Telset.id ā Amazon memesan 3.000 truk listrik dari Tata Motors untuk memperkuat jaringan transportasinya di India. Kesepakatan yang diumumkan pada November 2026 ini menjadi penempatan truk listrik terbesar di India sekaligus langkah paling signifikan Amazon memperluas elektrifikasi armadanya di Negeri Bollywood, melampaui logistik last-mile yang selama ini menjadi fokus utama mereka.
Langkah ini menegaskan bahwa raksasa e-commerce yang didirikan Jeff Bezos itu tidak hanya mengelektrifikasi operasi pengiriman di Amerika Serikat. Jaringan logistik globalnya kini bergerak ke segmen truk angkutan barang, segmen yang jauh lebih berat untuk didekarbonisasi dibanding kendaraan pengiriman jarak pendek.
Menteri Persatuan Industri Berat dan Baja Pemerintah India, Shri H.D. Kumaraswamy, menyebut kolaborasi ini sebagai gambaran nyata percepatan mobilitas listrik di negaranya. āKolaborasi antara Tata Motors dan Amazon menunjukkan seperti apa wujudnya dalam praktik: permintaan berkelanjutan dari jaringan logistik nasional yang dipenuhi truk listrik buatan India,ā ujarnya dalam pernyataan resmi.
Spesifikasi Tata Ultra E.7 yang Dipakai Amazon
Truk yang akan dikerahkan Amazon dalam jumlah rekor tersebut merupakan versi dari Tata Ultra E.7, sebuah truk lurus berbobot 7,5 ton (sekitar 16.000 pon). Kendaraan ini digerakkan motor listrik berdaya 240 kW (sekitar 320 hp) yang mengambil daya dari paket baterai LFP berkapasitas 96 kWh.
Pabrikan mengklaim truk ini mampu menempuh jarak hingga 130 km (sekitar 80 mil) dalam kondisi bermuatan penuh pada sekali pengisian. Fitur DC fast-charging disiapkan agar truk tetap terisi daya di sela-sela pengiriman, sehingga operasional armada tidak terhenti terlalu lama.

Menurut keterangan Amazon, truk listrik baru ini akan mendukung pengangkutan barang antar fasilitas gudang. Artinya, kendaraan akan melintasi kota dan menyusuri koridor angkutan barang nasional India, bukan sekadar beroperasi di rute pengiriman terakhir ke konsumen.
Bagi Tata Motors, pesanan ini bukan hanya kontrak besar, tetapi juga dorongan serius bagi populasi truk listrik yang beroperasi di India. Langkah tersebut dinilai sebagai kemajuan penting menuju elektrifikasi transportasi barang secara luas di seluruh negeri, yang berdampak pada biaya bahan bakar Amazon sekaligus kualitas udara yang dihirup masyarakat.
Baca Juga:
Target Net-Zero Amazon dan Jejak Armada Listriknya
Vice President Operations Amazon untuk APAC, Timur Tengah, Afrika, dan Turki, Abhinav Singh, menempatkan langkah ini dalam kerangka target perusahaan mencapai emisi karbon nol bersih pada 2040. āMengelektrifikasi jaringan logistik dan transportasi kami adalah bagian penting dari tujuan Amazon untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada 2040,ā kata Singh.
Ia mengklaim Amazon telah membuat kemajuan signifikan di India, dengan lebih dari 15.000 kendaraan listrik yang beroperasi di lebih dari 500 kota. Untuk mendukung transisi tersebut, perusahaan juga mendorong pengembangan infrastruktur dan solusi yang memudahkan mitra pengangkut serta pengemudi mengadopsi kendaraan listrik.
āKami sekarang menetapkan visi berani untuk menskalakan truk listrik, mengatasi salah satu tantangan terberat dalam dekarbonisasi transportasi,ā ujar Singh. Ia menyebut kolaborasi dengan Tata Motors sebagai langkah penting menuju visi itu, dengan tujuan mempercepat penyebaran truk listrik di lebih banyak rute, dimulai dari operasi dalam kota lalu meluas ke koridor angkutan barang utama India.

Dari sisi kebijakan, pemerintah India melalui skema PM E-DRIVE berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap transisi ini. Kumaraswamy menyatakan pihaknya menantikan lebih banyak upaya serupa untuk mendorong logistik hijau, dengan permintaan yang stabil dari jaringan logistik nasional dipenuhi truk listrik yang diproduksi di dalam negeri.
Skala 3.000 unit membuat kesepakatan ini berbeda dari proyek percontohan yang biasa diumumkan perusahaan logistik. Amazon dan Tata Motors tidak sekadar menguji kendaraan, melainkan menempatkan armada truk listrik dalam volume yang cukup untuk mengubah komposisi angkutan barang antargudang di sejumlah kota India.
Bagi pasar kendaraan listrik Tanah Air, dinamika ini relevan sebagai pembanding. Amazon sendiri terus memperluas ekosistem teknologinya, termasuk lewat Fitur AI Ask pada perangkat Kindle dan lini perangkat rumah pintar lewat Echo Show 16. Namun di sektor logistik, ambisi elektrifikasi Amazon kini diuji di jalan raya, bukan di layar perangkat.

Yang perlu dicatat, klaim jangkauan 130 km dalam kondisi bermuatan berasal dari pabrikan dan belum diuji independen dalam laporan ini. Untuk operasi antargudang dan koridor barang, angka itu menjadi indikator seberapa jauh truk listrik kelas 7,5 ton bisa menggantikan truk diesel dalam ritme kerja harian.
Kesepakatan AmazonāTata Motors menunjukkan bahwa elektrifikasi logistik kini bergerak dari kendaraan pengiriman kecil ke truk barang menengah. Jika 3.000 unit ini benar-benar beroperasi sesuai rencana, India akan memiliki salah satu armada truk listrik korporat terbesar, dan Amazon mendapat data operasional berharga untuk memperluas model serupa ke pasar lain.





Komentar
Belum ada komentar.