusus BMW yang akhirnya meninggalkan pendekatan konversi dari mesin pembakaran.
Perlu dicatat bahwa pencapaian ini merupakan uji efisiensi ekstrem yang dirancang untuk mengukur batas maksimal kemampuan kendaraan. Pengemudi normal yang menggunakan AC dan berkendara di jalan tol dengan kecepatan tinggi tentu tidak akan mendapatkan angka empat digit tersebut dalam penggunaan sehari-hari.
Teknologi Gen6 eDrive dan Arsitektur 800V
Rahasia di balik efisiensi BMW iX3 terletak pada sistem 800V yang menggunakan sel silinder besar sebagai pengganti sel prismatik. Ini merupakan pertama kalinya teknologi tersebut digunakan pada BMW yang diproduksi massal di China. Baterai menggunakan komposisi kimia nikel tinggi Series 9 yang dipadukan dengan arsitektur cell-to-pack tanpa modul, sehingga sel-sel baterai terintegrasi langsung ke dalam struktur housing baterai.
Pendekatan ini menghilangkan ruang mati dan braket struktural yang tidak diperlukan, meningkatkan kepadatan energi volumetrik sekitar 20 persen dibandingkan generasi eDrive sebelumnya. Bobot yang lebih ringan, kemasan yang lebih rapat, dan efisiensi termal yang lebih tinggi menjadi prioritas utama dalam pengembangan platform ini.
BMW iX3 juga mengusung dimensi yang kompetitif dengan panjang 4.782 mm, lebar 1.895 mm, dan wheelbase 2.897 mm dengan bobot kosong sekitar 2.160 kg. Jika dibandingkan dengan Audi Q6 e-tron yang memiliki panjang 4.771 mm, lebar 1.939 mm, wheelbase 2.889 mm, dan bobot 2.200 kg, BMW unggul di semua aspek. Sementara itu, Tesla Model Y memang lebih besar dengan panjang 4.790 mm dan lebih ringan di 2.003 kg, namun BMW menawarkan ruang kaki belakang ala limusin berkat kemasan yang efisien.
Baca Juga:
Respons BMW Terhadap Pasar EV China
Langkah BMW menghadirkan platform listrik khusus ini merupakan respons terhadap tekanan kompetitif yang semakin ketat di pasar kendaraan listrik China. Pada paruh pertama 2026, penjualan BMW Group di China turun 20,4 persen year over year menjadi 262.000 unit. Perang harga yang dilancarkan produsen domestik telah mengikis daya tawar harga yang selama ini dinikmati merek Eropa.
Sebagai gambaran, harga transaksi efektif untuk BMW Seri 5 berbahan bakar bensin kini turun hingga RMB 280.000 atau sekitar €35.400. Kondisi ini menunjukkan bahwa lencana premium tidak lagi menjamin prestise di Chengdu atau Shanghai, karena konsumen kini menuntut jarak tempuh ekstrem, kurva pengisian daya yang sangat cepat, dan kemasan tanpa kompromi.
BMW juga tengah bersiap menghadapi kompetisi dari berbagai merek yang menawarkan teknologi serupa. Beberapa kompetitor bahkan sudah mengklaim jarak tempuh yang sebanding, seperti yang terlihat pada Denza Z9 GT EV dengan kemampuan isi ulang 5 menit. BMW perlu memastikan bahwa teknologi Gen6 eDrive mampu bersaing tidak hanya dari segi jarak tempuh, tetapi juga kecepatan pengisian daya.
Pemesanan untuk Neue Klasse iX3 akan dibuka pada 21 Agustus di Chengdu Auto Show, di mana BMW akan mengungkapkan spesifikasi lengkap untuk pasar China dan integrasi teknologi. Namun, BMW tidak sepenuhnya meninggalkan kendaraan berbahan bakar bensin. Di panggung yang sama, BMW juga akan memamerkan BMW X3 2027 konvensional yang akan memulai pengiriman pada September, serta BMW M3 40th Anniversary Limited Edition.
Strategi ini menunjukkan pendekatan ganda BMW: tetap melayani penggemar mesin pembakaran sambil memperkenalkan flagship listrik baru. Dengan arsitektur baterai baru dan jarak tempuh yang mengesankan, BMW menunjukkan bahwa mereka akhirnya serius mengembangkan kendaraan listrik dari dasar, bukan sekadar mengonversi platform yang ada.
Meskipun rekor hypermiling ini patut diapresiasi, ujian sebenarnya akan datang ketika konsumen sehari-hari menggunakan BMW iX3 di jalan raya. Namun yang jelas, BMW telah berhenti memperlakukan kendaraan listrik sebagai kompromi dari mesin pembakaran. Dengan BMW iX3 jadi penyelamat di tengah penjualan EV yang menurun di berbagai pasar, masa depan elektrifikasi BMW kini berada di jalur yang lebih solid. Rencana BMW iX7 yang akan hadir pada 2027 juga menunjukkan komitmen jangka panjang BMW terhadap platform listrik khusus ini.





Komentar
Belum ada komentar.