Telset.id – Archer Aviation resmi mengakuisisi tiga anak usaha Boeing, yakni pengembang taksi udara otonom Wisk Aero, pembuat drone militer Insitu, dan perusahaan perangkat lunak manajemen lalu lintas udara SkyGrid. Kesepakatan ini juga memberikan Boeing saham di Archer. Kabar ini langsung disambut positif pasar, dengan lonjakan harga saham Archer (ACHR) lebih dari 20 persen pada Senin lalu.
Akuisisi ini secara instan mengubah status Archer dari perusahaan rintisan eVTOL yang belum memiliki pendapatan menjadi perusahaan dengan bisnis pertahanan yang menguntungkan. Langkah ini pun disebut berpotensi mempercepat rencana pengembangan eVTOL Archer di masa depan.
Insitu Jadi Aset Paling Berharga
Dari ketiga unit yang diakuisisi, Insitu adalah yang paling bernilai. Perusahaan ini merupakan produsen drone pertahanan dengan pendapatan tahunan lebih dari 200 juta dolar AS dan sudah menguntungkan. Insitu telah membangun lebih dari 3.500 sistem pesawat nirawak yang digunakan oleh angkatan bersenjata dari 35 negara.
Sementara itu, Wisk Aero adalah pengembang eVTOL otonom yang telah didanai Boeing selama bertahun-tahun. Archer menyebut Wisk adalah satu-satunya perusahaan yang berhasil merancang, membangun, dan menerbangkan enam generasi pesawat eVTOL dengan lebih dari 1.700 uji terbang. SkyGrid melengkapi kesepakatan ini dengan menyediakan perangkat lunak manajemen lalu lintas udara yang tidak terikat pada jenis pesawat tertentu.

Nilai finansial kesepakatan ini tidak diungkapkan secara detail. Boeing tidak hanya menjual unit bisnisnya, tetapi juga mengambil saham di Archer dan menjalin kolaborasi berbagi teknologi. Namun, jumlah investasi, nilai pembelian, dan persentase kepemilikan saham tidak diumumkan. Transaksi ini ditargetkan rampung pada akhir 2026, menunggu hasil tinjauan regulasi antimonopoli.
Konsep “Physical AI” Archer
Archer memasarkan akuisisi ini sebagai langkah besar menuju konsep “physical AI”. Perusahaan menyatakan bahwa kombinasi antara teknologi otonom, pesawat eVTOL, dan drone akan menciptakan “platform physical AI end-to-end untuk sektor kedirgantaraan dan pertahanan.” Semua elemen ini akan terhubung ke model fondasi AI milik Archer yang diberi nama ZEE.
“Ini adalah momen penting bagi Archer dan masa depan physical AI di sektor kedirgantaraan dan pertahanan,” ujar pendiri sekaligus CEO Archer, Adam Goldstein. “Ini adalah langkah besar berikutnya untuk menjadi platform yang terdiversifikasi.”
Boeing sendiri memberikan pernyataan yang lebih sederhana. “Transaksi ini adalah win-win solution bagi Boeing dan Archer,” kata Brian Yutko, VP Product Development Boeing Commercial Airplanes. “Ini memungkinkan Wisk, SkyGrid, dan Insitu untuk mempercepat pengembangan kemampuan dan waktu ke pasar.”
Langkah ini mempercepat pivot pertahanan yang dimulai Archer pada akhir 2024, ketika perusahaan bermitra dengan Anduril untuk membangun pesawat militer VTOL hibrida dan berhasil mengumpulkan dana 430 juta dolar AS. Bulan lalu, kedua perusahaan meluncurkan Thunder, pesawat VTOL otonom yang dikembangkan bersama untuk misi pertahanan dan komersial. Kehadiran Insitu memberikan ambisi tersebut pendapatan dan kontrak nyata, bukan sekadar rendering.
Baca Juga:
Sementara itu, bisnis inti Archer terus berjalan. Perusahaan telah memulai operasi dengan pilot untuk pesawat andalannya, Midnight, pada tahun lalu. Archer juga ditunjuk sebagai penyedia taksi udara eksklusif untuk Olimpiade Los Angeles 2028.
Sejarah Panjang di Balik Akuisisi
Ada sejarah panjang di balik kesepakatan ini. Wisk sempat menggugat Archer pada 2021 dengan tuduhan pencurian rahasia dagang, memicu perseteruan hukum yang berlarut-larut. Kedua perusahaan akhirnya mencapai kesepakatan pada 10 Agustus 2023, dengan Boeing berinvestasi di putaran pendanaan Archer dan kedua perusahaan setuju untuk berkolaborasi dalam teknologi otonom.
Menariknya, penyelesaian sengketa itu terjadi tepat tiga tahun lalu dari hari pengumuman akuisisi ini. Kini, Archer memiliki Wisk sepenuhnya.
Label “physical AI” memang sedang tren di industri, dan Archer tidak terkecuali. Namun, jika mengesampingkan istilah tersebut, logika bisnis di balik akuisisi ini cukup masuk akal. Archer membeli jalan menuju bisnis pertahanan nyata dengan pendapatan 200 juta dolar AS dan drone yang beroperasi di 35 negara.
Bagi perusahaan yang selama bertahun-tahun membakar kas untuk mengejar sertifikasi FAA, akuisisi atas bisnis Insitu yang menguntungkan dan menghasilkan kas mengubah seluruh wajah perusahaan dalam semalam. Ini menstabilkan neraca keuangan dengan manufaktur dan kontrak nyata, yang selama ini lebih banyak berupa peluncuran spektakuler dan kenaikan harga saham.
Ada kemungkinan nyata bahwa langkah ini akan mempercepat hadirnya eVTOL komersial. Namun, kekhawatiran juga muncul bahwa Archer akan semakin fokus pada bisnis pertahanan barunya, berpotensi mengorbankan janji penerbangan listrik komersial. Pesawat listrik masih membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk hadir, tetapi efisiensi energi adalah hal yang bisa dilakukan hari ini.
Dengan tarif listrik yang naik hampir 10 persen tahun lalu dan diperkirakan terus meningkat, transisi ke energi surya menjadi salah satu cara terbaik melindungi diri dari kenaikan biaya. Dengan opsi sewa dan PPA, konsumen bisa melakukannya tanpa biaya awal dan mulai menghemat segera.
Perkembangan ini menjadi babak baru bagi industri taksi terbang yang sebelumnya sempat diwarnai perseteruan hukum antar pemain utamanya. Kini, Archer justru memperkuat posisinya dengan mengakuisisi mantan lawannya. Sementara itu, modifikasi pesawat Midnight untuk keperluan militer juga menunjukkan arah baru pengembangan teknologi ini.
Kesepakatan ini menandai perubahan signifikan dalam lanskap industri eVTOL. Dengan aset nyata dari Insitu, teknologi otonom dari Wisk, dan perangkat lunak dari SkyGrid, Archer kini memiliki portofolio lengkap untuk bersaing di sektor kedirgantaraan dan pertahanan. Pertanyaannya kini, apakah perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara ambisi komersial dan bisnis pertahanan yang baru diakuisisinya.





Komentar
Belum ada komentar.