📑 Daftar Isi

Sedan plug-in hybrid BYD Qin Plus DM-i generasi ketiga tampil dengan lampu depan tajam dan sensor LiDAR di atap

BYD Qin Plus DM-i Generasi Ketiga Resmi Meluncur di China

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BYD Qin Plus DM-i generasi ketiga meluncur di China, harga mulai 79.900 yuan (11.980 dolar AS)
  • Jarak tempuh listrik 140–220 km CLTC, jarak gabungan 2.290 km dengan tangki 65 liter
  • Mesin 1,5 liter 74 kW dipadu motor listrik 120 kW, baterai LFP 16,2 dan 24,3 kWh
  • Tiga varian: 140 km Leading, 220 km Superior, 220 km Excellence
  • Sensor LiDAR opsional untuk sistem God's Eye B, layar 12,8 inci, sembilan warna eksterior

Telset.id – BYD resmi meluncurkan generasi ketiga Qin Plus DM-i di China pada 27 Oktober 2026. Sedan plug-in hybrid ini hadir dengan jarak tempuh listrik hingga 220 km dan harga mulai 79.900 yuan atau sekitar 11.980 dolar AS. Angka tersebut menempatkan Qin Plus DM-i sebagai salah satu PHEV massal paling agresif di pasar Tiongkok saat ini.

Peluncuran ini menarik karena BYD tidak hanya menawarkan harga murah, tetapi juga mengklaim jarak tempuh gabungan mencapai 2.290 km. Kombinasi harga rendah dan jangkauan jauh menjadi sinyal bahwa persaingan di segmen sedan hybrid China semakin ketat, terutama bagi merek yang belum memiliki skala produksi baterai sendiri.

Dari sisi desain, Qin Plus DM-i generasi ketiga mengadopsi bahasa desain terbaru BYD. Lampu depan dibuat tajam, intake udara berbentuk trapesium, gagang pintu masih konvensional, dan terdapat sensor LiDAR di atap. Sensor tersebut merupakan bagian dari sistem bantuan mengemudi God’s Eye B yang tersedia sebagai opsi. Sistem ini memungkinkan mobil berkendara dari satu alamat ke alamat lain secara mandiri, dengan pengemudi hanya perlu memantau prosesnya.

New BYD Qin Plus DM-i sedan launched in China with 220 km of EV range

Dimensi dan Kabin

Dimensi Qin Plus DM-i tercatat 4.840/1.900/1.498 mm dengan jarak sumbu roda 2.800 mm. Angka ini menempatkannya di kelas sedan menengah yang lega untuk pasar China. Kabinnya dilengkapi layar besar 12,8 inci, enam speaker, pencahayaan ambient, dan kontrol iklim. Tuas transmisi diletakkan di belakang setir dua palang.

Terowongan tengah menampung dua pengisi daya ponsel nirkabel, satu blok tombol fisik, dan sepasang tempat cangkir. BYD menyediakan sembilan pilihan warna eksterior, sementara interior tersedia dalam dua nuansa: putih dan hitam. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Qin Plus DM-i tetap menyasar konsumen massal yang ingin tampilan modern tanpa harus masuk kelas premium.

Powertrain dan Jarak Tempuh

Bagian teknis Qin Plus DM-i memakai mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated bertenaga 74 kW atau 99 hp, dipasangkan dengan motor listrik 120 kW atau 161 hp. Ada dua opsi baterai LFP, yaitu 16,2 kWh dan 24,3 kWh. Jarak tempuh listriknya berada di rentang 140 hingga 220 km berdasarkan kondisi CLTC.

Jarak tempuh gabungan mencapai 2.290 km berkat tangki bensin 65 liter dan konsumsi bahan bakar 2,58 liter per 100 km saat baterai terkuras. BYD mengklaim pengisian daya dari 30–80 persen hanya membutuhkan waktu 20 menit. Klaim ini menjadi salah satu nilai jual utama bagi pengguna yang ingin mobilitas jauh tanpa bergantung penuh pada infrastruktur pengisian daya.

Tampilan interior dan eksterior BYD Qin Plus DM-i generasi ketiga

Untuk pasar yang semakin kompetitif, strategi BYD menghadirkan Qin Plus DM-i dengan tiga varian tampak jelas. Varian 140 km Leading dibanderol 79.900 yuan atau 11.980 dolar AS. Varian 220 km Superior dijual 90.900 yuan atau 13.630 dolar AS, sedangkan varian 220 km Excellence dibanderol 100.900 yuan atau 15.130 dolar AS.

Selisih harga antarvarian terbilang rapat, sekitar 10.000 yuan antara Leading dan Superior. Artinya, konsumen yang menginginkan jarak tempuh listrik penuh 220 km hanya perlu menambah biaya relatif kecil. Strategi ini juga mempersempit ruang bagi pesaing yang menjual PHEV dengan jarak tempuh listrik lebih pendek di harga serupa.

Bagian depan BYD Qin Plus DM-i dengan lampu tajam dan intake trapesium

Dari kacamata industri, peluncuran Qin Plus DM-i generasi ketiga menegaskan posisi BYD sebagai pemain yang menguasai rantai pasok baterai LFP. Kemampuan menekan harga mulai 79.900 yuan sambil menyematkan LiDAR opsional dan sistem bantuan mengemudi God’s Eye B menunjukkan integrasi vertikal yang sulit ditiru merek lain. Bagi konsumen, pilihan PHEV murah dengan jangkauan 2.290 km kini bukan lagi barang langka di China.

Sebagai pembanding di segmen kendaraan listrik, pabrikan lain juga gencar merilis produk baru. Informasi seputar peluncuran resmi produk konsumen menunjukkan ritme inovasi yang sama cepatnya di kategori lain. Sementara itu, pembaruan software pada perangkat lain juga menjadi sorotan pembaca teknologi.

Detail eksterior BYD Qin Plus DM-i generasi ketiga

Yang perlu dicatat, seluruh klaim jarak tempuh Qin Plus DM-i mengacu pada kondisi CLTC, standar pengujian Tiongkok yang umumnya lebih longgar dibanding siklus WLTP maupun EPA. Konsumen di luar China sebaiknya memperlakukan angka 2.290 km sebagai batas atas teoretis, bukan ekspektasi harian. Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai ketersediaan Qin Plus DM-i di pasar luar Tiongkok.

Dengan tiga varian, sembilan warna eksterior, dan dua pilihan interior, BYD menutup celah antara kebutuhan harian dan fitur modern. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah PHEV murah bisa menjangkau 2.000 km, melainkan seberapa lama pesaing mampu menyaingi harga 79.900 yuan dengan spesifikasi setara.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.