šŸ“‘ Daftar Isi

Mercedes-Benz GLC 400 4Matic EV 2027 saat pengujian range dunia nyata Edmunds

Mercedes GLC 400 EV 2027 Ungguli Range EPA di Uji Nyata

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Mercedes GLC 400 4Matic EV 2027 menempuh 392 mil di uji range Edmunds, 18% di atas estimasi EPA 331 mil
  • Konsumsi energi 28,4 kWh per 100 mil, 14% lebih efisien dari angka EPA 33 kWh per 100 mil
  • Mengungguli Volvo EX60 P10 AWD (352 mil), Cadillac Optiq (339 mil), dan Audi Q6 E-Tron Prestige (337 mil)
  • Baterai 94 kWh mendukung pengisian DC hingga 330 kW, 10% ke 80% sekitar 22 menit
  • Studi BMW Group: 73% pengguna cukup dengan 75 mil harian, hanya 18% ingin range 400 mil lebih

Telset.id – Mercedes-Benz GLC 400 4Matic EV 2027 mencatat jarak tempuh 392 mil dalam uji range dunia nyata Edmunds, atau 18% lebih jauh dari estimasi EPA yang dipatok 331 mil. Hasil ini menempatkan SUV listrik bintang tiga itu di atas sejumlah pesaing langsungnya dalam pengujian yang sama, sekaligus mengonfirmasi bahwa angka resmi EPA bukan batas atas performa kendaraan listrik.

Uji range dunia nyata Edmunds dirancang untuk memberi gambaran konsumsi energi yang lebih akurat dalam kondisi berkendara sehari-hari. Metodenya terdiri dari 60% rute perkotaan dan 40% jalan raya, dengan kecepatan rata-rata 40 mph. Kendaraan dijaga dalam rentang 5 mph dari batas kecepatan yang tertera, sementara pengaturan iklim kabin diaktifkan pada mode otomatis di suhu 72 derajat.

Dalam pengujian tersebut, GLC 400 EV tidak hanya menempuh jarak lebih jauh, tetapi juga tercatat lebih efisien. Konsumsi energinya hanya 28,4 kWh per 100 mil, sekitar 14% lebih rendah dibanding angka resmi EPA sebesar 33 kWh per 100 mil. Selisih 61 mil dari estimasi pabrikan disebut cukup untuk menambah dua, tiga, bahkan lebih hari komuter sebelum pengisian daya berikutnya.

Mercedes-Benz GLC 400 4Matic dengan teknologi EQ saat pengujian range

Di Atas Volvo, Cadillac, dan Audi

Mercedes GLC 400 4Matic EV juga mengungguli sebagian besar kompetitor dalam uji range dunia nyata yang sama. Volvo EX60 P10 AWD 2027 menempuh 352 mil, Cadillac Optiq 2025 mencakup 339 mil, dan Audi Q6 E-Tron Prestige 2027 berhasil menempuh 337 mil. Angka-angka ini menunjukkan bahwa keunggulan GLC 400 EV bukan sekadar selisih tipis, melainkan jarak yang cukup terlihat di kelas SUV listrik premium.

Soal pengisian daya, Edmunds tidak menguji kecepatan charging dalam sesi tersebut. Meski demikian, baterai 94 kWh pada GLC 400 mendukung pengisian cepat DC hingga 330 kW. Mercedes mengklaim waktu pengisian dari 10% ke 80% hanya sekitar 22 menit.

Kombinasi kapasitas baterai besar, efisiensi konsumsi energi, dan kecepatan pengisian menjadi tiga pilar yang menentukan pengalaman pemakaian harian sebuah EV. Pada GLC 400 EV, ketiganya hadir dalam satu paket yang terukur lewat data pengujian independen, bukan hanya klaim brosur.

Ekspektasi Range vs Kebutuhan Nyata

Hasil uji GLC 400 EV muncul di tengah tren pertumbuhan jangkauan baterai kendaraan listrik secara global. Jumlah mobil listrik yang menawarkan range estimasi EPA 300 mil atau lebih tumbuh dari hanya satu model pada 2016, yakni Tesla Model S 90D, menjadi sekitar 60 model pada akhir 2026. Sejumlah model baru 2027 bahkan mulai mendekati 400 mil EPA dalam sekali pengisian.

Namun, studi terbaru BMW Group mengungkap adanya kesenjangan antara ekspektasi dan kebutuhan pengguna. Studi tersebut menemukan bahwa 73% responden menyatakan jarak 75 mil atau kurang sudah cukup untuk rutinitas berkendara harian mereka. Sebanyak 42% menginginkan setidaknya 300 mil sebelum mempertimbangkan membeli EV, sementara hanya 18% responden yang menginginkan range 400 mil atau lebih.

Data tersebut memperlihatkan bahwa dorongan untuk menaikkan angka range sering kali datang dari persepsi, bukan dari pola pemakaian aktual. Di sisi lain, peningkatan efisiensi baterai dan unit penggerak membuat kendaraan listrik mampu menempuh jarak lebih jauh dengan energi yang sama, seperti yang ditunjukkan GLC 400 EV dalam pengujian Edmunds.

Tampilan Mercedes-Benz GLC 400 4Matic dengan teknologi EQ

Perluasan lini kendaraan listrik Mercedes-Benz sendiri sedang berjalan dinamis. Di pasar Amerika Serikat, pabrikan telah menghentikan EQE Sedan dan Maybach EQS 680 untuk model year 2027, sementara lini performa tinggi seperti AMG GT SUV Listrik terus dikembangkan. Regulasi kepemilikan asing dari Senat AS juga menjadi faktor yang dipantau, meski Mercedes Aman dari dampak langsung aturan tersebut.

Bagi konsumen, temuan Edmunds memberi implikasi praktis. Angka EPA sebaiknya dibaca sebagai patokan minimum, bukan batas maksimum, terutama untuk kendaraan yang efisien di rute campuran. Dengan range dunia nyata 392 mil dan kemampuan pengisian 10% ke 80% dalam sekitar 22 menit, GLC 400 EV menawarkan jarak tempuh yang melampaui ekspektasi resminya sendiri.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.