πŸ“‘ Daftar Isi

Stasiun flash charging BYD ke-10.000 di Shenzhen Longhua

BYD Pasang 10.000 Flash Charging 1.500 kW dalam 6 Bulan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BYD mencapai 10.000 stasiun flash charging 1.500 kW dalam 6 bulan sejak peluncuran 5 Maret 2026
  • Jaringan menjangkau 325 kota di China dengan rata-rata pemasangan 55 stasiun per hari
  • Target akhir tahun: 20.000 stasiun (18.000 urban, 2.000 jalan tol), butuh 80 stasiun per hari
  • 1,83 juta pengguna terdaftar, 33% di antaranya pengguna non-BYD
  • Total listrik disalurkan: 210 juta kWh
  • Kemitraan dengan Sinopec, PetroChina, CNOOC, TELD, JD.com, dan lainnya
  • Ekspansi global: 6.000 stasiun di luar China termasuk 3.000 di Eropa dengan standar CCS2
  • Hongζ—— menjadi merek non-BYD pertama dengan teknologi Blade 2.0 dan flash charging

Telset.id – BYD mengumumkan telah memasang 10.000 stasiun flash charging berkapasitas 1,5 megawatt (1.500 kW) di China, hanya enam bulan setelah teknologi tersebut diluncurkan pada 5 Maret lalu. Jumlah ini menempatkan perusahaan pada 50 persen dari target ambisiusnya untuk mencapai 20.000 stasiun pada akhir tahun 2026.

Pencapaian tersebut diumumkan dalam upacara peresmian Shenzhen Longhua Flash Charging Flagship Station pada 28 Agustus, yang menandai stasiun ke-10.000 jaringan pengisian daya BYD. Wakil Presiden Eksekutif BYD, He Zhiqi, mengungkapkan bahwa jaringan ini mencapai 10.000 stasiun dalam waktu kurang dari enam bulan, dengan rata-rata pemasangan 55 stasiun per hari selama periode tersebut.

Jaringan flash charging BYD kini menjangkau 325 kota di China daratan. Perusahaan mengidentifikasi Hulunbuir di Mongolia Dalam sebagai titik paling utara, Sanya di Hainan sebagai titik paling selatan, Shuangyashan di Heilongjiang sebagai titik paling timur, dan Kashgar di Xinjiang sebagai titik paling barat. BYD juga mengutip keberadaan stasiun di Turpan dan dekat kaki Gunung Everest.

Kecepatan Pengisian yang Mengubah Standar Industri

Teknologi flash charging BYD diperkenalkan pada Maret 2026 bersama dengan baterai Blade 2.0 yang mampu mengisi daya 10-70 persen dalam 5 menit, atau 10-97 persen dalam 9 menit. Sistem pengisian 1.500 kW ini menjadi tulang punggung bagi baterai berkecepatan tinggi tersebut, karena baterai cepat saja tidak cukup tanpa infrastruktur yang mampu memasok daya setara.

Perbandingan dengan merek lain menunjukkan lompatan signifikan. Geely, merek konsumen dengan pengisian tercepat, mengklaim mampu mengisi 10-70 persen dalam 4 menit 22 detik. CATL juga disebut sedang mengembangkan baterai yang mampu mengisi 10-80 persen dalam 3 menit 44 detik. Sementara di luar China, mobil dari pabrikan non-China umumnya membutuhkan waktu sekitar 18 menit untuk pengisian cepat, dan Mercedes memiliki model mendatang yang bisa mengisi dalam 11 menit namun dengan harga mahal.

Namun perlu dicatat, kendaraan non-BYD yang menggunakan stasiun flash charging mungkin tidak dapat menarik daya yang sama dengan model BYD yang kompatibel. Sebelumnya dilaporkan bahwa Lynk & Co 10 mencapai puncak 430 kW di stasiun flash charging BYD, dibandingkan dengan sekitar 1.100 kW di pengisi daya 1.500 kW bermerek Zeekr. Perbedaan ini menunjukkan bahwa output stasiun dan daya pengisian sisi kendaraan adalah parameter terpisah.

Target 20.000 Stasiun dan Kemitraan Strategis

Pada Maret lalu, BYD menyatakan akan membangun 20.000 stasiun flash charging di China hingga akhir 2026, terdiri dari 18.000 stasiun perkotaan dan 2.000 stasiun jalan tol. Pencapaian 10.000 stasiun pada 28 Agustus berarti perusahaan perlu menambah 10.000 stasiun lagi dalam 125 hari tersisa, atau sekitar 80 stasiun per hari. Angka 55 stasiun per hari yang dikutip He Zhiqi mencerminkan rata-rata kecepatan sejak pengumuman 5 Maret, bukan proyeksi untuk sisa tahun ini.

BYD mencapai pencapaian ini dengan kerja sama Sinopec, perusahaan minyak milik negara China. Stasiun pengisian dipasang di lokasi terpilih milik Sinopec, seperti yang dibuka di Shanghai bulan ini. Jaringan ini juga melibatkan mitra lain termasuk PetroChina, CNOOC, TELD, JD.com, Alipay, AutoNavi (Amap), dan Ucar. Namun, BYD tidak mengungkapkan berapa banyak dari 10.000 stasiun yang terkait dengan masing-masing mitra.

Lebih dari 1,83 juta pengguna telah terdaftar di jaringan flash charging BYD, dengan hampir sepertiga di antaranya menggunakan kendaraan dari merek lain. Perusahaan juga melaporkan total penyaluran listrik kumulatif sebesar 210 juta kWh. BYD tidak mengungkapkan jumlah total sesi pengisian atau rata-rata listrik yang disalurkan per sesi.

Selain pasar domestik, BYD berencana menempatkan 6.000 stasiun flash charging di luar negeri, termasuk 3.000 di Eropa. Stasiun flash charging Eropa menggunakan standar pengisian CCS2, berbeda dengan GB/T yang digunakan di China. Stasiun pertama di luar China dibuka pada Juni lalu. Sementara itu, Denza, sub-merek BYD, berencana ekspansi ke lebih dari 30 negara Eropa dengan target lebih dari 150 gerai ritel pada akhir 2026.

Hongqi juga disebut akan menjadi merek non-BYD pertama yang menggunakan Baterai Blade Generasi Kedua dan teknologi flash charging BYD. FAW-FinDreams telah menominasikan teknologi tersebut untuk platform EV murni generasi berikutnya Hongqi, meskipun model spesifik dan waktu produksi belum diungkapkan.

Di sisi lain, pasar Amerika Serikat belum memiliki rencana untuk menghadirkan teknologi pengisian ultra-cepat ini. Tesla sebagai pemimpin pengisian cepat di AS telah memasang sekitar 38.000 port pengisian dalam 14 tahun terakhir sejak memulai jaringan Supercharger, dengan sekitar 2.000 ditambahkan tahun ini. Upaya federal AS untuk memasang stasiun pengisian juga berjalan lambat meski miliaran dolar telah dialokasikan sejak 2021.

Dengan kecepatan pemasangan yang telah dicapai, BYD tampaknya berada di jalur yang tepat untuk mencapai target 20.000 stasiun pada akhir tahun. Perusahaan perlu mempertahankan atau meningkatkan kecepatan pemasangan di bulan-bulan mendatang untuk memenuhi target tersebut. Sementara itu, pengguna di China dan Eropa akan terus menikmati infrastruktur pengisian ultra-cepat yang belum tersedia di banyak pasar lain. Bagi pengguna yang tertarik dengan perkembangan teknologi terkini, artikel tentang aplikasi antivirus dan ponsel Xiaomi dapat memberikan wawasan tambahan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.