Telset.id – Factorial Energy resmi menggandeng Mitsui Kinzoku untuk mempercepat skala produksi baterai solid-state. Kemitraan ini menyatukan platform Solstice milik Factorial dengan teknologi elektrolit padat berbasis sulfida dari Mitsui Kinzoku, salah satu dari sedikit perusahaan di dunia yang memproduksi material tersebut. Langkah ini menjadi jawaban atas hambatan terbesar komersialisasi baterai solid-state, yakni manufaktur yang bisa diperbesar.
Factorial Energy berbasis di Amerika Serikat dan selama ini berada di garis depan pengembangan baterai solid dan semi-solid-state. Perusahaan mengandalkan platform FEST (Factorial Electrolyte System Technology) serta Solstice untuk menyelesaikan persoalan skalabilitas produksi. CEO Factorial, Siyu Huang, menyebut baterai sebagai teknologi kunci untuk mewujudkan masyarakat yang terelektrifikasi, namun ia menegaskan tantangan teknis yang signifikan masih tersisa.
“Baterai adalah teknologi kunci untuk mewujudkan masyarakat yang terelektrifikasi,” ujar Huang, seraya menambahkan bahwa inovasi baterai tidak bisa dikerjakan oleh satu perusahaan saja. Menurutnya, Factorial tidak hanya membangun baterai, tetapi juga membangun benang penghubung yang membantu seluruh industri bergerak maju bersama.
Mitsui Kinzoku dan Elektrolit Padat A-SOLiD
Mitsui Kinzoku merupakan produsen terkemuka dan salah satu dari sedikit pemasok elektrolit padat berbasis sulfida untuk baterai all-solid-state. Raksasa manufaktur Jepang ini juga pemimpin global dalam foil tembaga ultra-tipis, dengan pangsa sekitar 90 persen pasar semikonduktor untuk jenis foil tersebut. Perusahaan mengembangkan A-SOLiD, elektrolit padat sulfida argyrodite yang dirancang khusus untuk baterai all-solid-state.
Mitsui Kinzoku akan memproduksi massal elektrolit padat tersebut di pabrik khusus di Saitama, Jepang. Aliansi baru ini menggabungkan platform all-solid-state Solstice milik Factorial dengan teknologi elektrolit Mitsui Kinzoku. Factorial menyatakan kemitraan ini menempatkan Solstice di pusat dorongan seluruh industri menuju komersialisasi baterai all-solid-state, dan diharapkan menjadi kunci saat Factorial mempercepat skala global platform Solstice.

Kemitraan dengan Mitsui Kinzoku menjadi perkembangan terbaru dalam rangkaian langkah Factorial menuju produksi massal teknologi baterai baru. Perusahaan pembuat baterai solid-state ini telah menerima investasi dari POSCO Future M dan IQT. Pada Januari, Factorial menerima pesanan komersial pertamanya untuk kendaraan penumpang, lalu disusul pesanan pertama di sektor kedirgantaraan pada Juli.
Baca Juga:
Jejaring Kemitraan dan Uji Jalan Factorial
Factorial telah menjalin kemitraan dengan sejumlah produsen otomotif besar seperti Mercedes-Benz, Stellantis, dan Hyundai untuk kendaraan listrik. Perusahaan juga berencana memasok baterai solid-state untuk sektor kedirgantaraan, pertahanan, dan robotika. Menurut Factorial, platform Solstice memiliki kepadatan energi hingga 450 Wh/kg, atau 80 persen lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional, dan tetap stabil pada suhu hingga 194 derajat Fahrenheit (90 derajat Celsius).
Awal tahun ini, perusahaan meluncurkan program baterai solid-state komersial pertama di Amerika Serikat melalui kolaborasi dengan Karma Automotive. Sel baterai solid-state Factorial juga telah menunjukkan kepadatan energi tinggi, pengisian daya cepat, dan jangkauan berkendara yang impresif dalam kondisi dunia nyata. Setahun lalu, Mercedes-Benz mengendarai EQS modifikasi sejauh lebih dari 745 mil (1.200 km) menggunakan 106 sel solid-state Factorial.

