Telset.id – Dacia Spring generasi kedua resmi berpindah produksi dari China ke Slovenia, dengan harga mulai €17.900 di Italia. Mobil listrik murah Eropa ini berbagi platform dengan Renault Twingo dan menawarkan jangkauan hingga 155 mil dalam siklus WLTP dari baterai LFP 27,5 kWh.
Keputusan Dacia memindahkan produksi Spring ke Slovenia menjadi jawaban atas pertanyaan besar: apakah Eropa mampu membangun mobil listrik terjangkau tanpa menyerahkan bisnisnya ke China? Jawaban awal dari merek budget Eropa ini justru paradoks—Spring yang terjangkau selama ini dirakit di China.
Generasi kedua yang didesain ulang total mengubah keadaan tersebut. Produksi kini dipindahkan ke Slovenia sambil tetap menjaga banderol tetap rendah. Di Italia, harga mulai dari €17.900, dan bahkan trim Journey yang lebih lengkap tidak melebihi €20.000. Angka ini hampir sama dengan model lama buatan China, namun konsumen mendapatkan mobil baru buatan Eropa dengan spesifikasi lebih baik.
Bukan Sekadar Facelift, Platform Baru Total
Ini bukan sekadar facelift lain—yang sudah beberapa kali dialami Spring. Tak satu pun pembaruan sebelumnya mampu menyembunyikan fakta bahwa mobil ini masih berkerabat dengan Renault Kwid, yang awalnya dirancang sebagai mobil murah berbahan bakar bensin untuk pasar India.
Spring baru kini berbagi platform dengan Renault Twingo E-Tech terbaru. Namun Dacia ingin tampil lebih tegas dan serius, bukan imut dan ceria seperti mobil Prancis tersebut. Spesifikasi Spring terlihat sangat mirip dengan Renault—keduanya mengusung satu motor depan dengan tenaga sekitar 80 horsepower dan torsi 175 Nm (129 pound-feet), serta sama-sama memakai baterai 27,5 kilowatt-jam.
Dacia mengonfirmasi kimia LFP pada baterai tersebut dan menyatakan kapasitas yang tertera adalah angka yang dapat digunakan. Spring mampu menempuh hingga 250 kilometer (155 mil) pada siklus WLTP, sedikit di bawah Twingo yang mencapai 263 kilometer (163 mil). Angka tersebut bisa tercapai jika pengemudi mampu menyamai konsumsi yang diklaim sebesar 4,9 mil/kWh (12,7 kWh/100 km).
Performa dan Kebiasaan Berkendara Perkotaan
Akselerasi dari posisi diam hingga 100 km/jam (62 mph) membutuhkan waktu 12,1 detik, dengan kecepatan puncak 130 km/jam (81 mph). Angka tersebut memang terbilang lambat, namun Dacia menyebut pemilik Spring yang ada saat ini rata-rata hanya menempuh 34 kilometer (21 mil) per hari. Mobil ini sebagian besar terlihat di perkotaan, dan 75% pengisian daya dilakukan di rumah.
Dacia merancang mobil ini berdasarkan rutinitas tersebut. Menggunakan wallbox rumah 7-kW, pengisi daya onboard standar 6,6-kW membutuhkan 2 jam 55 menit untuk mengisi baterai dari 15% hingga 80%. Pengisi daya 11-kW opsional memangkas waktu menjadi 1 jam 55 menit ketika terhubung ke wallbox tiga fase yang memadai.
Seperti model sebelumnya, pengisi daya cepat DC tidak tersedia sebagai perlengkapan standar. Fitur ini digabung dengan pengisi daya AC yang lebih bertenaga. Meski hanya mengisi daya hingga 50 kW—terbilang sederhana—pengisi daya ini mampu membawa baterai dari 15-80% dalam 28 menit.
Minat terhadap mobil listrik murah di Eropa memang terus meningkat. Menurut data terbaru, penjualan EV Eropa kini menembus 37 persen. Dacia Spring hadir sebagai salah satu opsi paling terjangkau di segmen ini.
Baca Juga:
Dua Varian: Expression dan Journey
Trim dasar Expression dilengkapi AC manual, sensor parkir belakang, layar instrumen digital tujuh inci, dan sistem multimedia berbasis smartphone—tanpa layar sentral. Sementara varian Journey menambahkan layar sentuh 10,1 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, kamera mundur, serta keyless entry.
Ukuran bodi Spring baru mencapai 3,85 meter (151,5 inci)—15 sentimeter (5,9 inci) lebih panjang dari model sebelumnya. Lebarnya juga bertambah 18 cm (7 inci), membuat tampilannya lebih kokoh di jalan dan tidak lagi mirip kei car yang tinggi dan sempit.
Dacia mengklaim mengembangkan Spring baru dalam waktu kurang dari dua tahun. Berbagi platform dengan Twingo membantu menekan biaya dan waktu pengembangan, memberi peluang kredibel untuk bersaing dengan rival China dalam hal nilai. Produksi di Eropa juga bisa membantu memenangkan hati pembeli, terutama karena memilih mobil ini tidak berarti membayar premi mahal.
Persaingan di segmen mobil listrik murah semakin ketat, dengan banyak pemain baru bermunculan. Namun Dacia Spring menawarkan kombinasi harga terjangkau, produksi Eropa, dan spesifikasi yang ditingkatkan secara signifikan dibanding pendahulunya.
Dengan semua pembaruan tersebut, Spring generasi kedua menjadi bukti bahwa Eropa masih bisa bersaing di segmen mobil listrik entry-level. Keputusan memindahkan produksi ke Slovenia juga menjadi sinyal kuat bahwa mobil listrik murah tidak harus selalu berasal dari China.
Bagi konsumen yang mencari mobil listrik perkotaan dengan harga bersahabat, Dacia Spring baru menawarkan paket menarik: jangkauan harian memadai, pengisian daya rumah yang efisien, dan kini diproduksi di Eropa. Ini adalah langkah berani Dacia untuk membuktikan bahwa mobil listrik murah buatan Eropa bukan sekadar mimpi.





Komentar
Belum ada komentar.