Telset.id – BYD resmi meluncurkan Qin Max di China pada 13 Agustus 2026, sebuah sedan segmen B untuk lini Dynasty. Model ini hadir dalam dua varian powertrain, DM-i (plug-in hybrid) dan EV (murni listrik), dengan total sembilan varian berbeda. Rentang harganya dibanderol mulai dari 99.900 yuan (sekitar 14.700 USD) hingga 143.900 yuan (sekitar 21.200 USD).
Peluncuran Qin Max ini menjadi sorotan utama karena posisinya yang unik. Pasalnya, hanya dua hari sebelumnya, BYD juga baru saja meluncurkan Seal 06 untuk tahun model 2027. Kedua mobil ini secara fundamental dapat dianggap sebagai dua varian dari mobil yang sama, yang dijual melalui jaringan penjualan berbeda: Dynasty untuk Qin Max dan Ocean untuk Seal 06. Strategi ini menunjukkan bagaimana BYD berusaha memaksimalkan platform yang ada untuk menjangkau segmen pasar lebih luas.
Harga dan Varian Qin Max
Untuk lini DM-i, BYD menawarkan empat model dengan spesifikasi dan harga sebagai berikut:
- 230 km Leading: 99.900 yuan (14.700 USD)
- 230 km Transcendence: 109.900 yuan (16.200 USD)
- 320 km Transcendence: 119.900 yuan (17.600 USD)
- 320 km Excellence: 129.900 yuan (19.100 USD)
Sementara itu, lini EV menawarkan lima model dengan pilihan jarak tempuh yang lebih bervariasi:
- 530 km Leading: 109.900 yuan (16.200 USD)
- 530 km Transcendence: 119.900 yuan (17.600 USD)
- 530 km Excellence: 129.900 yuan (19.100 USD)
- 630 km Transcendence: 132.900 yuan (19.500 USD)
- 630 km Excellence: 143.900 yuan (21.200 USD)
Selain itu, tersedia opsi paket ADAS “God’s Eye B” dengan LiDAR untuk model tertentu seharga 12.000 yuan (1.800 USD). Pembeli juga bisa menambah warna bodi dua-tone dengan biaya tambahan 3.000 yuan (400 USD).

Performa dan Pengecasan
Qin Max EV merupakan kendaraan berpenggerak roda belakang yang dilengkapi dengan baterai Blade generasi kedua dari BYD. Teknologi baterai ini memungkinkan pengisian daya yang sangat cepat; pada suhu normal, baterai dapat terisi dari 10% hingga 70% hanya dalam waktu sekitar 5 menit, dan dari 10% hingga 97% dalam waktu sekitar 9 menit.
Tersedia dua pilihan motor dengan output daya berbeda, yaitu 120 kW (161 hp) dan 240 kW (322 hp), yang masing-masing menawarkan jarak tempuh CLTC 530 km dan 630 km. Versi dengan daya tinggi menghasilkan torsi puncak melebihi 400 N·m, memungkinkan akselerasi 0-100 km/jam dalam kisaran 5 detik.
Untuk varian DM-i, BYD menggunakan teknologi DM generasi kelima yang menggabungkan mesin 1.5L naturally aspirated (74 kW / 99 hp) dengan motor penggerak 175 kW (235 hp). Kombinasi ini menghasilkan jarak tempuh gabungan hingga 2.370 km dengan konsumsi bahan bakar hanya 2,59L/100km.

Sistem Keselamatan dan Kecerdasan Berkendara
Sistem “God’s Eye B” yang ditawarkan memperkenalkan bantuan navigasi perkotaan, memungkinkan kendaraan menangani ramp, berpindah jalur, dan menghindari rintangan baik di jalan tol maupun jalan kota. Yang menarik, BYD juga memperkenalkan kebijakan “safety net” untuk sistem ini, di mana perusahaan akan menanggung tanggung jawab atas kecelakaan yang terjadi saat fungsi ini digunakan sesuai dengan peraturan.
Dari sisi sasis, Qin Max menggunakan suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang independen lima-link. Untuk trim kelas atas, tersedia sistem kontrol redaman cerdas DiSus-C dengan kemampuan pratinjau jalan.
Dimensi dan Interior
Qin Max memiliki panjang 4.866 mm, lebar 1.880 mm, dan tinggi 1.495 mm dengan jarak sumbu roda 2.820 mm. Bagian interiornya dilengkapi layar sentuh mengambang 15,6 inci, AR-HUD, dan lemari es internal dengan fungsi pendingin/pemanas.

Perbandingan dengan Seal 06
Editor mencatat bahwa Qin Max tidak bisa dibahas tanpa menyebut Seal 06 2027 yang diluncurkan hanya dua hari sebelumnya. Kedua kendaraan ini berbagi jarak sumbu roda yang sama yaitu 2.820 mm, dengan perbedaan hanya 4 mm pada panjang dan 10 mm pada lebar. Keduanya menawarkan opsi DM-i dan EV berpenggerak roda belakang.
Versi DM-i keduanya sama-sama menggunakan mesin 1.5L 74 kW yang dipasangkan dengan motor penggerak 175 kW. Versi EV keduanya hadir dengan dua pilihan output daya – 120 kW dan 240 kW – serta dua opsi jarak tempuh CLTC yaitu 530 km dan 630 km. Versi EV dari kedua mobil sama-sama dilengkapi baterai Blade generasi kedua dan flash charging.
Fitur seperti sistem berkendara “God’s Eye” Level 2+, DiSus-C, DiLink 150, AR-HUD, dan lemari es pendingin/pemanas juga dapat ditemukan di lembar spesifikasi masing-masing. Kecuali dari sisi eksterior, detail interior, dan distribusi trim spesifik, spesifikasi mekanis dan teknis inti Qin Max dan Seal 06 hampir identik.

Strategi BYD meluncurkan dua mobil kembar ini secara beruntun menunjukkan upaya perusahaan untuk memperkuat posisinya di segmen sedan B. Dengan harga yang kompetitif dan teknologi pengisian cepat, Qin Max siap menjadi pemain utama di pasar kendaraan energi baru China. Implikasi dari strategi ini adalah konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan dengan platform yang sama, tergantung preferensi desain dan jaringan penjualan yang mereka sukai.





Komentar
Belum ada komentar.