πŸ“‘ Daftar Isi

Terminal tractor listrik Westwell E-Truck di Pelabuhan Karachi Hutchison Ports Pakistan

Hutchison Ports Investasi USD 76 Juta untuk Elektrifikasi Karachi

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Hutchison Ports Pakistan investasi USD 76 juta untuk program dekarbonisasi pelabuhan Karachi
  • Lebih dari 70 terminal tractor listrik baru akan ditempatkan di terminal kontainer
  • 20 unit e-truck tiba Oktober, 50 unit tambahan sebelum akhir 2027
  • Westwell E-Truck buatan China dengan torsi 3.800 Nm, mampu menarik beban 75 ton
  • Baterai LFP 282 kWh, jangkauan 150 km, fast charging 40 menit atau swap baterai 5 menit
  • Investasi juga mencakup electric material handlers, 2 quay cranes listrik, 17 RTGs listrik, dan 40 e-trailers
  • Armada listrik telah menempuh 450.000 km dalam satu tahun operasional

Telset.id – Hutchison Ports Pakistan mengumumkan rencana investasi sebesar USD 76 juta untuk program dekarbonisasi baru di terminal kontainer Karachi, dengan target menempatkan lebih dari 70 unit terminal tractor listrik baru sebagai bagian dari upaya besar membersihkan operasi pelabuhan Pakistan.

Hutchison Port Holdings Limited, salah satu operator pelabuhan terbesar di dunia, pertama kali menempatkan sejumlah terminal tractor listrik pada tahun lalu. Kinerja kendaraan bertenaga baterai tersebut melebihi ekspektasi perusahaan setelah menempuh jarak lebih dari 450.000 km (sekitar 280.000 mil) dalam satu tahun terakhir. Keberhasilan ini mendorong perusahaan untuk menambah investasi USD 76 juta dalam upaya elektrifikasi pelabuhan yang lebih luas.

Dalam unggahan Instagram bergaya press release berjudul β€œKarachi Port Charts a Course for a Smarter, Future-ready Port Ecosystem,” perusahaan memaparkan rencana menempatkan 20 e-truck tambahan pada Oktober mendatang. Truk tersebut merupakan terminal tractor Westwell E-Truck S1 yang akan diikuti 50 unit E-Truck lainnya yang tiba di lokasi sebelum akhir 2027.

Hutchinson Westwell Electric Terminal Tractor

Investasi USD 76 juta tersebut juga mencakup pengadaan electric material handlers baru, dua electric remote-controlled quay cranes, 17 electric remote-controlled rubber-tired gantry cranes (RTGs), serta 40 e-trailers yang merupakan trailer tugas berat dengan e-axle dan baterai terintegrasi.

Meskipun bernama bergaya Barat, Westwell E-Truck diproduksi di China dengan motor listrik bertenaga besar yang menghasilkan torsi 3.800 Nm (sekitar 2.800 lb-ft) pada 0 rpm. Tenaga tersebut lebih dari cukup untuk menarik beban hingga 75 ton (165.000 lb GCWR) dalam jarak pendek yang umum dalam operasi pelabuhan kontainer.

Westwell E-Truck, via Hutchinson Ports Pakistan. Electric Terminal Tractor.

Truk listrik ini memiliki jangkauan sekitar 150 km dalam kondisi muatan penuh berkat baterai LFP 282 kWh. Baterai tersebut dapat diisi cepat DC dari 10-80 persen dalam waktu sekitar 40 menit, atau ditukar dengan baterai yang sudah terisi dalam waktu sekitar lima menit. Waktu tersebut lebih singkat dibandingkan mengisi bahan bakar truk diesel yang setara, dengan biaya lebih hemat dan biaya perawatan lebih rendah.

