📑 Daftar Isi

Kaca atap mobil tenaga surya Fuyao yang menghasilkan listrik dari sinar matahari

Kaca Atap Mobil Tenaga Surya Fuyao, Mampukah Gantikan Baterai?

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Fuyao Glass luncurkan kaca atap mobil penghasil listrik 150W per meter persegi
  • Daya yang dihasilkan tidak cukup untuk menggerakkan mobil, hanya untuk perangkat elektronik
  • Fuyao tidak menargetkan produk ini khusus untuk mobil listrik, video demo menggunakan BMW bensin
  • Laporan BYD tawarkan kaca ini seharga 8.000 Yuan ($1.192) dengan output 720W belum terkonfirmasi
  • Produk ini juga berpotensi diaplikasikan pada kaca bangunan

Telset.id – Fuyao Glass, salah satu pemasok kaca otomotif terbesar di dunia, telah meluncurkan produk baru yang diklaim dapat menghasilkan listrik dari kaca atap mobil. Namun, jangan berharap mobil listrik tenaga surya akan segera hadir di jalanan.

Gagasan untuk menenagai mobil listrik dengan energi matahari memang sudah lama menjadi impian banyak orang. Bayangkan jika kebutuhan baterai besar bisa dikurangi hanya dengan mengumpulkan tenaga dari sinar matahari. Sayangnya, realitanya tidak sesederhana itu. Jumlah sinar matahari yang mencapai permukaan bumi, jika dihitung dari luas area sebuah mobil, tidaklah cukup untuk menggerakkan kendaraan tersebut.

Meski demikian, berbagai upaya terus dilakukan. Kompetisi pelajar seperti Electrek American Solar Challenge dan Formula Sun Grand Prix telah berhasil menciptakan mobil bertenaga surya. Namun, kendaraan-kendaraan tersebut berukuran kecil, sangat ringan, dan hanya untuk satu penumpang—sangat jauh berbeda dengan mobil yang kita lihat di jalan raya sehari-hari.

Kisah Aptera menjadi contoh nyata tantangan ini. Perusahaan tersebut telah mengembangkan mobil listrik dengan atap surya selama bertahun-tahun dan akhirnya berhasil membuat prototipe yang dapat dikendarai. Meski begitu, mobil ini memiliki banyak kompromi dibandingkan mobil normal dan tetap tidak mampu menghasilkan energi surya yang cukup untuk sepenuhnya menenagai dirinya sendiri saat melaju.

Kaca atap surya Fuyao yang dipasang pada mobil demonstrasi

Spesifikasi Kaca Surya Fuyao

Fuyao mengklaim produk kaca surya otomotif barunya dapat menghasilkan sekitar 150W daya per meter persegi. Angka ini terbilang impresif, mengingat panel surya modern standar menghasilkan sekitar 200W per meter persegi. Sementara itu, Aptera yang disebutkan sebelumnya mampu menghasilkan 400-500W dalam kondisi terbaik—tentu saja bukan saat diparkir di bawah pohon atau di bawah bayangan gedung.

Perbedaan utamanya terletak pada sifat kaca Fuyao yang tembus pandang (translucent), sedangkan panel surya standar tidak. Panel tembus pandang tentu tidak akan bekerja seoptimal panel biasa karena tidak menangkap semua cahaya yang melewatinya. Namun, sifat ini justru cocok untuk atap kaca mobil yang memang dirancang untuk memfilter sebagian besar cahaya yang masuk.

Pola sel surya terlihat dari dalam kaca atap Fuyao

Memang belum banyak gambar yang memperlihatkan aplikasi nyata produk ini. Fuyao baru menyediakan beberapa video dan infografis berupa rendering. Salah satu video memperlihatkan pepohonan yang terlihat melalui atap saat mobil melaju, dengan pola sel surya yang terlihat dari dalam kaca atap.

Keterbatasan Fisik yang Tak Terelakkan

Bahkan jika seluruh atap mobil terbuat dari kaca ini, dayanya tetap tidak cukup untuk menggerakkan kendaraan standar. Mobil listrik yang paling efisien sekalipun membutuhkan daya ratusan kali lebih besar untuk berakselerasi. Alih-alih untuk tenaga penggerak, energi dari kaca surya ini lebih cocok digunakan untuk mengimbangi konsumsi daya berbagai perangkat elektronik di mobil modern.

Fuyao menyebutkan daya ini bisa digunakan untuk mendukung fungsi konektivitas internet, pendingin udara, atau perekam data dalam mobil seperti Tesla Sentry Mode yang dikenal boros daya. Pada mobil listrik, semua perangkat tersebut menguras baterai utama sehingga mobil perlu lebih sering diisi ulang dan baterai akan terkuras saat diparkir.

Menariknya, Fuyao tidak memasarkan teknologi ini sebagai penyedia tenaga motor untuk mobil listrik—bahkan produk ini tidak secara khusus ditargetkan untuk kendaraan listrik. Video demonstrasi perusahaan menggunakan BMW berbahan bakar bensin. Pada mobil bensin, baterai tambahan perlu dipasang untuk menyimpan energi surya, tetapi ini memungkinkan mobil tersebut memiliki kemampuan yang selama ini hanya dimiliki mobil listrik dengan baterai besar.

Infografis Fuyao menunjukkan aplikasi kaca surya pada kendaraan ICE dan PHEV

Kabar BYD dan Harga Kaca Surya

Terdapat laporan media yang menyebutkan BYD akan menawarkan kaca Fuyao sebagai opsi pada mobil listriknya dengan harga 8.000 Yuan atau sekitar $1.192. Dengan luas area yang cukup, kaca ini diklaim mampu menyediakan total 720W pada kondisi puncak. Namun, laporan tersebut belum dikonfirmasi oleh kedua perusahaan.

Dengan output daya sebesar itu dan kondisi sinar matahari ideal, energi yang dihasilkan mungkin cukup untuk perjalanan pendek di area permukiman atau komuter jarak sangat dekat—masih dalam kisaran satu digit mil. Sebagai pemasok komponen otomotif global, produk ini berpotensi keluar dari pasar China. Namun sejauh ini, hanya laporan dari BYD yang belum terkonfirmasi, belum ada pabrikan lain yang tertarik.

Fuyao bukanlah satu-satunya produsen kaca surya di dunia, tetapi mereka adalah yang pertama yang diketahui mengklaim memiliki teknologi komersial untuk kaca surya otomotif semi-transparan. Aplikasi potensial lain dari kaca surya adalah pada bangunan, yang menghabiskan banyak waktu menghadap matahari secara konsisten dan sering memiliki jendela kaca besar. Fuyao juga memasok kaca untuk konstruksi bangunan, sehingga produk ini bisa diaplikasikan di sektor tersebut.

Perkembangan ini menunjukkan kita semakin dekat menuju masa depan tenaga surya—meski secara bertahap. Produk ini mungkin menjadi tambahan yang menarik bagi mobil listrik maupun mobil bensin, dengan harga yang cukup masuk akal. Namun, jangan berharap mobil bertenaga surya penuh akan segera hadir. Sampai kita memikirkan ulang konsep mobil dan berhenti beralih ke kendaraan besar yang boros energi, keterbatasan fisika tidak akan mengizinkan mobil sepenuhnya bertenaga surya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.