Telset.id – BYD Great Seagull (Da Haiou) tertangkap kamera dalam kondisi nyata di jalanan. Hatchback listrik ini diposisikan di antara Seagull saat ini dan Dolphin, membawa peningkatan pada ukuran, teknologi, dan performa. Foto asli serta detail terbaru model ini muncul online, memperlihatkan arah BYD mengisi celah pasar hatchback listrik yang lebih premium.
Kemunculan unit nyata ini penting karena memberi gambaran konkret atas model yang sebelumnya hanya terlihat lewat foto spionase. Desainnya ditandai grille depan tertutup, garis geometris rumit, dan kluster lampu poligonal. BYD juga menyiapkan opsi warna baru bertajuk “Ink Green”. Semua detail ini mengonfirmasi bahwa Great Seagull bukan sekadar facelift, melainkan model dengan proporsi yang benar-benar berbeda.
Perubahan paling mencolok ada pada dimensi. Great Seagull kini berukuran panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.570 mm. Sumbu roda alias wheelbase bertambah 150 mm menjadi 2.650 mm. Angka itu membuat jejak kakinya sebanding dengan BYD Dolphin. Bagi konsumen yang menginginkan kabin lebih lega tanpa melompat ke segmen yang jauh lebih mahal, penambahan wheelbase ini adalah inti dari daya tarik Great Seagull.

LiDAR di Atap dan Kabin Tanpa Kluster Instrumen
Fitur yang paling disorot adalah sensor LiDAR yang dipasang di atap. Kehadirannya menandakan dukungan terhadap sistem bantuan pengemudi “God’s Eye B” (DiPilot 300). Sistem ini diharapkan mampu menjalankan navigasi perkotaan dan jalan tol secara autopilot, parkir otomatis, pengenalan lampu lalu lintas, serta perpindahan jalur mandiri. Ini level fitur yang jarang ditemui di kelas hatchback listrik mungil.
Di dalam kabin, BYD menghapus kluster instrumen konvensional dan menggantinya dengan layar sentuh tengah berukuran lebih besar. Interior juga menampilkan area konsol tengah yang lapang serta setir dua palang yang disederhanakan. Pendekatan ini sejalan dengan tren mobil listrik modern yang mengandalkan satu layar utama untuk hampir semua kendali. Bagi Anda yang mengikuti perkembangan Spesifikasi Lengkap model ini, kombinasi LiDAR dan kabin minimalis menjadi pembeda utama dari Seagull reguler.
Baca Juga:
Motor 95 kW dan Baterai LFP FinDreams
Soal dapur pacu, Great Seagull mengandalkan motor sinkron magnet permanen dengan output maksimum 95 kW atau setara 127 hp. Tenaga itu disalurkan dari paket baterai lithium iron phosphate (LFP) produksi FinDreams. Tersedia dua opsi kapasitas, yakni 30 kWh dan 39,2 kWh. Jangkauan CLTC yang diklaim berada di antara 320 km (259 km WLTP) hingga 420 km (340 km WLTP). Kecepatan puncaknya mencapai 150 km/jam.
Kombinasi ini menempatkan Great Seagull sebagai alternatif yang lebih terjangkau dan sedikit lebih lemah dari BYD Dolphin, namun dengan fitur yang jauh lebih kaya dibanding Seagull saat ini. Baterai LFP sendiri dikenal karena daya tahannya, dan keputusan BYD memakai produksi internal FinDreams menunjukkan strategi efisiensi biaya yang konsisten.

Dari sisi harga, Seagull saat ini dibanderol mulai 69.800 yuan atau sekitar 10.300 USD. Great Seagull diposisikan sebagai alternatif yang lebih premium dan kaya fitur, bukan sebagai pengganti murah. Artinya, selisih harga dengan Seagull reguler akan menjadi faktor penentu apakah konsumen mau naik kelas. Untuk konteks pasar, penting dicatat bahwa Great Seagull juga disebut sebagai Pesaing Geely di segmen hatchback listrik yang semakin padat.
Data penjualan memberi gambaran tentang seberapa besar ruang yang bisa diisi model ini. Menurut China EV DataTracker, BYD mengirim 10.103 unit Seagull di pasar domestik pada Juli 2026. Pada periode yang sama, BYD Dolphin terkirim 16.829 unit. Ada jarak cukup lebar antara keduanya, dan Great Seagull secara logika diposisikan untuk menjembatani celah tersebut.

Bagi pasar global, penamaan Seagull sendiri sudah dikenal dengan sebutan berbeda di beberapa wilayah, seperti Dolphin Mini atau Surf. Kehadiran Great Seagull menambah lapisan baru dalam lini hatchback listrik BYD yang kini mencakup Seagull, Great Seagull, dan Dolphin. Strategi ini memungkinkan BYD menawarkan pilihan lebih rapat di setiap tingkat harga, sehingga konsumen sulit keluar dari ekosistem merek tersebut.
Yang perlu dicermati, klaim kemampuan navigasi autopilot dan parkir otomatis masih bersandar pada ekspektasi terhadap sistem God’s Eye B (DiPilot 300). Detail final soal ketersediaan fitur per varian, serta waktu peluncuran resmi, belum dipastikan dalam laporan ini. Namun kemunculan unit nyata di jalanan menandakan tahap pengujian sudah berjalan jauh. Anda bisa memantau perkembangan peluncurannya lewat informasi Bocoran Spesifikasinya yang terus diperbarui.
Secara keseluruhan, Great Seagull menunjukkan pola khas BYD: memperbesar dimensi, menambah teknologi, lalu menempatkannya di celah harga yang belum tergarap optimal. LiDAR di atap dan wheelbase 2.650 mm adalah dua angka yang paling sering disebut, dan keduanya menjelaskan mengapa model ini disebut-sebut sebagai hatchback listrik yang lebih besar. Jika eksekusinya sesuai ekspektasi, Great Seagull berpotensi menggeser sebagian pembeli yang tadinya ragu antara Seagull dan Dolphin.





Komentar
Belum ada komentar.