Telset.id – DeLorean, merek sportscar ikonik berbodi stainless steel dan berpintu gullwing, resmi masuk sebagai konstruktor di seri balap mobil terbang Airspeeder untuk musim internasional pertamanya. Pengumuman ini disampaikan Airspeeder di tengah ekspektasi debut teknologi hover Tesla Roadster 2.0 yang telah lama tertunda. DeLorean akan turun dengan eVTOL bermereknya sendiri, menandai langkah tak terduga dari merek yang identik dengan mesin waktu dalam film Back to the Future era 1980-an.
Keputusan ini menempatkan DeLorean di grid bersama para konstruktor lain yang berlomba di Airspeeder. Untuk musim pertamanya, DeLorean akan memakai chassis spec Airspeeder Mk3C, sama seperti seluruh peserta lain. Namun, pada musim 2027-28, perusahaan disebut akan bekerja sama dengan tim mahasiswa teknik dari UC Berkeley dan Georgia Tech untuk merancang eVTOL racer yang benar-benar baru.
“DeLorean adalah merek mobil terbang yang orisinal. Jauh sebelum siapa pun membangunnya, seluruh dunia sudah tahu seperti apa bentuk DeLorean terbang,” kata Matt Pearson, Founder dan CEO Airspeeder. “Setiap seri balap hebat didefinisikan oleh konstruktor yang memilih berlomba di dalamnya. Fakta bahwa sebuah ikon Amerika mengantre di grid kami di musim internasional pertama menunjukkan ke mana olahraga ini akan bergerak.”
Kaitan DeLorean, Elon Musk, dan Estetika Back to the Future
Bagi siapa pun yang mengikuti Tesla, keterkaitan antara DeLorean dan Elon Musk bukan hal baru. CEO Tesla itu disebut terpengaruh oleh mesin waktu DeLorean dari film klasik Back to the Future. Jejak pengaruh tersebut terlihat pada pintu “falcon-wing” Model X, finishing stainless steel Cybertruck, dan obsesi pada kemampuan “hover” untuk Tesla Roadster 2.0 yang peluncurannya terus tertunda.
Ada ironi tersendiri dalam timing pengumuman ini. Di hari yang sama ketika teknologi hover Tesla Roadster 2.0 diharapkan akhirnya debut, publik justru membicarakan kendaraan listrik berkecepatan tinggi berbalut stainless steel yang menyandang nama DeLorean. Merek yang menginspirasi Tesla itu kini tampil di panggung balap yang sama-sama mengusung ambisi kendaraan terbang.
Bagi penggemar budaya pop, keterkaitan ini mengingatkan pada berbagai proyek yang mencoba mewujudkan imajinasi Back to the Future. Sebuah proyek skateboard terbang pernah dibuat sebagai penghormatan pada adegan ikonik film tersebut. Di sisi lain, inovasi kendaraan terbang juga sudah memperlihatkan wujud nyatanya lewat perahu terbang Candela yang bermanuver di perairan Swiss.
Baca Juga:
PR Stunt atau Masa Depan Balap eVTOL?
Belum sepenuhnya jelas apakah tim Airspeeder ini akan menjadi lebih dari sekadar stunt kehumasan. Namun, nama DeLorean setidaknya layak menghasilkan sejumlah headline, terutama di hari ketika perusahaan mobil yang diinspirasinya hendak melakukan peluncuran produk baru paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Airspeeder sendiri memposisikan kehadiran DeLorean sebagai penanda arah olahraga balap mobil terbang. Dalam ekosistem yang masih mencari bentuk, kehadiran nama besar seperti DeLorean bisa menjadi magnet perhatian sekaligus ujian apakah seri ini mampu menarik konstruktor serius di masa depan.

DeLorean bukan satu-satunya nama yang mencoba mengais relevansi lewat pendekatan berbeda. Di industri game, misalnya, waralaba Stuntman kembali setelah 19 tahun dengan menghadirkan aksi Hollywood. Pola serupa terlihat: merek lama dihidupkan kembali untuk menyasar nostalgia sekaligus audiens baru.
Yang jelas, DeLorean memilih jalur yang tidak biasa. Alih-alih hanya menghadirkan model listrik seperti Alpha5 EV — sport coupe gull-wing yang diklaim mampu melesat 0-88 mph dalam 4,35 detik — merek ini melangkah ke arena balap eVTOL. Langkah tersebut menempatkannya bersebelahan dengan konstruktor yang serius mengembangkan teknologi penerbangan listrik.
Untuk musim 2027-28, kolaborasi dengan UC Berkeley dan Georgia Tech menjadi indikasi bahwa DeLorean ingin terlihat lebih dari sekadar nama di grid. Keterlibatan tim mahasiswa teknik menunjukkan adanya upaya riset dan pengembangan, meski detail teknis eVTOL racer tersebut belum diungkap.
Di sisi lain, industri teknologi secara umum tengah bersiap menghadapi lompatan besar pada 2027. Intel memperluas EMIB dan Foveros untuk chip AI raksasa pada tahun yang sama. Artinya, 2027 menjadi tahun yang padat dengan berbagai pengumuman teknologi ambisius, termasuk di sektor kedirgantaraan listrik.
Meski demikian, tantangan terbesar Airspeeder dan DeLorean tetap sama: membuktikan bahwa balap eVTOL bukan sekadar tontonan sesaat. Seri ini membutuhkan konstruktor yang benar-benar berkomitmen, bukan hanya nama yang menempel untuk mencari perhatian. DeLorean, dengan sejarah panjang sebagai ikon budaya pop, berada di posisi yang tepat untuk menguji tesis tersebut.
Bagi industri, kehadiran DeLorean di Airspeeder menandai babak baru di mana batas antara otomotif, kedirgantaraan, dan hiburan semakin kabur. Apakah ini awal era balap mobil terbang yang sesungguhnya, atau sekadar stunt kehumasan yang cerdik, hanya waktu yang akan menjawab. Yang pasti, nama DeLorean sekali lagi berhasil membuat orang menoleh.





Komentar
Belum ada komentar.