Telset.id – Fang Cheng Bao, sub-brand BYD, resmi mengunggah teaser pickup plug-in hybrid (PHEV) bernama Shark melalui akun General Manager divisi Fangchengbao, Xiong Tianbo, pada 24 September 2026. Unggahan tersebut disertai keterangan “The king returns from overseas!”, menandakan model yang selama ini menjadi produk ekspor unggulan BYD itu bersiap masuk ke pasar domestik China. Langkah ini menjadi titik balik bagi Fang Cheng Bao yang sebelumnya memperkenalkan Shark 6 di Meksiko pada Mei 2024, jauh sebelum dipasarkan di negara asalnya sendiri.
Sejak debut globalnya, BYD Shark 6 telah membangun kehadiran di sejumlah pasar internasional, termasuk Australia, Brasil, Chile, Afrika Selatan, Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab. Model ini menjadi salah satu andalan ekspor BYD di segmen pickup, meski baru kini “dipulangkan” ke China. Sinyal peluncuran domestik ini muncul di tengah dinamika pasar pickup global yang tengah berubah, terutama karena data menunjukkan volume ekspor Shark 6 mencapai 20.037 unit pada paruh pertama 2026, turun 25,76 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut tidak lepas dari konsentrasi penjualan yang sangat terpusat di satu negara. Pada Juni 2026, pasar Australia menyumbang sekitar 85 persen dari total penjualan Shark 6. Ketergantungan pada satu wilayah pasar inilah yang membuat langkah masuk ke China menjadi relevan secara strategis bagi Fang Cheng Bao, di samping memperkuat portofolio merek di pasar domestik yang selama ini identik dengan lini SUV dan sedan.

Spesifikasi Teknis Versi Domestik
Berdasarkan dokumen Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT), versi domestik Fang Cheng Bao Shark memiliki dimensi panjang 5.457 mm, lebar 1.971 mm, dan tinggi 1.925 mm, dengan wheelbase 3.260 mm. Bak kargo berukuran 1.520 mm x 1.530 mm x 515 mm, sementara bobot kosong tercatat 2.710 kg dan bobot kotor 3.495 kg. Payload terdaftar mencapai 460 kg dengan kecepatan maksimum 180 km/jam.
Dari sisi penggerak, Shark mengandalkan mesin 1.5T dengan kode model BYD476ZQF berkapasitas 1.497 ml. Mesin tersebut menghasilkan tenaga neto maksimum 135 kW (181 hp) dan output tenaga total 143 kW (192 hp), serta memenuhi standar emisi China VI. Sistem powertrain memakai konfigurasi dual-motor all-wheel-drive: motor depan dengan tenaga puncak 170 kW (228 hp) dan tenaga terukur 80 kW (107 hp), sedangkan motor belakang menyediakan tenaga puncak 150 kW (201 hp) dan tenaga terukur 70 kW (94 hp). Baterai yang digunakan adalah lithium iron phosphate (LFP) produksi FinDreams.

Kombinasi mesin 1.5T dan dua motor listrik ini menempatkan Shark di segmen pickup PHEV yang menuntut keseimbangan antara tenaga dan efisiensi. Angka-angka yang tercantum dalam filing MIIT juga menunjukkan bahwa versi China tidak mengalami perubahan dimensi signifikan dibanding model yang sudah dipasarkan secara global, sehingga posisinya tetap sebagai pickup berukuran besar dengan kabin ganda.
Konteks Pasar dan Strategi Fang Cheng Bao
Keputusan membawa Shark ke pasar domestik tidak bisa dilepaskan dari posisi Fang Cheng Bao sebagai merek yang tengah membangun identitas di segmen kendaraan energi baru. Sebelumnya, merek ini juga mencuri perhatian lewat model lain, seperti yang terlihat pada Formula S resmi dijual dengan penyesuaian harga yang cukup tajam, serta kehadiran Formula S GT di dealer menjelang peluncuran resminya.
Baca Juga:
Dengan masuknya Shark ke China, Fang Cheng Bao kini memiliki lini produk yang lebih beragam, mencakup SUV, sedan, dan pickup PHEV. Namun, penurunan ekspor sebesar 25,76 persen pada paruh pertama 2026 menjadi catatan penting. Ketika 85 persen penjualan Juni 2026 hanya bertumpu pada pasar Australia, diversifikasi pasar menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Pasar domestik China, dengan skala dan infrastruktur kendaraan listriknya, menjadi tujuan logis untuk menyeimbangkan kinerja penjualan.

Meski demikian, segmen pickup PHEV di China memiliki karakteristik berbeda dibanding pasar ekspor. Regulasi, preferensi konsumen, dan kompetisi di segmen kendaraan energi baru menjadi variabel yang harus dihadapi Fang Cheng Bao. Teaser resmi dari Xiong Tianbo sendiri belum menyertakan tanggal peluncuran pasti maupun harga, sehingga informasi yang tersedia saat ini masih terbatas pada spesifikasi yang terdaftar di MIIT dan sinyal kesiapan peluncuran.
Yang jelas, langkah ini menandai fase baru bagi BYD Shark 6. Setelah lebih dari dua tahun berkiprah di pasar internasional sejak debut Meksiko pada Mei 2024, model ini akhirnya diarahkan kembali ke negara asalnya. Bagi Fang Cheng Bao, Shark bukan sekadar tambahan lini produk, melainkan ujian apakah pickup PHEV mereka mampu bersaing di pasar yang paling kompetitif sekaligus menjadi penopang ketika kinerja ekspor sedang menurun.
Pengumuman resmi mengenai harga dan jadwal peluncuran Fang Cheng Bao Shark di China masih ditunggu. Sampai saat itu tiba, teaser “The king returns from overseas!” menjadi penanda paling konkret bahwa pickup PHEV ini benar-benar akan menyapa konsumen domestik dalam waktu dekat.





Komentar
Belum ada komentar.