📑 Daftar Isi

Geely Thunder intelligent electric drive system compact integrated unit

Geely Thunder: Sistem Penggerak EV Terintegrasi Paling Efisien

Penulis:Ida Farida
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Geely meluncurkan sistem penggerak listrik "Thunder" dengan integrasi 12 komponen dalam satu unit
  • Efisiensi mencapai 93,8% yang disebut sebagai rekor produksi massal di industri
  • Bobot hanya 75 kilogram dengan tenaga 328 hp untuk varian motor tunggal
  • Mengurangi 30% kabel tegangan tinggi dan 15% kabel tegangan rendah
  • Menggunakan material magnesium pada rumah unit dengan tinggi 325 mm
  • Mobil pertama yang menggunakannya adalah Geely Galaxy TT sedan sport listrik
  • Varian dual-motor menghasilkan 570 hp dengan arsitektur 800-volt
  • Jarak tempuh maksimum 725 km dengan baterai 75,2 kWh

Telset.id – Geely asal China meluncurkan sistem penggerak listrik terintegrasi bernama “Thunder” yang menggabungkan seluruh fungsi perangkat keras dan perangkat lunak dalam satu unit. Klaim efisiensi mencapai 93,8 persen, disebut sebagai rekor di level produksi.

Sistem ini memiliki pengurangan 30 persen pada kabel tegangan tinggi dan 15 persen pada kabel tegangan rendah dibandingkan sistem konvensional. Beratnya hanya 165 pon atau sekitar 75 kilogram, namun mampu menghasilkan 328 tenaga kuda. Geely menyebut ini sebagai bukti bahwa meskipun motor listrik sudah sangat efisien, masih ada ruang untuk peningkatan.

“Thunder” adalah sistem penggerak all-in-one yang kompak dan ringan untuk kendaraan listrik. Menurut Geely, efisiensi 93,8 persen merupakan rekor industri untuk sistem yang sudah diproduksi massal. Keunggulan ini dicapai melalui integrasi ketat dari 12 komponen yang biasanya berada di rumah terpisah dan membutuhkan kabel tambahan pada sistem konvensional.

Integrasi 12 Komponen dalam Satu Enclosure

Geely menyatakan bahwa sistem “Thunder” menampung 12 komponen di dalam satu rumah yang sama. Komponen tersebut meliputi motor, pengontrol motor, konverter DC-to-DC, pengisi daya on-board, unit kontrol kendaraan, pengontrol pre-charge aktif, sistem manajemen baterai tegangan rendah dan tinggi, serta power domain gateway. Selain itu, empat fitur perangkat lunak juga tertanam di dalam sistem dan didukung oleh kecerdasan buatan atau AI.

Dengan pendekatan ini, Geely mengklaim telah menghilangkan lebih dari 180 komponen. Hasilnya, kepadatan daya mencapai 11,8 kilowatt per kilogram. Rumah unit ini terbuat dari magnesium dan memiliki tinggi hanya 12,8 inci atau 325 milimeter. Desain kompak ini dapat membebaskan hingga satu kaki kubik atau 28 liter kapasitas di bagasi dibandingkan unit penggerak konvensional.

Pengurangan kabel juga signifikan. Selain mengurangi 30 persen kabel tegangan tinggi dan 15 persen kabel tegangan rendah, total berat sistem hanya 165 pon. Geely menyebut angka ini 15 persen lebih ringan dibandingkan unit penggerak mainstream yang setara.

Mobil Pertama dengan Sistem Thunder

Mobil pertama yang menggunakan sistem penggerak “Thunder” adalah Geely Galaxy TT, sebuah sedan sport listrik. Varian motor tunggal menghasilkan 328 tenaga kuda, sementara varian dual-motor all-wheel drive puncak menghasilkan 570 tenaga kuda.

Galaxy TT dibangun di atas arsitektur 800-volt. Baterai yang tersedia memiliki kapasitas 52,4 kWh, 63,8 kWh, atau 75,2 kWh. Jarak tempuh maksimum mencapai 450 mil atau sekitar 725 kilometer berdasarkan standar CLTL.

Inovasi Geely ini menunjukkan bahwa persaingan di industri kendaraan listrik tidak hanya soal baterai, tetapi juga efisiensi sistem penggerak. Dengan integrasi yang semakin ketat, produsen dapat mengurangi bobot, menghemat ruang, dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.

Keberhasilan Geely mencapai efisiensi 93,8 persen pada sistem produksi massal menjadi tolok ukur baru bagi industri. Teknologi ini berpotensi mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan menawarkan performa lebih tinggi dalam kemasan yang lebih ringkas.

Sistem “Thunder” menjadi contoh bagaimana inovasi pada teknologi otomotif terus berkembang. Produsen lain kemungkinan akan mengikuti pendekatan serupa untuk meningkatkan daya saing produk mereka.

Geely Galaxy TT sebagai mobil pertama yang mengadopsi sistem ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memimpin pasar sedan sport listrik. Dengan kombinasi efisiensi tinggi dan performa impresif, model ini siap bersaing di segmen yang semakin kompetitif.

Keputusan Geely untuk mengintegrasikan AI ke dalam sistem penggerak juga menarik perhatian. Empat fitur perangkat lunak yang didukung AI tersebut dapat memberikan keunggulan dalam hal adaptasi dan optimalisasi performa secara real-time. Ini sejalan dengan tren penggunaan AI di berbagai sektor, termasuk fitur terbaru pada platform media sosial.

Penggunaan material magnesium pada rumah unit juga berkontribusi pada pengurangan bobot. Material ini lebih ringan dari aluminium namun tetap kuat, memungkinkan desain yang lebih kompak tanpa mengorbankan durabilitas.

Dengan bobot total hanya 75 kilogram, sistem “Thunder” menjadi salah satu unit penggerak teringan di kelasnya. Pengurangan bobot ini berdampak langsung pada efisiensi energi dan handling kendaraan.

Secara keseluruhan, inovasi Geely ini menandai langkah maju dalam teknologi kendaraan listrik. Integrasi komponen yang lebih ketat, pengurangan kabel, dan penggunaan material ringan menjadi formula yang efektif untuk meningkatkan efisiensi.

Ke depannya, teknologi serupa kemungkinan akan diadopsi oleh lebih banyak produsen. Persaingan di pasar kendaraan listrik tidak hanya akan ditentukan oleh kapasitas baterai, tetapi juga oleh efisiensi sistem penggerak secara keseluruhan.

Geely telah membuktikan bahwa pendekatan integrasi total dapat menghasilkan efisiensi rekor. Tantangan berikutnya adalah bagaimana teknologi ini dapat diterapkan secara luas di berbagai model dan segmen kendaraan.

Dengan hadirnya sistem “Thunder”, konsumen kini memiliki opsi kendaraan listrik yang lebih efisien dan ringan. Ini menjadi kabar baik bagi industri otomotif dan lingkungan secara keseluruhan.

Geely Galaxy TT yang menjadi pionir teknologi ini siap meluncur ke pasar. Performa dan efisiensinya akan menjadi tolok ukur bagi kompetitor di segmen sedan sport listrik.

Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa industri kendaraan listrik masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Setiap komponen, sekecil apapun, dapat dioptimalkan untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi.

Geely “Thunder” adalah bukti bahwa detail kecil dalam desain dapat menghasilkan dampak besar pada performa keseluruhan kendaraan listrik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.