Langkah elektrifikasi ini menunjukkan komitmen Hutchison Ports dalam mengurangi emisi karbon di sektor logistik maritim. Pakistan sendiri tengah menghadapi berbagai tantangan digital, termasuk kebijakan pemblokiran media sosial yang sempat menjadi sorotan internasional. Namun, sektor pelabuhan justru bergerak maju dengan adopsi teknologi ramah lingkungan.

Dampak Elektrifikasi bagi Operasional Pelabuhan

Pengalaman Hutchison Ports dengan terminal tractor listrik menunjukkan bahwa kendaraan bertenaga baterai mampu memenuhi kebutuhan operasional pelabuhan yang intensif. Jarak tempuh lebih dari 450.000 km dalam setahun membuktikan keandalan teknologi ini dalam kondisi kerja nyata, bukan sekadar uji coba terbatas.

Keunggulan utama e-truck terletak pada efisiensi pengisian daya. Sistem pertukaran baterai yang hanya membutuhkan waktu lima menit menjadi solusi praktis untuk meminimalkan downtime kendaraan. Dibandingkan truk diesel konvensional, biaya operasional jangka panjangnya jauh lebih rendah, terutama dari sisi konsumsi energi dan perawatan.

Adopsi teknologi ini sejalan dengan tren global menuju transportasi berkelanjutan. Berbagai perusahaan di seluruh dunia mulai beralih ke kendaraan listrik untuk operasional logistik mereka. Di sektor transportasi darat, pengembangan infrastruktur pengisian daya juga terus berlanjut, seperti pemasangan fast charging gantung di bandara oleh ChargePoint yang menunjukkan perluasan ekosistem kendaraan listrik.

Kehadiran e-trailer dengan e-axle dan baterai terintegrasi juga menjadi inovasi penting. Teknologi ini memungkinkan trailer untuk ikut berkontribusi dalam penggerak kendaraan, mengurangi beban pada truk utama dan meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.

Dengan total lebih dari 70 unit terminal tractor listrik yang direncanakan, Hutchison Ports Pakistan akan memiliki salah satu armada kendaraan pelabuhan listrik terbesar di kawasan tersebut. Kombinasi berbagai peralatan listrik seperti quay cranes dan RTGs yang dioperasikan secara remote juga akan meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi emisi di area pelabuhan.

Investasi ini merupakan bagian dari transformasi lebih luas menuju ekosistem pelabuhan yang lebih cerdas dan siap menghadapi masa depan. Digitalisasi dan elektrifikasi berjalan beriringan untuk menciptakan operasional yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Keberhasilan program elektrifikasi ini dapat menjadi model bagi pelabuhan lain di Asia Selatan dan kawasan berkembang lainnya. Kombinasi antara investasi infrastruktur, adopsi teknologi, dan komitmen keberlanjutan menjadi kunci transisi energi di sektor logistik.

Hutchison Ports sendiri merupakan salah satu operator pelabuhan terbesar dunia dengan jaringan global yang luas. Keputusan mereka untuk berinvestasi besar-besaran dalam elektrifikasi menjadi sinyal kuat bahwa teknologi kendaraan listrik telah matang untuk operasional berat, bukan hanya untuk kendaraan penumpang.

Dengan target kedatangan 20 unit pertama pada Oktober dan 50 unit tambahan sebelum akhir 2027, transformasi pelabuhan Karachi akan berlangsung bertahap namun pasti. Perusahaan juga akan terus mengevaluasi kinerja peralatan listrik tersebut untuk memastikan optimalisasi operasional.

Program dekarbonisasi ini tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga berpotensi menurunkan biaya operasional jangka panjang. Dengan biaya energi listrik yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar diesel dan minimnya komponen yang perlu dirawat, return on investment diprediksi akan tercapai dalam waktu yang wajar.

Langkah Hutchison Ports Pakistan ini menjadi contoh konkret bagaimana industri pelabuhan dapat bertransformasi menuju operasional yang lebih berkelanjutan tanpa mengorbankan produktivitas dan efisiensi kerja.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.