šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi asisten AI Ford di aplikasi smartphone yang membantu pemilik memahami fitur kendaraan mereka

Ford Luncurkan AI Assistant untuk Bantu Pemilik Pahami Mobil

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Ford meluncurkan asisten AI baru di aplikasi smartphone Ford dan Lincoln untuk membantu pemilik memahami kendaraan mereka
  • Fitur ini akan menjangkau delapan juta pelanggan dan kompatibel dengan mobil tahun 2021 ke atas
  • Asisten AI dapat menjelaskan fitur BlueCruise, mengecek muatan kargo, dan memberikan info pengisian daya EV
  • Chatbot memiliki akses langsung ke data kendaraan melalui aplikasi tanpa input manual
  • Ford berencana mengintegrasikan AI langsung ke sistem operasi kendaraan, dimulai dengan Google Gemini
  • Fitur ini tersedia untuk F-150 Lightning, Mustang Mach-E, dan model bensin Ford/Lincoln tertentu

Telset.id – Ford resmi meluncurkan asisten AI baru yang dirancang untuk membantu pemilik kendaraan memahami mobil mereka secara lebih mendalam. Fitur ini mulai digulirkan ke aplikasi smartphone Ford dan Lincoln, dengan total delapan juta pelanggan dijadwalkan menerima fitur baru ini dalam waktu dekat.

Langkah ini merupakan realisasi dari komitmen Ford yang diumumkan awal tahun ini untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam produk perangkat lunaknya. Kini, perusahaan otomotif asal Amerika tersebut telah mewujudkannya melalui chatbot yang mampu memberikan jawaban spesifik atas pertanyaan dari pemilik kendaraan.

Fitur Unggulan Asisten AI Ford

Asisten AI Ford diklaim mampu menjelaskan fitur-fitur spesifik seperti sistem bantuan mengemudi hands-free BlueCruise. Chatbot ini pada dasarnya berfungsi seperti robot kecil yang membaca buku manual pemilik untuk Anda. Selain itu, chatbot juga dapat memberi tahu pemilik apakah sebuah furnitur tertentu muat di ruang kargo, seberapa jauh mereka dapat mengemudikan EV di antara pengisian daya pada perjalanan darat yang panjang, serta jenis pengisi daya EV apa yang dapat digunakan untuk mengisi baterai.

Karena asisten ini tertanam langsung di aplikasi smartphone, ia memiliki akses langsung dan aman ke kendaraan yang terhubung dengan aplikasi tersebut. Dengan demikian, asisten dapat memberikan jawaban tanpa pemilik harus memasukkan spesifikasi mobil secara manual, termasuk fitur apa saja yang tersedia. Sebagai bonus tambahan, chatbot Ford juga dapat menyarankan cara mengatasi perbaikan cepat berdasarkan telemetri yang diterima dari sensor mobil.

Perlu dicatat bahwa Ford sebelumnya juga sempat mengumumkan truk listrik anyarnya yang bernama Fathom. Meski demikian, langkah integrasi AI ini merupakan arah baru yang cukup signifikan bagi pengembangan perangkat lunak Ford.

Saat ini, pemilik kendaraan perlu mengetik pertanyaan mereka ke dalam aplikasi smartphone. Namun, ini hanyalah permulaan. Ford menyatakan akan secara bertahap mengintegrasikan lebih banyak fitur AI langsung ke sistem operasi kendaraannya, sehingga pengemudi akan memiliki akses ke semua informasi yang tersedia melalui layar infotainment.

Langkah pertama dalam arah ini adalah penambahan asisten Gemini dari Google, yang tersedia sebagai alternatif opt-in untuk Google Assistant pada kendaraan yang kompatibel. Dengan Gemini, pengemudi dapat mengajukan pertanyaan yang terdengar alami yang mencakup lebih dari satu perintah, dan sistem akan merespons tanpa terdengar seperti robot. Volvo dan Polestar juga menawarkan Gemini di mobil mereka.

Kompatibilitas dan Jangkauan Layanan

Asisten AI yang sedang digulirkan saat ini ke aplikasi smartphone Ford dan Lincoln berfungsi dengan mobil tahun 2021 dan lebih baru yang memiliki koneksi internet aktif, termasuk pikap listrik F-150 Lightning dan crossover Mustang Mach-E. Beberapa model Ford dan Lincoln berbahan bakar gas juga kompatibel dengan fitur ini.

