šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi perbedaan Android Auto dan Android Automotive pada layar mobil

Android Auto vs Android Automotive: Ini Perbedaan Utamanya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Android Auto adalah sistem proyeksi yang bergantung pada ponsel Android, menampilkan antarmuka di layar mobil.
  • Android Automotive OS (AAOS) adalah sistem operasi yang tertanam langsung di perangkat keras mobil, tidak butuh ponsel.
  • Google built-in adalah paket layanan opsional terpisah dari AAOS, menyediakan Google Maps, Google Play, dan asisten suara.
  • Rivian membangun software di atas AAOS tanpa Android Auto/CarPlay, sedangkan Polestar tetap kompatibel dengan keduanya.
  • Polestar 2 menjadi mobil produksi pertama dengan Android Automotive OS pada tahun 2020.

Telset.id – Android Auto dan Android Automotive sering dianggap sama, padahal keduanya adalah sistem yang sangat berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada sumber daya: Android Auto bergantung pada ponsel, sementara Android Automotive beroperasi langsung di perangkat keras mobil.

Bagi pengendara, memahami perbedaan ini penting karena menentukan fitur apa saja yang bisa dinikmati di dalam kendaraan. Android Auto adalah solusi proyeksi dari ponsel, sedangkan Android Automotive OS (AAOS) adalah sistem operasi yang tertanam di mobil itu sendiri.

Kebingungan antara kedua nama ini memang wajar. Namun, perbedaannya cukup sederhana untuk dipahami. Mari kita bedah secara mendalam.

Android Auto: Mengandalkan Ponsel sebagai Otak

Android Auto adalah pengalaman yang didukung oleh ponsel Android Anda. Layar mobil yang kompatibel akan menampilkan antarmuka ramah pengemudi untuk navigasi, musik, pesan, dan aplikasi yang didukung.

Konsepnya, ponsel Anda adalah otaknya, sementara dasbor adalah tempat yang lebih besar dan tidak terlalu mengganggu untuk meletakkan semuanya saat mengemudi. Android Auto bukanlah pengganti perangkat lunak yang sudah ada di mobil Anda.

Sistem ini menampilkan antarmuka khusus dari ponsel di layar mobil, memungkinkan Anda menggunakan aplikasi yang kompatibel seperti Google Maps, Spotify, dan layanan pesan tanpa harus memegang ponsel. Ini adalah respons Google terhadap Apple CarPlay dan dapat digunakan melalui USB atau nirkabel, tergantung pada ponsel dan mobil Anda.

Ketergantungan pada ponsel ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Anda dapat terhubung ke kendaraan kompatibel lainnya dan membawa aplikasi, akun, serta preferensi Anda ke mana pun. Mobil itu sendiri mungkin menjalankan Android, sistem operasi lain, atau sesuatu yang sepenuhnya proprietary. Konsep di balik Apple CarPlay serupa. Bahkan CarPlay Ultra yang meluas ke kendaraan kompatibel dengan mengambil alih lebih banyak layar dan menampilkan beberapa kontrol kendaraan, masih membutuhkan iPhone.

Aplikasi Android Auto juga dapat mengakses beberapa data kendaraan jika didukung oleh produsen mobil, seperti level baterai atau perkiraan jarak tempuh.

Person holding phone in car with the Android Auto app displayed.

Android Automotive: Sistem Operasi yang Tertanam di Mobil

Android Automotive OS (AAOS) adalah platform perangkat lunak yang terpasang di dalam kendaraan itu sendiri. Ini memungkinkan produsen mobil mengintegrasikannya dengan infotainment, tampilan instrumen, kontrol iklim, informasi EV, dan fungsi kendaraan lainnya.

Berbeda dengan Android Auto, AAOS tidak memerlukan ponsel untuk melakukan kerja berat. Sistem ini hidup di dalam mobil, memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan terintegrasi.

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah Google built-in sama dengan Android Automotive? Jawabannya tidak. AAOS bersifat open source, sementara Google built-in bergantung pada kumpulan Google Automotive Services yang dilisensikan secara terpisah.

Google built-in dapat menyediakan Google Maps asli, Google Play, dan asisten suara Google di dalam mobil, tanpa memerlukan ponsel pengemudi. Google memperlakukan layanan ini sebagai paket opsional yang terpisah, bukan bagian dari AAOS itu sendiri.

Perbedaan ini penting saat Anda membaca lembar spesifikasi. Misalnya, Rivian membangun pengalaman perangkat lunaknya sendiri di atas AAOS dan tidak menawarkan proyeksi Android Auto atau CarPlay. Sementara itu, Polestar menunjukkan betapa fleksibelnya sistem ini. Mobil berbasis AAOS dengan Google built-in milik Polestar tetap kompatibel dengan Android Auto dan Apple CarPlay, jadi ini bukan soal salah satu atau yang lain.

Pada tahun 2020, Polestar 2 menjadi mobil produksi pertama yang menampilkan Android Automotive OS.

Polestar 2 with Android Automotive infotainment system.

Memilih Sistem yang Tepat

Pilihan antara Android Auto dan Android Automotive sangat bergantung pada kendaraan yang Anda miliki atau rencanakan untuk dibeli. Jika mobil Anda mendukung Android Auto, Anda hanya perlu ponsel Android yang kompatibel untuk menikmati navigasi, musik, dan aplikasi pesan dengan antarmuka yang aman untuk pengemudi.

Namun, jika mobil Anda menggunakan Android Automotive OS, sistem tersebut sudah tertanam dan mungkin dilengkapi dengan Google built-in. Ini berarti Anda bisa menggunakan Google Maps dan layanan Google lainnya langsung dari dasbor, tanpa perlu menghubungkan ponsel.

Perlu diingat bahwa dukungan Android Auto juga bergantung pada aplikasi yang terpasang. Jika Anda mengalami kendala dengan aplikasi di ponsel, hal itu bisa memengaruhi pengalaman Android Auto. Ada beberapa cara mengatasi aplikasi crash yang bisa dicoba.

Selain itu, pengaturan ponsel juga berperan. Misalnya, Anda bisa membuat profil kedua di Android untuk memisahkan notifikasi kerja dan pribadi, yang juga akan memengaruhi apa yang muncul di layar mobil saat Android Auto aktif.

Dengan memahami perbedaan fundamental ini, Anda bisa lebih bijak dalam memilih kendaraan atau memanfaatkan fitur yang sudah tersedia. Baik Android Auto maupun Android Automotive sama-sama bertujuan membuat berkendara lebih aman dan terhubung, hanya saja dengan cara kerja yang berbeda.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.