Telset.id β Hyundai menarik 5.360 unit Ioniq 9 model tahun 2026 di Amerika Serikat karena kursi baris kedua berpotensi menjebak anak saat fitur lipat elektrik diaktifkan. Software menjadi penyebab sekaligus solusinya: fitur anti-pinch kursi baris kedua dinilai tidak memadai karena mobil tidak dapat mendeteksi dengan tepat apakah ada penumpang yang duduk di sana.
Recall ini menyasar Ioniq 9 dengan paket trim Limited, Calligraphy, dan Calligraphy Design. Perbaikan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak Seat Controller yang direvisi logikanya, dan Hyundai menegaskan dealer akan memeriksa kursi serta memasang software anyar itu secara gratis. Pemilik yang telah mengaktifkan pembaruan over-the-air melalui Hyundai Bluelink akan menerima perbaikan tersebut sebagai pembaruan nirkabel ke otak mobil mereka.
Selama investigasi tiga bulan, Hyundai menemukan perilaku anti-pinch di baris kedua kursi Ioniq 9 tidak sesuai standar. Lima keluhan tercatat di National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), termasuk dua laporan dugaan cedera ringan. Sebelum perbaikan diterapkan, Hyundai mengimbau pemilik mobil yang berpotensi terdampak untuk βberhati-hati saat mengoperasikan fungsi lipat elektrik kursi baris kedua.β
Masalah Kursi Elektrik yang Tidak Unik
Hyundai tidak sendiri menghadapi persoalan ini, tetapi tampaknya sudah menemukan solusi sejak awal. Sebelumnya tahun ini, General Motors menarik lebih dari 14.000 unit Vistiq EV karena kursi baris ketiga berpotensi menjebak anak. Perbedaannya, perbaikan GM mencakup modul kontrol kursi baru yang belum tersedia saat kampanye recall dimulai. Solusi sementaranya adalah menonaktifkan kursi lipat elektrik sepenuhnya β langkah yang tidak terlihat bagus pada SUV mewah seharga lebih dari 80.000 dolar AS.
Bagi Hyundai, ini adalah recall ketiga dan terbesar sejauh ini untuk Ioniq 9, yang selama ini terbukti cukup bebas masalah. Recall pertama hanya menyentuh 27 kendaraan dan berkaitan dengan baterai tegangan tinggi. Recall kedua melibatkan 172 mobil karena pengencang suspensi belakang yang berpotensi longgar. Meski catatannya relatif bersih, Hyundai tetap kesulitan menjual EV terbesarnya. Sepanjang delapan bulan pertama 2026, SUV listrik ini terjual 6.147 unit di AS, dengan hanya 589 unit berpindah ke pemilik baru pada Agustus.
Baca Juga:
Tekanan Pasar di Tengah Rekor Recall
Kombinasi recall dan penjualan yang lesu menempatkan Ioniq 9 pada posisi tidak nyaman. Angka 6.147 unit selama delapan bulan pertama 2026 jauh dari ambisi produsen yang menjadikan SUV ini sebagai EV terbesar mereka. Situasi ini memperkuat gambaran bahwa masalah Hyundai tidak berhenti pada kualitas produk, melainkan juga daya serap pasar terhadap jajaran EV yang terus bertambah. Sejumlah langkah lain tengah disiapkan, termasuk strategi bisnis EV yang menyasar segmen robotaxi.
Dari sisi regulasi, Hyundai juga aktif menyuarakan posisinya di pasar Amerika. Peringatan soal dominasi EV China menjadi bagian dari upaya menjaga daya saing merek Korea di tengah tekanan tarif dan kompetisi global. Sementara itu, lini produk Hyundai terus bergerak: Hyundai Staria Electric sudah dibuka di Eropa dengan harga mulai Rp1,1 miliar, dan Hyundai IONIQ 6 N tetap dijadwalkan meluncur di AS pada akhir 2026.
Untuk pemilik Ioniq 9 terdampak, langkah praktisnya jelas: datang ke dealer untuk inspeksi kursi dan pemasangan Seat Controller versi baru, atau tunggu pembaruan nirkabel Bluelink jika fitur itu aktif. Hingga perbaikan diterapkan, pengoperasian kursi lipat elektrik baris kedua sebaiknya dilakukan dengan pengawasan, terutama saat anak-anak berada di dalam kabin.





Komentar
Belum ada komentar.