Telset.id – BYD menyiapkan varian baru untuk Seagull, hatchback listrik termurahnya, dengan nama “Great Seagull”. Model ini dikonfirmasi menyasar pasar Tiongkok pada akhir 2026 dan membawa dimensi lebih besar, motor lebih kuat, serta teknologi baru. Kepastian itu diungkap setelah model ini lolos daftar kendaraan energi baru (NEV) Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) bulan lalu, memberi gambaran jelas soal spesifikasi yang akan dibawa.
Seagull sendiri bukan nama asing di pasar global. Di Tiongkok, harga awalnya 69.900 yuan atau sekitar US$10.000, menjadikannya salah satu EV termurah di dunia. Sebagai perbandingan, mobil baru termurah di Amerika Serikat adalah 2026 Hyundai Venue yang dibanderol mulai sedikit di atas US$20.500. Di luar Tiongkok, model ini dijual sebagai Dolphin Surf dan Dolphin Mini, termasuk di Eropa dan Inggris. Di Eropa, Dolphin Surf dibanderol mulai sekitar €22.900 atau setara US$26.500. Menurut data Cleantechnica, Seagull, termasuk Dolphin Surf dan Mini, menempati posisi keenam EV paling populer secara global pada paruh pertama 2026 dengan penjualan lebih dari 27.500 unit.
Kabar soal versi “dewasa” ini pertama kali muncul pada Juli 2026. Zhang Zhuo, bos penjualan lini Ocean BYD, menampilkan teaser Seagull baru dengan gambar yang sengaja diburamkan. Keterangan unggahannya berbunyi, “As its silhouette gradually emerges in the shadows, the promise of growing up is about to be fulfilled. #BYDSeagull#.” Nama resmi “Great Seagull” baru dipastikan pada ajang Chengdu Auto Show bulan berikutnya.
Perkembangan terbaru datang dari Zhang Zhuo yang kembali membagikan gambaran lebih dekat soal Seagull generasi kedua pada Senin malam. Ia merilis sejumlah sketsa desain versi terbaru dengan keterangan: “Preserving the classic design while embracing new expression, the lines have been reshaped and the surface refreshed #BYD Second Generation Seagull# More surprises are coming soon!” Sketsa pertama memuat tulisan yang bila diterjemahkan berbunyi “Brand new layout” dan “Space size expands together”. Sketsa lain menampilkan “Clean appearance” dan “The driving posture is even more extreme”. Sketsa lainnya mengungkap lampu depan dan belakang baru berbentuk “Trident-shaped” serta tampilan “Dynamic new look” milik Seagull generasi kedua.
Dimensi dan Tenaga Naik Signifikan
Dokumen MIIT mengungkap lonjakan ukuran yang cukup besar. Great Seagull memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dan wheelbase 2.650 mm. Sebagai pembanding, Seagull saat ini hanya 3.780 mm panjangnya. Artinya, ada penambahan sekitar 425 mm yang menempatkan model ini di kelas berbeda.
Dapur pacunya juga diperkuat. Great Seagull memakai motor listrik 95 kW atau setara 127 hp, naik dari 55 kW (75 hp) pada Seagull generasi sekarang. BYD belum mengumumkan spesifikasi final, tetapi model ini diperkirakan mengadopsi Blade Battery 2.0 terbaru dan teknologi Flash Charging yang memungkinkan pengisian dari 10% ke 70% hanya dalam 5 menit. Bocoran Spesifikasi Lengkap sebelumnya memang sudah mengarah ke peningkatan ukuran dan tenaga seperti ini.

Fitur lain yang mencuat adalah LiDAR di atap, sinyal bahwa model ini akan tersedia dengan sistem bantuan mengemudi canggih God’s Eye B. Sejumlah gambar juga beredar di internet dan memperlihatkan Great Seagull tanpa kamuflase untuk pertama kalinya di ruang publik. Foto yang diposting BYD Fans Club itu menampilkan desain front-end baru serta LiDAR di atap. Kemunculan di jalanan ini sejalan dengan laporan LiDAR dan Wheelbase yang menyoroti keberadaan sensor tersebut. Bocoran interior juga muncul bulan lalu dengan kabin yang dirombak: layar infotainment lebih besar, konsol tengah baru dengan ruang lebih lega, dan setir dua palang.
Penamaan “Great” sendiri bukan hal baru di jajaran BYD. Setelah Great Han sedan dan Great Tang SUV, giliran Seagull yang menyandang gelar tersebut, mengikuti skema penamaan terbaru pabrikan asal Shenzhen itu. Langkah ini menegaskan strategi BYD memperluas jangkauan produk tanpa meninggalkan basis model murahnya.
Baca Juga:
Potensi Ekspansi Global dan Pesaingnya
BYD belum mengonfirmasi rencana ekspor, tetapi Great Seagull diperkirakan meluncur ke pasar luar negeri sebagai salah satu varian Dolphin Surf atau Dolphin Mini. Jika benar, hatchback ini kemungkinan mendapat baterai lebih besar dan tenaga tambahan untuk bersaing dengan EV baru seperti Volkswagen ID.3 Neo dan Renault Megane. Detail teknis yang beredar lewat Bocoran Spesifikasinya menyiratkan bahwa versi ekspor memang disiapkan dengan daya jelajah lebih panjang.

Soal harga, Dolphin Surf saat ini dibanderol mulai sekitar €22.900 (US$26.500) di Eropa. Varian yang lebih besar diprediksi sedikit lebih mahal, tetapi kemungkinan masih di bawah €30.000 (US$35.000) sebagai saudara kecil dari Dolphin. Posisi ini menjaga Great Seagull tetap kompetitif di segmen hatchback listrik terjangkau.
Perlu dicatat, sejumlah detail teknis seperti kapasitas baterai final, jangkauan, dan konfigurasi varian masih menunggu pengumuman resmi BYD. Namun, kemunculannya di daftar MIIT, sketsa desain resmi, dan teaser yang terus mengalir menunjukkan proses produksi sudah berada di jalur akhir menuju peluncuran. Zhang Zhuo sendiri menjanjikan “More surprises are coming soon!”, mengisyaratkan masih ada informasi lain yang akan dibuka sebelum debut resmi.

Bagi pasar global, kehadiran Great Seagull menandai pergeseran menarik: model murah yang tumbuh besar dengan fitur lebih canggih. Bila BYD benar membawanya ke Eropa dan sekitarnya, persaingan di segmen hatchback listrik bawah €30.000 dipastikan memanas. Sumber: Autohome, BYD Fans Club.





Komentar
Belum ada komentar.