Telset.id – Ford kembali mencuri perhatian setelah prototipe Ford Fathom EV tertangkap kamera di depan Ford World Headquarters, Dearborn, Michigan, pada 15 Oktober 2026. Foto tersebut diunggah oleh Emily Gabler, Tech Communication Leader Ford, melalui akun X @chargedupemily. Kemunculan ini menjadi sinyal terbaru bahwa pickup listrik berjuluk Fathom itu semakin dekat menuju debut resminya, dengan harga awal sekitar US$30.000 dan rencana penjualan pada awal 2027.
Fathom bukan sekadar model listrik baru bagi Ford. Ini adalah kendaraan pertama yang dibangun di atas platform Universal Electric Vehicle (UEV), dan Ford menjanjikan Fathom sebagai lompatan besar dibanding generasi EV sebelumnya. Klaim tersebut masuk akal secara strategis: Fathom diposisikan sebagai titik balik setelah Ford berjuang di segmen kendaraan listrik. Kabar soal penjualan EV Ford yang anjlok 80 persen membuat kehadiran Fathom menjadi taruhan besar, bukan sekadar pelengkap lini produk.
Dari sisi harga, Ford telah mengumumkan angka yang cukup agresif. Fathom akan dibuka untuk preorder pada awal 2027 dengan MSRP awal US$28.350 untuk versi standard-range. Dengan tambahan biaya pengiriman US$1.595, harga jualnya masih berada di bawah US$30.000. Angka itu sekitar setengah dari harga F-150 Lightning, pickup listrik pertama Ford. Meski demikian, Ford menyatakan bahwa harga justru bukan bagian yang paling menarik dari Fathom. Sebuah pernyataan yang, jika dibaca kritis, menempatkan ekspektasi tinggi pada aspek lain: platform, efisiensi biaya kepemilikan, hingga pengalaman berkendara.
Jejak Prototipe dan Bocoran Spesifikasi
Fathom pertama kali terlihat pada Juni 2026 saat sebuah prototipe tertangkap sedang berjalan di sekitar Long Beach. Sebulan kemudian, CEO Ford Jim Farley merilis sejumlah gambar prototipe berkamuflase di jalanan Las Vegas, yang tampak seperti sesi pemotretan. Prototipe juga sempat terlihat menjalani pengujian di Arizona. Rangkaian kemunculan ini menunjukkan Ford sedang gencar melakukan validasi jalan sebelum peluncuran resmi.

Dari foto-foto yang beredar, Fathom memiliki sensor berukuran cukup besar tepat di bagian tengah depan untuk mendukung fitur bantuan pengemudi. Ford menyebut Fathom akan menjadi kendaraan pertama dengan Apple Maps yang terintegrasi langsung ke sistem navigasi. Semua model akan mendukung BlueCruise untuk berkendara tanpa tangan, serta dilengkapi Apple CarPlay dan Android Auto sebagai fitur standar. Fitur lain yang dikonfirmasi adalah kemampuan pengisian dua arah alias bidirectional charging.
Urusan interior, Ford belum membuka semuanya. Yang disebutkan hanyalah layar sentuh berukuran besar dengan navigasi yang mudah digunakan melalui Apple Maps. Pickup listrik kelas menengah ini diklaim menawarkan ruang interior lebih luas daripada Toyota RAV4, belum termasuk frunk dan bak belakang. Ford juga menegaskan Fathom akan lebih murah dimiliki selama lima tahun dibandingkan Tesla Model Y bekas berusia tiga tahun. Klaim biaya kepemilikan ini menarik, tetapi tanpa angka rinci, masih sulit diverifikasi.
Baca Juga:
Soal baterai, Ford memilih lithium iron phosphate (LFP) untuk menekan biaya sekaligus menjaga ruang interior. Strategi ini sejalan dengan tren industri yang mulai meninggalkan baterai nikel-kobalt demi efisiensi produksi. Namun, Ford belum mengumumkan ukuran baterai, jarak tempuh, dan spesifikasi kunci lainnya. Satu hal yang sudah diketahui: Fathom akan memiliki port NACS, setelah sebuah prototipe tertangkap sedang mengisi daya di Tesla Supercharger pada musim panas 2026. Ini menegaskan Ford melanjutkan komitmennya pada standar pengisian milik Tesla.

Preorder Dibuka, Pengiriman Akhir 2027
Ford pekan ini membuka undangan preorder bagi mereka yang ingin menerima pembaruan dan menjadi salah satu pemilik pertama Fathom. Preorder resmi baru akan dibuka pada awal 2027, dengan pengiriman pelanggan pertama diperkirakan mulai pada akhir tahun yang sama. Ketika ditanya apakah Fathom akan terlihat utuh pada 2026 atau 2027, Gabler hanya menjawab singkat, “Keep an eye out for early next year.” Jawaban itu menutup kemungkinan debut penuh tahun ini.
Jika melihat peta persaingan, langkah Ford menyasar segmen pickup listrik kelas menengah dengan harga di bawah US$30.000 terbilang berani. Namun tekanan dari produsen China tetap menjadi bayangan. CEO Ford Jim Farley bahkan pernah menyuarakan kekhawatiran terkait hal ini, seperti tergambar dalam isu mobil listrik China yang mendesak Amerika Serikat untuk waspada. Fathom bisa dibaca sebagai jawaban Ford atas tekanan tersebut: produk dengan biaya produksi lebih rendah, platform baru, dan harga yang mampu bersaing.

Yang masih menjadi tanda tanya besar adalah spesifikasi teknis. Ford sudah membocorkan harga, fitur, platform, dan sebagian desain, tetapi menahan informasi soal baterai dan jarak tempuh. Untuk kendaraan listrik, dua hal itu justru menjadi penentu utama keputusan pembelian. Tanpa angka tersebut, klaim “harga bukan bagian paling menarik” masih sulit dinilai secara objektif. Bisa jadi Ford memang menyimpan kejutan, bisa juga ini sekadar strategi membangun ekspektasi.
Dengan jadwal preorder awal 2027 dan pengiriman akhir 2027, Fathom akan menjadi ujian nyata bagi platform UEV. Jika berhasil, Ford punya fondasi untuk menekan biaya produksi EV secara menyeluruh di lini berikutnya. Jika gagal, Fathom hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah elektrifikasi Ford. Sampai pengumuman resmi berikutnya, publik hanya bisa menunggu — dan mengandalkan foto-foto prototipe yang terus bocor dari jalanan Dearborn.





Komentar
Belum ada komentar.