Factorial juga mengumumkan telah memulai pengujian sel baterai solid-state FEST di Amerika Utara melalui kolaborasi dengan Stellantis. Sel tersebut digunakan untuk menggerakkan prototipe Dodge Charger Daytona. Stellantis menyatakan tahun lalu bahwa sel FEST 77Ah milik Factorial mencapai kepadatan energi 375 Wh/kg selama lebih dari 600 siklus. Sel itu juga mencapai tingkat pengosongan hingga 4C sambil memberikan pengisian ultra-cepat dari 15 persen ke 90 persen dalam 18 menit, serta mempertahankan performa pada suhu ekstrem dari -22 derajat Fahrenheit hingga 113 derajat Fahrenheit (-30 derajat Celsius hingga 45 derajat Celsius).
Pada Juli, Factorial dan SK On menandatangani nota kesepahaman untuk membawa teknologi sel baterai solid-state Factorial ke jaringan manufaktur global SK On. SK On sendiri memasok baterai untuk Hyundai Motor Group, Ford, dan Volkswagen. Dalam wawancara dengan The New York Times pada Desember lalu, Huang mengatakan baterai EV solid-state Factorial bisa digunakan pada EV paling cepat tahun 2027. Teknologi ini kemungkinan dipakai lebih dulu pada kendaraan listrik berperforma tinggi atau mewah, sebelum menyebar ke model massal.
Langkah Factorial ini menambah daftar panjang persaingan industri baterai solid-state yang tengah bergerak menuju produksi massal. Sejumlah pemain lain juga menyiapkan strategi serupa, termasuk langkah ProLogium produksi massal yang menyasar sel berdensitas energi tinggi. Di sisi lain, konsolidasi industri otomotif China turut memanaskan peta persaingan, seperti terlihat pada langkah FAW akuisisi saham GAC yang mengubah lanskap pemain kendaraan listrik.

Dengan kombinasi platform Solstice dan elektrolit padat Mitsui Kinzoku, Factorial menempatkan diri pada posisi yang lebih kuat untuk memenuhi target komersialisasi bertahap. Namun, pernyataan Huang soal tantangan teknis yang masih tersisa menjadi pengingat bahwa jalan menuju produksi massal baterai all-solid-state belum sepenuhnya mulus. Kemitraan ini setidaknya memberi Factorial akses ke pasokan elektrolit yang menjadi salah satu komponen paling kritis dalam rantai produksi baterai solid-state.
[ META_DESCRIPTION ]
Factorial Energy gandeng Mitsui Kinzoku untuk skala produksi baterai solid-state, menyatukan platform Solstice dengan elektrolit padat A-SOLiD.
[ FOCUS_KEYWORD ]
baterai solid-state Factorial
[ SEO_TITLE ]
Factorial Energy Gandeng Mitsui Kinzoku: Baterai Solid-State
[ FEATURED_IMAGE_ALT ]
Factorial Energy dan Mitsui Kinzoku menjalin kemitraan pengembangan baterai solid-state
[ FEATURED_IMAGE_CAPTION ]
Factorial Energy menggandeng Mitsui Kinzoku untuk mempercepat skala produksi baterai solid-state.
[ FEATURED_IMAGE_DESCRIPTION ]
Gambar menampilkan momen kemitraan antara Factorial Energy dan Mitsui Kinzoku dalam pengembangan baterai solid-state. Kerja sama ini menyatukan platform Solstice milik Factorial dengan teknologi elektrolit padat berbasis sulfida A-SOLiD dari Mitsui Kinzoku, yang akan diproduksi massal di pabrik khusus di Saitama, Jepang.
[ SUMMARY ]
• Factorial Energy gandeng Mitsui Kinzoku untuk skala produksi baterai solid-state
• Kemitraan menyatukan platform Solstice dengan elektrolit padat A-SOLiD
• Mitsui Kinzoku produksi massal elektrolit di pabrik Saitama, Jepang
• Solstice klaim 450 Wh/kg, 80 persen lebih tinggi dari lithium-ion
• Factorial bermitra dengan Mercedes-Benz, Stellantis, dan Hyundai
• Baterai solid-state diprediksi masuk EV paling cepat 2027
[ RELEVANCE ]
Kalau kamu follower tren industri otomotif dan energi, kemitraan Factorial-Mitsui Kinzoku ini jadi penanda arah komersialisasi baterai solid-state.





Komentar
Belum ada komentar.