Dengan delapan juta pelanggan yang dijadwalkan menerima fitur ini, Ford menunjukkan keseriusannya dalam mengadopsi teknologi AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Ini juga menjadi sinyal persaingan yang semakin ketat di industri otomotif, di mana produsen lain seperti GM dan Ford juga sedang menyesuaikan strategi mereka terkait kendaraan listrik dan teknologi terkait.

Kehadiran asisten AI ini juga menarik untuk dicermati di tengah perkembangan teknologi AI yang pesat. Sebelumnya, para ilmuwan Stanford bahkan telah menguji kemampuan AI dalam menciptakan virus baru untuk keperluan penelitian, menunjukkan bahwa teknologi ini memiliki potensi yang sangat luas.

Bagi pemilik Ford dan Lincoln, kehadiran asisten AI ini berarti mereka tidak perlu lagi membaca buku manual yang tebal. Cukup dengan mengetik pertanyaan di aplikasi, mereka bisa mendapatkan jawaban yang akurat dan spesifik untuk kendaraan mereka masing-masing.

Dari sisi teknis, integrasi asisten AI ke dalam aplikasi smartphone memberikan keuntungan tersendiri. Karena tertanam langsung di aplikasi, asisten memiliki akses aman ke data kendaraan yang sudah diatur di aplikasi tersebut. Ini memungkinkan jawaban yang lebih personal tanpa perlu memasukkan data secara manual.

Telemetri dari sensor mobil juga menjadi sumber data penting bagi asisten AI ini. Berdasarkan data tersebut, chatbot dapat menyarankan langkah-langkah pemecahan masalah untuk perbaikan cepat, memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pemilik kendaraan.

Meski saat ini masih berbasis teks, Ford memastikan bahwa ini hanyalah awal dari pengembangan fitur AI mereka. Integrasi langsung ke sistem operasi kendaraan akan menjadi langkah berikutnya, yang akan membuka akses informasi melalui layar infotainment secara lebih luas.

Penambahan Gemini sebagai alternatif Google Assistant juga menjadi langkah strategis. Dengan kemampuan memahami pertanyaan yang lebih natural dan multi-perintah, Gemini diharapkan dapat memberikan pengalaman interaksi yang lebih manusiawi bagi pengemudi.

Langkah Ford ini menunjukkan bahwa persaingan di industri otomotif tidak lagi hanya soal performa mesin atau desain, tetapi juga kecerdasan perangkat lunak yang menyertainya. Pemilik kendaraan kini semakin dimanjakan dengan teknologi yang membuat hidup mereka lebih mudah.

Dengan delapan juta pelanggan yang akan menerima fitur ini, Ford menargetkan adopsi yang cukup luas sejak awal peluncuran. Ini juga menjadi ujian bagi kesiapan infrastruktur digital Ford dalam melayani jutaan pengguna secara bersamaan.

Yang menarik, asisten AI ini tidak hanya terbatas pada kendaraan listrik. Beberapa model berbahan bakar gas juga kompatibel, menunjukkan bahwa Ford ingin menjangkau seluruh segmen pelanggannya, bukan hanya pemilik EV.

Ke depannya, dengan integrasi ke sistem operasi kendaraan, pengemudi akan dapat mengakses semua informasi yang tersedia langsung dari layar infotainment. Ini akan menjadi pengalaman yang jauh lebih seamless dibandingkan harus membuka aplikasi di smartphone.

Bagi industri otomotif secara keseluruhan, langkah Ford ini menjadi preseden baru dalam pemanfaatan AI untuk layanan purna jual. Produsen lain kemungkinan akan mengikuti jejak serupa untuk tetap kompetitif di pasar yang semakin digital.

Dengan semua fitur dan rencana pengembangan yang diumumkan, Ford menunjukkan bahwa mereka serius menjadikan AI sebagai bagian integral dari ekosistem kendaraan mereka. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi dalam upaya meningkatkan pengalaman kepemilikan kendaraan secara keseluruhan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.