📑 Daftar Isi

Lexus LFA EV Concept tampil perdana di Goodwood FOS 2026

Lexus LFA EV Siap Meluncur 2027 dengan Baterai Solid-State

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Lexus LFA EV Concept resmi diperkenalkan di Goodwood FOS 2026
  • Mobil ini merupakan versi listrik dari Lexus LFA yang dulu bermesin V10
  • Rencana menggunakan baterai solid-state yang masih dalam tahap pengembangan
  • Target produksi dan peluncuran pada tahun 2027
  • Desain hampir final dengan interior futuristik termasuk yoke steering wheel
  • Dimensi setara Aston Martin DB12 dan Ferrari Roma
  • Persaingan ketat dengan supercar listrik lain seperti BYD Denza Z
  • Tantangan utama adalah ketepatan jadwal produksi baterai solid-state

Telset.id – Lexus secara resmi memperkenalkan kembali ikon sports car legendarisnya dalam wujud listrik murni. All-electric Lexus LFA Concept telah tampil perdana di hadapan publik pada ajang Goodwood Festival of Speed (FOS) 2026, menandai era baru bagi mobil sport premium asal Jepang tersebut.

Mobil ini merupakan evolusi dari Lexus LFA legendaris yang dulu dikenal dengan mesin V10-nya yang ikonik. Kini, Lexus memutuskan untuk mengadopsi powertrain baterai elektrik penuh. Menurut laporan yang dihimpun, Lexus LFA EV dikembangkan bersama dengan Toyota GR GT dan GR GT3, di mana ketiganya berbagi sebagian besar komponen struktural. Namun, Lexus LFA EV akan menggantikan mesin V8 dengan sistem penggerak listrik.

Lexus-LFA-EV

Baterai Solid-State yang Dinanti

Salah satu daya tarik utama Lexus LFA EV adalah rencana penggunaan baterai solid-state generasi terbaru. Toyota telah lama menjanjikan teknologi baterai ini sebagai lompatan besar dalam industri kendaraan listrik. Baterai solid-state menjanjikan kepadatan energi yang lebih tinggi, pengisian daya yang lebih cepat, serta performa yang lebih baik di suhu ekstrem.

Toyota masih menyatakan target untuk “mewujudkan penggunaan praktis pertama di dunia untuk baterai all-solid-state pada BEV” sekitar tahun 2028. Namun, sejarah menunjukkan bahwa janji ini kerap mengalami penundaan. Toyota sebelumnya mengklaim akan meluncurkan EV pertama dengan baterai solid-state pada tahun 2021, lalu mundur ke 2022, kemudian 2025, dan sekarang targetnya bergeser lagi ke antara 2027 dan 2028.

Keterlambatan ini bukanlah hal baru bagi Toyota. Baru-baru ini, Toyota juga membatalkan Lexus LF-ZC, salah satu proyek EV signifikan mereka. Bahkan, kabar terbaru menyebutkan Toyota harus mengkompensasi pemasok akibat pembatalan tersebut.

Desain Hampir Final, Siap Produksi 2027

Shogo Kasamatsu, desainer utama yang memimpin pengembangan Lexus LFA Concept, mengungkapkan kepada Autocar bahwa model produksi sudah “hampir selesai” dan dijadwalkan meluncur pada tahun 2027. Desain mobil ini merupakan penghormatan terhadap LFA versi bensin, namun dengan sentuhan futuristik khas era elektrifikasi.

Menariknya, Lexus ingin LFA EV tetap memberikan sensasi berkendara seperti pendahulunya yang bermesin V10. Kasamatsu menyebutkan bahwa Lexus ingin menghadirkan suara dan getaran khas mesin V10 melalui sistem audio dan haptic feedback di dalam kabin.

Lexus-LFA-EV

Spesifikasi dan Dimensi

Berdasarkan data yang tersedia, Lexus LFA EV Concept memiliki dimensi yang sebanding dengan supercar modern lainnya. Mobil ini memiliki panjang 184,6 inci, lebar 80,3 inci, dan tinggi 47 inci dengan wheelbase 107,3 inci. Ukuran ini menempatkannya sejajar dengan Aston Martin DB12 dan Ferrari Roma.

Di bagian interior, Lexus LFA EV akan dilengkapi dengan setir bergaya yoke, paddle shifter, serta kokpit digital imersif. Semua elemen ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang futuristik namun tetap mempertahankan karakter sporty.

Lexus-LFA-electric

Persaingan di Segmen Supercar Listrik

Ketika Lexus masih berkutat dengan pengembangan teknologi baterai, kompetitor lain sudah meluncurkan supercar listrik dengan performa gila-gilaan. Sebagai contoh, BYD memamerkan Denza Z di Goodwood FOS yang sama. Mobil yang disebut sebagai “supercar cerdas pertama di dunia” ini memiliki tenaga 1.582 hp dari konfigurasi tri-motor, dengan akselerasi 0-62 mph hanya dalam 1,96 detik.

Sebagai perbandingan, Lexus LFA generasi sebelumnya yang menggunakan mesin V10 dengan tenaga 562 hp membutuhkan waktu 3,7 detik untuk mencapai 62 mph. Angka ini menunjukkan betapa besarnya lompatan performa yang ditawarkan oleh teknologi elektrifikasi.

Lexus-LFA-EV-sports-car

Tantangan dan Harapan

Meskipun prospek Lexus LFA EV terdengar menjanjikan, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Pertama, ketergantungan pada baterai solid-state yang jadwal produksinya masih belum pasti. Kedua, persaingan ketat dari produsen lain yang sudah lebih dulu meluncurkan supercar listrik dengan performa superior.

Namun, jika Lexus berhasil mewujudkan LFA EV dengan baterai solid-state pada 2027, mobil ini bisa menjadi game changer. Baterai solid-state tidak hanya menawarkan performa lebih baik, tetapi juga keamanan dan daya tahan yang lebih unggul dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Dengan segala keterbatasan yang ada, Lexus tetap optimis. Kasamatsu menyatakan bahwa banyak orang saat ini masih skeptis terhadap kegembiraan yang ditawarkan mobil listrik. Namun, dengan kehadiran LFA EV, Lexus berharap dapat mengubah persepsi tersebut.

Kesimpulan

Lexus LFA EV menjadi bukti bahwa pabrikan Jepang tidak tinggal diam dalam persaingan mobil listrik performa tinggi. Meskipun masih menyisakan banyak pertanyaan, terutama terkait ketersediaan baterai solid-state, langkah Lexus untuk menghidupkan kembali ikon LFA dalam bentuk listrik patut diapresiasi.

Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Jika semua berjalan sesuai rencana, Lexus LFA EV akan menjadi salah satu supercar listrik paling dinantikan di akhir dekade ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.