📑 Daftar Isi

Geely Bawa Baterai Solid-State 500 Wh/kg ke Mobil Tahun Depan

Geely Bawa Baterai Solid-State 500 Wh/kg ke Mobil Tahun Depan

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Geely Holding tengah mengembangkan baterai solid-state generasi terbaru untuk kendaraan listrik dengan kepadatan energi mencapai 500 Wh/kg. Pabrikan asal China itu menargetkan baterai tersebut mulai diuji coba di jalan raya pada tahun depan, tepatnya melalui program percontohan yang dijadwalkan berjalan pada 2027.

Jika target tersebut tercapai, baterai solid-state buatan Geely akan menjadi dua kali lebih efisien dalam hal ruang dibandingkan baterai lithium-ion terbaik yang ada di pasaran saat ini. Sebagai perbandingan, baterai NMC saat ini menawarkan kepadatan energi 250 hingga 300 Wh/kg di tingkat sel, dan angka tersebut turun signifikan ketika sudah diintegrasikan ke dalam paket baterai.

Angka 500 Wh/kg ini menjadi penting karena mampu membuka peluang desain kendaraan listrik yang jauh lebih fleksibel. Produsen dapat membuat baterai yang lebih kecil dengan kapasitas yang sama, atau justru memperbesar kapasitas secara signifikan tanpa menambah volume. Dengan begitu, pabrikan memiliki kebebasan lebih luas untuk merancang berbagai tipe kendaraan.

Geely sendiri saat ini tengah membangun pabrik paket baterai solid-state pertamanya yang dikelola secara internal. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan untuk menguasai teknologi baterai generasi berikutnya secara mandiri, sejalan dengan pengembangan baterai solid-state yang dilakukan oleh divisi Geely Holding.

Dampak Kepadatan Energi pada Jangkauan dan Daya Tahan

Salah satu konsekuensi paling menarik dari kepadatan energi yang tinggi adalah potensi jangkauan yang luar biasa. Jika produsen memutuskan untuk mempertahankan berat baterai yang sama, mereka dapat memproduksi kendaraan listrik yang mampu bersaing dengan mobil diesel dengan jangkauan lebih dari 1.000 km dalam sekali pengisian daya.

Selain jangkauan, daya tahan baterai juga menjadi nilai jual utama. Geely mengklaim baterai solid-state generasi barunya ini memiliki umur pakai hingga 1 juta km. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata baterai lithium-ion konvensional yang umumnya bertahan antara 200.000 hingga 500.000 km tergantung pada kondisi penggunaan dan perawatan.

Sebagai gambaran, baterai Golden Brick LFP milik Geely yang dikenal dengan kecepatan pengisian dayanya yang sangat tinggi, hanya memiliki kepadatan energi 128 Wh/kg di tingkat paket. Artinya, lompatan menuju 500 Wh/kg merupakan peningkatan hampir empat kali lipat dibandingkan teknologi yang sudah ada di lini produk Geely saat ini.

Tantangan Suhu dan Jadwal Produksi Massal

Salah satu masalah terbesar dengan baterai solid-state adalah sensitivitas terhadap suhu. Sel baterai jenis ini biasanya hanya dapat tetap stabil pada rentang suhu yang relatif sempit. Namun, Geely mengklaim telah menemukan solusi untuk masalah ini melalui mitra materialnya, Dow Chemical.

Menurut Dow Chemical, perekat yang digunakan untuk paket baterai mampu menjaga sel tetap stabil pada rentang suhu dari -40 derajat Celcius hingga 120 derajat Celcius. Rentang suhu yang lebar ini menjadi kunci untuk memastikan baterai dapat beroperasi dengan andal di berbagai kondisi iklim, termasuk di negara dengan suhu ekstrem.

Geely menyatakan akan meluncurkan program percontohan pada 2027, yang berarti baterai-baterai ini akan dipasang di sejumlah mobil sungguhan di jalan raya mulai tahun depan. Meski demikian, produksi massal dalam skala besar masih membutuhkan waktu lebih lama, tergantung pada hasil pengujian yang dilakukan selama program percontohan berlangsung.

Perkembangan baterai solid-state Geely ini menjadi bagian dari persaingan teknologi baterai di industri kendaraan listrik global. Sementara itu, kompetitor lain seperti CATL juga terus mengembangkan teknologi baterai mereka sendiri, termasuk baterai lithium-air yang diklaim memiliki kepadatan energi setara bensin.

Keberhasilan Geely mencapai target 500 Wh/kg akan menjadi tonggak penting dalam industri kendaraan listrik. Dengan kepadatan energi dua kali lipat dari baterai lithium-ion terbaik saat ini, baterai solid-state Geely berpotensi mengubah lanskap kendaraan listrik secara fundamental, terutama dalam hal desain kendaraan dan jangkauan tempuh.

Bagi konsumen, dampak paling nyata dari teknologi ini adalah hadirnya kendaraan listrik dengan jangkauan jauh lebih panjang tanpa perlu menambah ukuran baterai. Hal ini juga dapat membuka jalan bagi desain kendaraan yang lebih bervariasi, karena pabrikan tidak lagi dibatasi oleh keterbatasan ruang untuk menempatkan baterai berkapasitas besar.

Program percontohan yang dimulai tahun depan akan menjadi ujian nyata bagi teknologi ini. Hasil pengujian di lapangan akan menentukan seberapa cepat Geely dapat membawa baterai solid-state 500 Wh/kg ke pasar massal dan bagaimana teknologi ini akan bersaing dengan solusi baterai lain yang sedang dikembangkan oleh para kompetitornya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.