Telset.id – Persaingan pengembangan baterai solid-state (SSB) di China semakin memanas. CATL, produsen baterai terbesar dunia, mengumumkan rencana memulai produksi uji coba skala kecil sel baterai solid-state pada 2027, sejalan dengan jadwal serupa yang telah dikomitmenkan BYD.
Pengumuman ini disampaikan CATL dalam sesi tanya jawab dengan investor pada 29 Juli 2026. Dikutip dari laporan libattery.net, perwakilan CATL menyatakan komitmen perusahaan terhadap riset SSB yang berkelanjutan, dan menyebut progres teknologi SSB mereka sebagai yang “terdepan di industri” (industry-leading).

Baterai solid-state kerap dijuluki “cawan suci” atau evolusi final kendaraan listrik. Teknologi ini menjanjikan peningkatan kapasitas baterai, pengurangan bobot, serta pencegahan ledakan dan thermal runaway. Baik produsen otomotif maupun pembuat baterai telah mengucurkan sumber daya besar untuk menyempurnakan teknologi ini.
Kesamaan Jadwal dengan BYD
CarNewsChina sebelumnya melaporkan bahwa BYD mengantongi enam paten baru terkait SSB, yang mencakup kimia material, pedoman manufaktur, dan kontrol kualitas. Produsen otomotif tersebut berfokus pada pendekatan katoda dual-elektrolit, menggantikan elektrolit cair tradisional dengan kombinasi komponen halida dan sulfida padat.
Selain paten, BYD juga berkomitmen melakukan uji coba produksi SSB pada 2027. Menariknya, CATL memublikasikan jawaban kepada investor pada 29 Juli, sementara BYD dianugerahi enam paten barunya pada 31 Juli. Persaingan SSB antara dua raksasa baterai ini masih berlangsung ketat.
Meski kendaraan listrik berteknologi SSB yang siap konsumen masih berjarak beberapa tahun, baik CATL maupun BYD mengklaim SSB akan berpindah dari laboratorium ke lini perakitan pada tahun mendatang.
Progres dan Target Teknis CATL
Kepemimpinan CATL berulang kali mendinginkan ekspektasi akan peluncuran SSB yang cepat. Ketua perusahaan, Dr Robin Zeng, menyatakan adopsi massal SSB masih “ber tahun-tahun lagi”. Dalam panel industri pada akhir Juni, Zeng mengklaim SSB CATL baru berada di level empat pada skala Technology Readiness Level (TRL) sembilan poin. Artinya, sel baterai mereka masih dalam tahap validasi dan pengembangan di lingkungan laboratorium.
Kendati demikian, CATL tampak percaya diri mengejar target pilot 2027. Chief Scientist CATL, Wu Kai, menyatakan perusahaan menargetkan TRL 7 atau 8 untuk SSB-nya pada 2027, yang memungkinkan produksi pilot dan validasi dunia nyata.

CATL juga telah memublikasikan riset pasar mengenai peluncuran SSB ke masyarakat luas. CarNewsChina melaporkan sebelumnya bahwa perusahaan menetapkan ambang batas produksi SSB skala besar pada 1 juta kendaraan. Angka ini diperkirakan tidak akan tercapai sebelum 2030.
Zeng juga mengungkapkan perkiraan performa pasar SSB CATL. Ketua perusahaan tersebut mengklaim kendala teknis akan membatasi batch komersial awal SSB pada platform NEV premium. Adopsi SSB kemungkinan hanya terjadi pada kendaraan dengan harga 250.000 yuan (sekitar 37.000 USD) ke atas.
Posisi CATL di Pasar Baterai
Menurut China EV DataTracker, CATL adalah produsen baterai terbesar di China dengan kapasitas terpasang 32,59 GWh pada Juni 2026. Perusahaan ini menguasai 43,2% pangsa pasar domestik. CATL juga merupakan produsen baterai terbesar dunia, memasok sel ke produsen otomotif China maupun internasional.

Perlombaan SSB menawarkan peluang bagi produsen baterai dan otomotif yang lebih kecil untuk mengatur ulang tatanan industri baterai yang sudah mapan. Dengan perusahaan seperti Dongfeng, Changan, dan Pure Lithium yang turut ambil bagian dalam arena SSB, masih belum jelas siapa yang akan muncul sebagai pemenang dengan “cawan suci” tersebut.
Ekspansi CATL tidak hanya terbatas pada riset SSB. Perusahaan ini juga aktif dalam berbagai inisiatif lain, termasuk jaringan battery swap yang telah menembus 2.000 stasiun, serta kemitraan strategis seperti pabrik baterai CATL-Ford di Amerika Serikat yang resmi berproduksi.
Langkah CATL dalam standarisasi baterai global juga patut disorot. Perusahaan ini menggandeng Google, Xiaomi, dan BMW untuk standarisasi baterai global, menunjukkan ambisi mereka melampaui sekadar produksi sel baterai.





Komentar
Belum ada komentar.