📑 Daftar Isi

Lynk & Co 900 yang terdampak recall LiDAR Geely

Geely Recall 93 Ribu Mobil Akibat LiDAR Rusak, Lynk & Co Terdampak

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Geely recall 74.037 unit Lynk & Co (900, 10 EM-P, 07, 08) produksi Jan-Des 2025
  • Tambahan 18.878 unit Galaxy M9, total hampir 93.000 kendaraan
  • Penyebab: power IC pada unit LiDAR dari RoboSense rusak saat produksi
  • Keluhan pemilik sejak Juni: peringatan "front LiDAR function failure"
  • Kompensasi tidak konsisten, kekhawatiran nilai jual kembali menurun
  • Penjualan Lynk & Co turun 40% YoY pada Juli, capaian baru 40% dari target

Telset.id – Administrasi Regulasi Pasar China mengumumkan pada 21 Agustus bahwa Zhejiang Geely Automobile Co., Ltd. akan menarik kembali 74.037 unit kendaraan Lynk & Co yang diproduksi antara 8 Januari 2025 hingga 12 Desember 2025. Recall ini mencakup beberapa model utama, termasuk Lynk & Co 900, Lynk & Co 10 EM-P, Lynk & Co 07, dan Lynk & Co 08. Total kendaraan yang terdampak di seluruh merek mencapai hampir 93.000 unit.

Recall massal ini berakar pada fluktuasi manufaktur di tingkat pemasok. Secara spesifik, power IC (Integrated Circuit) di dalam unit LiDAR tertentu diduga rusak selama proses produksi. Cacat ini dapat menyebabkan pengenalan, peringatan, atau penanganan objek tertentu menjadi tidak memadai ketika fitur bantuan mengemudi gabungan aktif, sehingga menciptakan potensi bahaya keselamatan dalam kondisi ekstrem.

Skala Recall dan Dampaknya terhadap Penjualan

Skala recall ini cukup signifikan. Data yang dikutip dari Jiemian News menunjukkan bahwa total penjualan terminal kumulatif dari empat model Lynk & Co tersebut pada tahun 2025 mencapai 147.800 unit. Artinya, sekitar setengah dari kendaraan yang terjual terdampak recall ini.

Bersamaan dengan itu, Geely juga menarik 18.878 unit Galaxy M9 karena alasan yang sama. Dengan demikian, total kendaraan yang terdampak mencapai hampir 93.000 unit yang tersebar di dua merek dan lima model berbeda.

Ilustrasi kendaraan Lynk & Co yang terdampak recall LiDAR

Menurut Jiemian News, unit LiDAR pada model Lynk & Co yang terdampak dipasok oleh RoboSense, perusahaan yang menjalin kemitraan erat dengan Geely. Produk RoboSense banyak digunakan di seluruh merek Zeekr, Lynk & Co, dan Galaxy.

Keluhan Pemilik dan Masalah Layanan Purna Jual

Recall ini menyusul rentetan keluhan pemilik yang meningkat selama berbulan-bulan. Sejak Juni, pengguna telah melaporkan peringatan “kegagalan fungsi LiDAR depan” dan terkuncinya fitur bantuan mengemudi tingkat tinggi. Banyak pemilik mengungkapkan frustrasi atas kurangnya transparansi dari dealer 4S, beberapa di antaranya awalnya mengaitkan kegagalan tersebut dengan kaca depan yang kotor.

Salah satu pemilik Lynk & Co 10 EM-P, yang mengalami dua kali kegagalan dalam setahun, menyatakan bahwa ia tidak lagi berani menggunakan fitur smart driving di jalan perkotaan karena takut terjadi kegagalan sistem secara tiba-tiba.

Tampilan peringatan kegagalan LiDAR pada layar kendaraan Lynk & Co

Di luar cacat teknis, penanganan purna jual Lynk & Co juga mendapat sorotan. Pemilik melaporkan paket kompensasi yang tidak konsisten—mulai dari voucher perawatan tunggal hingga garansi seumur hidup atau poin reward—serta kekhawatiran atas proses perbaikan. Penggantian LiDAR memerlukan pembongkaran sebagian lapisan atap, yang dikhawatirkan pemilik dapat menyebabkan bunyi berdecit pada interior, masalah penyegelan, dan penurunan nilai jual kembali kendaraan.

Krisis Kualitas di Tengah Penurunan Penjualan

Krisis kualitas ini datang di saat yang sulit bagi Lynk & Co. Merek tersebut mengalami penurunan penjualan yang tajam, dengan angka Juli turun 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tujuh bulan pertama tahun ini, penjualan kumulatif mencapai 160.600 unit, yang berarti perusahaan baru mencapai kurang dari 40% dari target tahunan sebesar 400.000 kendaraan.

Lynk & Co telah berkomitmen untuk mengganti unit LiDAR yang terdampak secara gratis. Namun, ketidakpercayaan pemilik terhadap fitur keselamatan dan transparansi layanan purna jual menjadi tantangan tersendiri bagi reputasi merek tersebut.

Krisis ini berpotensi berdampak lebih luas pada ekosistem Geely. Sebagai perbandingan, pengembangan teknologi baterai juga menjadi fokus perusahaan. Geely berencana melakukan uji coba baterai solid-state mulai 2027. Sementara itu, ekspansi pasar Eropa terus berlanjut dengan Geely E2 tiba di dealer Benelux pada September mendatang.

Ke depan, kualitas komponen dan kepercayaan konsumen menjadi faktor krusial bagi Geely. Recall ini menjadi pengingat bahwa meskipun teknologi canggih ditawarkan, keandalan dan konsistensi manufaktur tetap menjadi fondasi utama yang tidak bisa ditawar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.