šŸ“‘ Daftar Isi

Grafik peringkat penjualan mobil terlaris China Agustus 2026 yang didominasi kendaraan listrik

Mobil Listrik Kuasai 9 dari 10 Posisi Penjualan Teratas China Agustus

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Mobil listrik BEV kuasai 9 dari 10 posisi penjualan mobil teratas China Agustus 2026
  • Geely EX2 pimpin pasar dengan 39.651 unit terjual dan jadi mobil listrik terlaris kumulatif 2026
  • Tidak ada mobil ICE di sepuluh besar, Toyota Corolla pertama di posisi 13 dengan 14.675 unit
  • Tesla satu-satunya pabrikan dengan dua model di sepuluh besar (Model Y posisi 3, Model 3 posisi 6)
  • Xiaomi SU7 turun dari peringkat 4 ke 10, Xiaomi YU7 jatuh ke posisi 19 dengan 13.635 unit
  • BYD kuasai lima posisi di dua puluh besar termasuk Fang Cheng Bao Ti7
  • Volkswagen Lavida dan Nissan Sylphy terpuruk, Sylphy jatuh ke posisi 23 dengan 12.227 unit

Telset.id – Mobil listrik berbasis baterai (BEV) mendominasi pasar otomotif China pada Agustus 2026 dengan menguasai sembilan dari sepuluh posisi teratas dalam peringkat penjualan mobil penumpang. Satu-satunya pengecualian adalah BYD Fang Cheng Bao Ti7 yang menawarkan varian BEV dan PHEV, dengan 55 persen penjualannya berasal dari versi BEV. Yang lebih mengejutkan, tidak ada satu pun mobil berbahan bakar bensin yang berhasil menembus posisi sepuluh besar.

Pencapaian ini menandai bulan kedua di tahun 2026 di mana kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) sepenuhnya tersingkir dari jajaran mobil terlaris di China. Mobil ICE pertama yang muncul dalam peringkat adalah Toyota Corolla yang berada di posisi ke-13 dengan total penjualan 14.675 unit. Fenomena ini menunjukkan pergeseran besar preferensi konsumen China yang kini hampir sepenuhnya beralih ke kendaraan elektrifikasi.

Geely EX2 Pimpin Pasar dengan Penjualan 39.651 Unit

Geely EX2 memimpin pasar secara keseluruhan pada Agustus dengan menjual 39.651 unit. EX2 yang juga dikenal dengan nama Xingyuan merupakan hatchback kecil yang menjadi jawaban Geely atas BYD Seagull di China serta Volkswagen ID. Polo yang akan datang di Eropa. Keberhasilan EX2 menegaskan bahwa segmen mobil kecil listrik menjadi primadona baru di pasar China.

Grafik penjualan mobil terlaris China Agustus 2026

Keunggulan EX2 tidak hanya terjadi dalam satu bulan. Geely EX2 juga memimpin peringkat penjualan kumulatif Januari hingga Agustus 2026 sebagai mobil listrik terlaris China dengan 266.166 unit terjual. Posisi berikutnya ditempati Tesla Model Y dengan 226.931 unit dan Li Auto i6 dengan 152.845 unit. Konsistensi ini menunjukkan bahwa EX2 bukan sekadar fenomena sesaat melainkan pemimpin pasar yang sesungguhnya.

Persaingan Ketat di Posisi Kedua dan Ketiga

Leapmotor A10 menempati peringkat kedua pada Agustus dengan penjualan 30.652 unit, disusul Tesla Model Y di posisi ketiga dengan 29.260 unit. Tesla menjadi satu-satunya pabrikan yang berhasil menempatkan dua modelnya dalam sepuluh besar. Selain Model Y yang berada di urutan ketiga, Model 3 berhasil menduduki peringkat keenam dengan penjualan 20.787 unit pada periode yang sama.

