Telset.id â Ford dikabarkan menetapkan target internal penjualan 100.000 unit untuk pikap listrik Fathom pada tahun pertama peluncurannya, sebuah angka yang belum pernah diraih pabrikan non-Tesla di Amerika Serikat. Target ambisius ini diungkap oleh The Wall Street Journal yang mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, menjadikan Fathom sebagai kandidat kuat pikap listrik terlaris di luar dominasi Tesla.
Ambisi Ford ini bukan tanpa dasar. Pabrikan asal Detroit itu telah mempersiapkan Fathom selama beberapa tahun, bahkan mendirikan pusat pengembangan âskunkworksâ untuk merevolusi metode manufakturnya. Pada Juli lalu, prototipe truk ini terlihat mengisi daya di stasiun Tesla Supercharger, mengonfirmasi penggunaan port NACS. Sebulan kemudian, Ford mengumumkan nama resmi Fathom dengan harga mulai di bawah US$ 30.000. Pekan ini, publikasi terbaru menunjukkan prototipe Fathom tengah melakukan pengujian cuaca panas di Las Vegas, meski masih disamarkan dengan kamuflase tebal.
Jika target 100.000 unit tercapai, Fathom akan langsung mencatatkan sejarah sebagai kendaraan listrik non-Tesla pertama yang menembus angka penjualan enam digit dalam satu tahun di pasar AS. Saat ini, belum ada satu pun pabrikan selain Tesla yang berhasil menjual lebih dari 100.000 unit model tunggal dalam setahun. Pencapaian ini akan menempatkan Fathom di posisi ketiga daftar EV terlaris di Amerika, dengan asumsi angka penjualan pabrikan lain tetap stabil.
Pelajaran dari Kegagalan Ford Lightning
Ford sebenarnya pernah memiliki pikap listrik terlaris di AS, yakni Ford Lightning. Namun, model tersebut tidak pernah mencapai angka penjualan yang diharapkan, sebagian besar disebabkan harga peluncuran yang jauh lebih tinggi dari janji awal. Meski sempat mengungguli Tesla Cybertruck, Lightning akhirnya dihentikan produksinya.
Perusahaan mengaku telah banyak belajar dari pengalaman tersebut, terutama dalam hal pengendalian biaya. Dengan produksi yang dijadwalkan dimulai pada kuartal pertama 2027, publik berharap harga awal yang baru saja diumumkan akan tetap bertahan kali ini, tidak seperti kejutan harga yang terjadi sebelumnya.
Fathom akan dirakit dengan teknik perakitan baru yang belum pernah digunakan Ford sebelumnya. Ketiga bagian kendaraanâdepan, tengah, dan belakangâdibangun selengkap mungkin di jalur produksi terpisah sebelum akhirnya disatukan. Ford juga menggunakan mesin casting raksasa untuk mengurangi jumlah komponen individual, metode yang selama ini dipakai Tesla dan banyak perusahaan China. Arsitektur kelistrikan kendaraan ini pun dikembangkan dari nol.
CEO Ford, Jim Farley, sebelumnya menyatakan bahwa Fathom akan menawarkan ruang interior lebih luas dibanding Toyota RAV4, crossover terlaris di AS. Meski Ford konsisten menyebut Fathom sebagai truk mid-size, sebuah salah ketik dalam laporan penjualan resmi sempat mendeskripsikannya sebagai âsmall.â Ford kemudian mengoreksi dan menegaskan klasifikasi mid-size, namun orang-orang yang melihat prototipe secara langsung mengatakan ukuran Fathom mirip dengan Maverick yang kompak berbahan bakar bensin.
Spesifikasi dan Produksi Fathom
Ford telah mengonfirmasi bahwa pikap listrik seharga US$ 30.000 ini akan menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dapat diisi daya hingga 100 persen secara rutin tanpa khawatir degradasi berlebihan. Fathom juga akan tersedia dalam varian penggerak roda belakang (RWD) atau all-wheel drive (AWD). Sistem infotainment-nya akan mengintegrasikan Apple Maps secara native, sebuah fitur pertama bagi Ford.
Produksi Fathom akan berlangsung di pabrik perakitan Ford di Louisville, Kentucky, lokasi yang sebelumnya memproduksi Ford Escape dan Lincoln Corsair hingga tahun lalu. Konversi pabrik ini menjadi bagian dari strategi Ford untuk menekan biaya produksi seminimal mungkin.
Dengan harga yang kompetitif, Fathom akan langsung bersaing dengan Chevy Bolt yang baru saja diperbarui, sekaligus berpotensi mengganggu rencana truk Slate seharga US$ 25.000 yang akan datang. Jika Ford berhasil mempertahankan harga dan memenuhi target produksi, pencapaian ini akan menjadi tonggak penting bagi industri EV Amerika.
Baca Juga:
Kabar target penjualan ini menegaskan bahwa Ford masih serius dalam permainan EV, meski telah membatalkan beberapa proyek yang dikembangkan bertahun-tahun. Pertanyaannya kini tinggal satu: akankah konsumen benar-benar datang ke dealer dan mewujudkan target tersebut? Waktu akan menjawab, sebab produksi Fathom akan dimulai hanya beberapa bulan lagi.
Persaingan di segmen pikap listrik murah semakin memanas. Selain harus menghadapi Slate Auto yang disebut-sebut menyiapkan truk US$ 25.000, Ford juga tengah menggarap crossover murah lainnya. Namun, dengan pendekatan manufaktur yang benar-benar baru dan pelajaran berharga dari Lightning, Ford tampaknya lebih siap kali ini.
Yang jelas, Ford melakukan segala sesuatu dengan cara berbeda untuk membuat Fathom seekonomis mungkin. Mulai dari teknik perakitan modular, penggunaan casting raksasa, hingga pengembangan arsitektur listrik dari nolâsemuanya diarahkan untuk mencapai titik harga yang dijanjikan. Namun, publik harus melihat dan mencoba langsung kendaraan ini untuk menilai seberapa besar nilai yang ditawarkan produk akhirnya nanti.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Fathom bisa menjadi kendaraan listrik yang mengubah lanskap persaingan di pasar Amerika. Target 100.000 unit di tahun pertama bukan sekadar angkaâini adalah pernyataan bahwa Ford siap bersaing di garis depan elektrifikasi, bukan sekadar mengikuti arus.





Komentar
Belum ada komentar.