Telset.id – IONNA, jaringan pengisian cepat yang didukung delapan pabrikan otomotif global, langsung memuncaki studi kepuasan pengguna charging mobil listrik di Amerika Serikat. Dalam 2026 JD Power US Electric Vehicle Experience Public Charging Study yang baru dirilis, IONNA meraih skor 807 dari 1.000 poin, mengungguli seluruh jaringan fast charging lain yang memenuhi syarat. Pencapaian ini sekaligus menandai debut kuat IONNA yang baru beroperasi kurang dari dua tahun, sekaligus menjadi bukti bahwa pendekatan berbeda dalam desain stasiun pengisian mampu mengubah standar industri.
Studi JD Power tahun ini menjadi ajang pertama kalinya tiga jaringan milik pabrikan otomotif memenuhi syarat penghargaan sekaligus, dan ketiganya langsung mendominasi posisi teratas. Mercedes-Benz Charging Network menempati posisi kedua dengan skor 797, disusul Rivian Adventure Network di posisi ketiga dengan skor 755. Sementara itu, skor rata-rata industri untuk pengalaman charging publik secara keseluruhan tercatat di angka 666, yang berarti ketiga jaringan tersebut berhasil melampaui rata-rata dengan selisih yang cukup signifikan.
Strategi IONNA dan Skor Tinggi Jaringan Pabrikan
IONNA yang didukung oleh BMW, GM, Honda, Hyundai, Kia, Mercedes-Benz, Stellantis, dan Toyota saat ini telah mengoperasikan 1.375 port pengisian yang tersebar di 150 stasiun. Jaringan ini mengusung konsep “Rechargery” yang menggabungkan DC fast charger dengan berbagai fasilitas penunjang seperti kanopi pelindung, toilet, area makanan, ruang tunggu, dan jumlah stall pengisian yang lebih banyak dibandingkan stasiun konvensional.
CEO IONNA Seth Cutler mengungkapkan bahwa perusahaannya mengukur keandalan charger berdasarkan first-attempt success rate atau tingkat keberhasilan pengisian pada percobaan pertama. “Karena kami bukan yang pertama masuk pasar, kami bisa belajar dari pengalaman para pendahulu, dan kami bertekad untuk mendefinisikan ulang kualitas pengisian publik,” ujar Cutler dalam wawancara video.
IONNA menggunakan hardware dari Alpitronic serta software yang dikembangkan secara in-house. JD Power mencatat bahwa jaringan milik pabrikan otomotif ini mendapat skor sangat tinggi dalam kategori kemudahan pengisian, kecepatan charging, dan ketersediaan charger. Dalam beberapa kategori tersebut, skor mereka bahkan lebih dari 100 poin di atas rata-rata segmen industri.

Performa impresif jaringan pabrikan ini menjadi sinyal bahwa investasi pada pengalaman pengguna secara menyeluruh—bukan sekadar kecepatan pengisian—mulai membuahkan hasil. Hal ini sejalan dengan perkembangan industri charging mobil listrik AS yang tengah memasuki fase baru persaingan kualitas layanan.
Fast Charging Membaik, Level 2 Justru Menurun
Secara keseluruhan, kepuasan terhadap DC fast charging publik mengalami peningkatan. Skor kepuasan naik 12 poin year over year menjadi 666, dengan perbaikan di seluruh 10 faktor yang diukur JD Power. Peningkatan terbesar terjadi pada ketersediaan charger yang naik 27 poin, diikuti rasa aman pengguna di lokasi charging yang naik 18 poin, dan biaya pengisian yang juga naik 18 poin.
Angka kunjungan charging yang gagal juga turun ke level terendah sejak studi ini dimulai pada 2021. Pada kuartal terbaru, 12% pengemudi EV yang mengunjungi charger publik tidak berhasil mengisi daya, turun dari 14% pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, angka tersebut masih berarti sekitar 1 dari 8 kunjungan berakhir gagal, yang menunjukkan keandalan charging publik belum sepenuhnya menyamai SPBU konvensional.
Faktor-faktor seperti lokasi stasiun yang lebih besar, peralatan yang lebih baru, sistem pembayaran yang lebih baik, dan charger yang berlokasi dekat fasilitas penunjang dinilai berkontribusi pada perbaikan ini. Namun, kondisi berbeda terjadi pada segmen Level 2 charging publik. Kepuasan pengguna terhadap Level 2 justru turun 12 poin year over year menjadi 595, terutama karena pengguna melaporkan lebih banyak masalah pada pembayaran dan proses memulai sesi pengisian.
Kecepatan charging yang lambat tetap menjadi keluhan paling umum untuk baik Level 2 maupun DC fast charger. Namun demikian, tingkat ketidakpuasan terhadap kecepatan DC charging telah menurun dalam beberapa kuartal terakhir.
Baca Juga:
Lokasi Menentukan Pengalaman Charging
Hasil studi JD Power juga menegaskan bahwa lokasi pemasangan charger hampir sama pentingnya dengan kualitas perangkat itu sendiri. DC fast charger di hotel memperoleh skor kepuasan tertinggi dengan 692 poin, disusul charger di SPBU dan convenience store dengan skor 689, serta charger di restoran dengan skor 688.
Sebaliknya, charger di dealer kendaraan hanya memperoleh skor 570, sementara charger di area parkir dan garasi berdiri sendiri mendapat skor 606. Data ini membantu menjelaskan mengapa jaringan seperti IONNA, Mercedes-Benz, dan Rivian memberikan perhatian besar pada desain lokasi dan fasilitas penunjang. Pengemudi tidak hanya menginginkan charger bertenaga yang berfungsi baik—mereka juga menginginkan tempat yang terasa aman dan nyaman untuk menghabiskan waktu 20 hingga 30 menit selama proses pengisian berlangsung.
Studi JD Power ini didasarkan pada tanggapan dari 6.594 pemilik BEV dan PHEV, dengan survei yang dilakukan dari Januari hingga Juni 2026. Temuan ini menjadi referensi penting bagi para pemangku kepentingan di industri charging, terutama mengingat dinamika pendanaan infrastruktur EV charging yang terus berkembang di berbagai negara bagian AS.
Ke depan, keberhasilan IONNA dan jaringan pabrikan lainnya dalam studi ini berpotensi mendorong standar baru bagi seluruh pemain industri charging. Kombinasi antara perangkat keras yang andal, perangkat lunak yang matang, dan perhatian pada kenyamanan lokasi terbukti mampu menghasilkan pengalaman pengisian yang jauh lebih baik—sebuah pelajaran berharga bagi seluruh industri yang tengah berupaya meningkatkan keandalan jaringan charging publik secara keseluruhan.





Komentar
Belum ada komentar.