Fang Cheng Bao Ti7 dari BYD menempati peringkat keempat dengan total penjualan 23.471 unit. Model ini menarik karena menawarkan dua pilihan powertrain sekaligus. Dari total penjualan tersebut, varian BEV terjual sebanyak 12.864 unit sementara varian PHEV menyumbang 10.607 unit. Sementara itu, BYD Atto 2 menempati peringkat kelima dengan penjualan 22.958 unit.

Xiaomi Mengalami Penurunan Signifikan

Kondisi berbeda dialami Xiaomi yang justru mengalami penurunan tajam pada Agustus. Xiaomi SU7 yang pada Juli berada di peringkat keempat jatuh ke posisi kesepuluh dengan penjualan 16.518 unit. Sementara itu, Xiaomi YU7 yang merupakan model SUV justru terpuruk ke peringkat ke-19 dengan hanya 13.635 unit terjual. Penurunan ini terjadi meskipun SUV sebenarnya jauh lebih populer di China dengan rasio penjualan sekitar 1:2 dibandingkan sedan.

Daftar 10 mobil terlaris China Agustus 2026

Di sisi lain, lima model berbasis ICE berhasil masuk dalam dua puluh besar. Kelima model tersebut adalah Toyota Corolla Cross, Geely Starray, Volkswagen Lavida, Toyota RAV4, dan Geely Monjaro. Dari kelima model tersebut, Lavida menjadi satu-satunya sedan yang mampu bertahan di tengah gempuran kendaraan listrik.

Situasi paling memprihatinkan dialami Volkswagen Lavida dan Nissan Sylphy. Keduanya yang dulu konsisten menjual lebih dari 20.000 unit per bulan dan rutin berada di lima besar kini harus berjuang keras untuk sekadar bertahan di peringkat 25 besar. Nissan Sylphy bahkan jatuh ke posisi ke-23 dengan hanya 12.227 unit terjual pada Agustus.

Dominasi BYD dengan Lima Model di Dua Puluh Besar

BYD berhasil menempatkan empat model dalam dua puluh besar melalui Atto 2, Song Ultra, Song Pro, dan Sealion 6. Jika ditambah dengan Fang Cheng Bao Ti7 yang merupakan bagian dari grup BYD, maka total representasi pabrikan asal China tersebut mencapai lima model sekaligus. Keberagaman model ini menunjukkan strategi BYD yang mampu melayani berbagai segmen pasar sekaligus.

Changan Nevo Q05 menempati peringkat ketujuh dengan penjualan 17.349 unit dan Li Auto i6 berada di posisi kedelapan dengan 16.979 unit. BYD Dolphin melengkapi sepuluh besar dengan penjualan 16.829 unit. Sementara itu, BYD Song Ultra berada di peringkat ke-11 dengan 15.903 unit dan Wuling Bingo Pro di posisi ke-12 dengan 14.695 unit.

Fenomena ini menegaskan bahwa era mobil listrik di China telah mencapai titik kritis. Konsumen China kini hampir sepenuhnya meninggalkan kendaraan berbahan bakar bensin, dan pabrikan yang tidak mampu beradaptasi dengan cepat akan semakin tertinggal. Merek-merek tradisional seperti Volkswagen dan Nissan yang dulu mendominasi pasar kini harus menerima kenyataan pahit bahwa posisi mereka telah diambil alih oleh pemain-pemain baru yang lebih agresif dalam elektrifikasi.

Dengan tren ini, bukan tidak mungkin dalam beberapa bulan ke depan mobil berbahan bakar bensin akan semakin sulit ditemukan dalam jajaran mobil terlaris di China. Pasar otomotif China telah berubah secara fundamental, dan masa depan industri otomotif dunia akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana pasar terbesar di dunia ini bergerak. Sementara itu, persaingan antar pabrikan listrik China sendiri diprediksi akan semakin sengit seiring dengan semakin banyaknya pemain yang berlomba merebut hati konsumen.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.