📑 Daftar Isi

Aiva ME7 tampak depan dalam katalog resmi MIIT China

Aiva ME7 Resmi Muncul di Filing Regulasi China, Andalkan Baterai CATL

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Aiva ME7, model perdana Seres-CATL, resmi masuk katalog MIIT China
  • Tersedia versi satu motor (270 kW/362 hp) dan dua motor (total 420 kW/563 hp)
  • Dimensi: panjang 4.999 mm, wheelbase 3.050 mm, top speed 255 km/jam
  • Baterai lithium-ion ternary CATL, produksi lokal di pabrik Seres
  • Fase II proyek factory-within-a-factory ditargetkan berkapasitas 10-12 GWh

Telset.id – Aiva ME7, model perdana hasil kolaborasi Seres dan CATL, resmi muncul dalam katalog produk terbaru yang dirilis Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT). Kendaraan penumpang listrik murni di bawah brand Aiva (Saidou dalam bahasa Mandarin) ini akan ditawarkan dalam konfigurasi satu motor dan dua motor, seluruhnya dengan tata letak lima kursi. Kemunculan di filing regulasi ini menandai langkah konkret kemitraan Seres-CATL menuju produksi massal, sekaligus mengonfirmasi spesifikasi teknis yang sebelumnya hanya berupa spekulasi.

Filing MIIT menjadi tahap wajib sebelum sebuah model dapat dijual di pasar China. Artinya, Aiva ME7 kini berada di jalur akhir menuju peluncuran resmi. Model ini juga sempat menjadi sorotan lewat debut global di Paris, yang memperlihatkan ambisi Seres membawa brand Aiva ke panggung internasional.

Spesifikasi Aiva ME7: Dimensi dan Performa

Kedua versi ME7 berbagi dimensi eksterior identik dan kecepatan puncak tinggi. Panjang 4.999 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.616 mm atau 1.626 mm. Wheelbase mencapai 3.050 mm. Kecepatan puncaknya 255 km/jam, sementara kapasitas penariknya 700 kg.

Dari sisi peralatan opsional, Aiva ME7 menyediakan kaliper rem merah, atap hitam, beragam desain roda, kemampuan hitch penarik, dan unit ETC onboard. Setiap kendaraan juga dilengkapi Event Data Recorder (EDR) sebagai standar.

Aiva ME7 tampak depan dalam filing MIIT

Detail Powertrain: Baterai CATL dan Dua Pilihan Motor

Aiva ME7 ditenagai baterai lithium-ion ternary yang diproduksi CATL. Versi satu motor menggunakan motor belakang (Model QT63TZ220001) buatan Chongqing Qingshan Industrial Co., Ltd. dengan tenaga puncak 270 kW atau setara 362 hp.

Versi dua motor mengadopsi sistem penggerak semua roda. Motor depan (Model YY63YS230003) diproduksi Chongqing Jinkang Powertrain New Energy Co., Ltd. dengan tenaga puncak 150 kW atau 201 hp. Motor belakang identik dengan konfigurasi satu motor, yakni 270 kW (362 hp). Total tenaga keluaran model four-wheel-drive ini mencapai 420 kW atau 563 hp.

CATL sendiri telah mengoperasikan dua lini produksi battery pack CTP 2.0 high-end di pabrik Seres sejak Juni 2025. Langkah ini memungkinkan produksi baterai lokal dan pengiriman “production-to-installation”, dengan sistem baterai daya di dekatnya untuk model-model flagship seperti Aito M9 dan M8. Kemitraan ini juga sejalan dengan rencana baterai swapping CATL untuk brand Aiva.

Sebagai catatan, sepekan sebelum kemunculan filing ini, Seres dan CATL menandatangani perjanjian untuk mempercepat pembangunan Fase II proyek “factory-within-a-factory”. Fase II direncanakan memiliki kapasitas tahunan 10 hingga 12 GWh. Setelah selesai, kapasitas tahunan gabungan Fase I dan II akan melampaui 20 GWh.

Bagian belakang Aiva ME7 dalam katalog MIIT

Ekspansi kapasitas ini menunjukkan bahwa kemitraan Seres-CATL tidak berhenti pada satu model. Aiva ME7 menjadi kendaraan pertama yang memanfaatkan lini produksi tersebut, tetapi infrastrukturnya disiapkan untuk mendukung volume yang jauh lebih besar. Bagi Seres, kendali atas pasokan baterai menjadi keunggulan kompetitif di tengah ketatnya persaingan EV China.

Sementara itu, dinamika di internal ekosistem Seres turut menjadi latar. Aito, brand yang sebelumnya erat dikaitkan dengan Huawei, menghadapi tantangan di Uni Eropa menjelang masuknya mereka ke pasar tersebut pada musim gugur 2027. Situasi ini membuat posisi Aiva sebagai brand baru semakin strategis bagi Seres.

Detail desain roda dan opsi Aiva ME7

Dari sisi regulasi, kehadiran EDR sebagai perlengkapan standar mengikuti ketentuan China yang mewajibkan perekam data peristiwa pada kendaraan baru. Opsi seperti kaliper rem merah dan atap hitam juga mengindikasikan bahwa Aiva ME7 menyasar segmen yang mengutamakan tampilan, bukan sekadar kendaraan listrik fungsional.

Dengan wheelbase 3.050 mm dan panjang hampir 5 meter, Aiva ME7 bersaing di segmen SUV listrik besar. Tenaga 563 hp pada versi dua motor menempatkannya pada kelas performa tinggi, sementara kecepatan puncak 255 km/jam menjadi salah satu yang tertinggi di kategori kendaraan listrik penumpang. Kemampuan penarik 700 kg melengkapi paket sebagai kendaraan keluarga yang bisa digunakan untuk kebutuhan tambahan.

Yang belum terungkap dari filing ini adalah harga, kapasitas baterai dalam kWh, serta jarak tempuh resmi. MIIT umumnya hanya memuat data teknis dasar dan dimensi, sehingga informasi komersial akan menyusul pada peluncuran resmi. Namun, kemunculan di katalog MIIT menegaskan bahwa Aiva ME7 bukan lagi konsep, melainkan produk yang siap diproduksi.

Bagi pasar China, langkah ini memperkuat posisi Seres sebagai pemain yang menguasai rantai pasok baterai melalui kemitraan dengan CATL. Bagi pengamat industri global, Aiva ME7 menjadi tolok ukur sejauh mana model “factory-within-a-factory” mampu mempercepat siklus dari produksi sel baterai hingga instalasi ke kendaraan. Jika model ini sukses, pola kemitraan serupa berpotensi ditiru pemain lain yang ingin mengurangi ketergantungan pada pemasok baterai pihak ketiga.

[IMAGE_EMBED_NOTE]
Gunakan gambar role ‘body’ berikut di lokasi relevan dalam artikel:

  • https://carnewschina.com/wp-content/uploads/2026/10/e59bbee78987-61-e1792144833482-800×451.png (setelah H2 Spesifikasi)
  • https://carnewschina.com/wp-content/uploads/2026/10/e59bbee78987-62-800×660.png (setelah paragraf kapasitas GWh)
  • https://carnewschina.com/wp-content/uploads/2026/10/e59bbee78987-63-800×387.png (setelah paragraf EDR)

Jangan embed gambar role ‘featured’ di body.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.