📑 Daftar Isi

Toyota dealer fast chargers dengan sistem energi terintegrasi di New York

Dealer Toyota AS Hemat 55% Biaya Listrik dengan AI dan Baterai

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Dealer Toyota AS, Sunrise Toyota, hemat 55% biaya energi dalam 3 bulan dengan sistem AI, solar, dan baterai
  • Sistem menggabungkan panel surya, baterai EVO Power, charger Kempower, dan software Ranial Systems
  • AI mengoordinasikan penyimpanan dan pelepasan energi untuk menekan demand charges
  • Hasil: 99% battery uptime, pengurangan peak demand 101 kW, proyeksi hemat 90% biaya utilitas
  • EVO Power USA dan Ranial Systems ekspansi kemitraan ke seluruh AS untuk sektor komersial

Telset.id – Dealer Toyota di New York, Sunrise Toyota, berhasil memangkas biaya energi rata-rata 55% dalam tiga bulan pertama dengan menggabungkan panel surya, baterai, pengisi daya cepat DC, dan manajemen energi berbasis AI dalam satu sistem terintegrasi. Sunrise Toyota mengoperasikan dua dealership di Oakdale dan Medford, New York, yang menghadapi kenaikan tagihan listrik sekaligus kewajiban memasang DC fast charger untuk mendukung kendaraan listrik Toyota.

Masalah utama dealer bukan sekadar konsumsi listrik. Pelanggan komersial juga membayar demand charges, yaitu biaya berdasarkan puncak daya listrik yang ditarik secara bersamaan. Satu sesi pengisian cepat DC bisa memicu lonjakan daya yang membuat tagihan bulanan membengkak. Sprocket Power, pengembang sistem penyimpanan energi, membangun dan mengelola sistem terintegrasi di kedua lokasi tersebut dengan mengombinasikan panel surya onsite, baterai EVO Power, charger cepat Kempower, dan perangkat lunak dari Ranial Systems.

Peran AI dalam Mengoptimalkan Energi

Perangkat lunak bertenaga AI dari Ranial mengoordinasikan seluruh peralatan. Sistem ini memutuskan kapan menyimpan energi surya dan kapan melepaskan daya baterai untuk menekan permintaan listrik dari jaringan. AI juga dapat mengontrol langsung pengisi daya EV dan berpartisipasi dalam program grid utilities yang menghasilkan kredit tagihan dan pendapatan tambahan. Intinya, AI memastikan dealership menggunakan energi tersimpan saat nilainya paling tinggi.

Toyota dealer fast chargers

Menurut EVO Power, sistem ini menghasilkan penghematan energi rata-rata 55% selama tiga bulan pertama operasi, mempertahankan uptime baterai 99%, dan mengurangi puncak permintaan hingga 101 kilowatt. Perlu dicatat, hasil tersebut belum diverifikasi secara independen. Studi kasus Sprocket Power memproyeksikan kedua dealership akan mengurangi biaya utilitas bersih hingga 90% dan mengembalikan investasi dalam lima tahun. Sprocket menyebut pendapatan dan kredit tagihan dari program grid menyumbang sekitar setengah dari manfaat finansial berkelanjutan sistem ini.

Jimmy Berg, dealer principal Sunrise Toyota, menyatakan, “Kami telah mengalami kenaikan biaya utilitas selama bertahun-tahun. Investasi ini di fasilitas dan bisnis kami menciptakan kasus investasi yang kuat dengan mengendalikan biaya-biaya tersebut.”

Ekspansi ke Seluruh AS

Kesuksesan proyek ini mendorong EVO Power USA dan Ranial Systems mengumumkan kemitraan untuk membawa sistem baterai dan perangkat lunak serupa ke lebih banyak lokasi komersial dan industri di seluruh AS. EVO memasok perangkat keras penyimpanan baterai terintegrasi, sementara Ranial menyediakan perangkat lunak yang memantau dan mengontrol operasi sistem.

Yanu Choi, CEO EVO Power USA, menjelaskan, “Di EVO Power USA, kami percaya sistem penyimpanan energi baterai harus berfungsi sebagai platform energi cerdas yang mengoptimalkan pembangkit dan konsumsi energi terbarukan, berpartisipasi aktif dalam program grid, mengurangi tekanan pada jaringan listrik, dan pada akhirnya menurunkan biaya energi pelanggan sambil menciptakan peluang pendapatan baru. Itulah sebabnya kami melihat Ranial sebagai mitra strategis.”

EVO mengklaim telah menyelesaikan lebih dari 125 pemasangan baterai di seluruh dunia, dengan banyak yang beroperasi lebih dari lima tahun. Proyek Sunrise Toyota menjadi contoh kuat tentang pentingnya menggabungkan penyimpanan dengan pengisian EV komersial. Memasang panel surya saja tidak cukup untuk mencegah lonjakan daya dari DC fast charger saat matahari terbenam. Kombinasi baterai dengan kontrol aktif dapat menangani beban mendadak tersebut dan menjaga satu sesi pengisian agar tidak menggembungkan tagihan bulanan dealer.

Model bisnis ini menunjukkan bahwa integrasi penyimpanan energi dan AI bukan sekadar tren, melainkan solusi nyata untuk menekan biaya operasional. Dengan proyeksi penghematan hingga 90% biaya utilitas bersih, pendekatan ini berpotensi diadopsi lebih luas oleh dealer dan fasilitas komersial lain yang menghadapi tekanan biaya energi serupa. Keberhasilan proyek ini juga membuka jalan bagi Toyota bZ Woodland dan model EV lain untuk didukung infrastruktur pengisian yang lebih efisien secara biaya.

Kemitraan EVO-Ranial menegaskan bahwa kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak cerdas dapat menjadi kunci transisi energi di sektor komersial. Dengan Toyota bZ 2027 yang semakin agresif di pasar EV, infrastruktur pengisian yang hemat biaya menjadi semakin krusial bagi jaringan dealer Toyota di seluruh AS.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.