Telset.id – Sebanyak sembilan dari 10 mobil penumpang terlaris di China pada Agustus 2026 merupakan kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV). Dominasi mobil listrik China ini menegaskan pergeseran pasar otomotif terbesar dunia, di mana tidak ada satu pun mobil bermesin bensin yang mampu menembus posisi 10 besar.
Data tersebut dilaporkan laman Carnewschina, Rabu waktu setempat. Satu-satunya pengecualian dalam daftar itu adalah Fang Cheng Bao Ti7 buatan BYD, yang tersedia dalam varian BEV dan plug-in hybrid (PHEV). Meski demikian, 55 persen penjualan Ti7 berasal dari varian BEV, sehingga tetap menegaskan arah pasar yang condong ke kendaraan listrik.
Posisi mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) dengan peringkat tertinggi ditempati Toyota Corolla. Model itu berada di peringkat ke-13 dengan penjualan 14.675 unit, jauh di bawah para pemimpin pasar yang seluruhnya merupakan kendaraan listrik.
Geely EX2 Memimpin Pasar China
Geely EX2 memimpin pasar secara keseluruhan dengan penjualan 39.651 unit pada Agustus 2026. EX2, yang disebut Xingyuan di China, merupakan hatchback kecil dan menjadi jawaban Geely untuk menyaingi BYD Seagull di China, yang dipasarkan sebagai Dolphin Surf, serta Volkswagen ID. Polo yang akan hadir di Eropa.
Sepanjang 2026 hingga Agustus, Geely EX2 juga memimpin peringkat penjualan sebagai mobil listrik China terlaris dengan total 266.166 unit. Posisi berikutnya ditempati Tesla Model Y dengan 226.931 unit dan Li Auto i6 dengan 152.845 unit.
Pada Agustus, Leapmotor A10 berada di posisi kedua dengan penjualan 30.652 unit, disusul Tesla Model Y di posisi ketiga dengan 29.260 unit. Tesla menjadi satu-satunya produsen yang menempatkan dua model di 10 besar. SUV Model Y berada di posisi ketiga, sedangkan sedan Model 3 menempati posisi keenam dengan penjualan 20.787 unit.
Menariknya, sedan Xiaomi SU7 turun dari posisi keempat pada Juli menjadi posisi ke-10 pada Agustus. Sementara SUV Xiaomi YU7 turun ke posisi ke-19 dengan penjualan 13.635 unit.
Baca Juga:
Model yang Dikenal di Indonesia
SUV jauh lebih populer di China, dengan penjualan sekitar dua kali lipat dibandingkan sedan. Tren ini sejalan dengan selera konsumen di banyak pasar global, termasuk Indonesia, yang cenderung memilih kendaraan dengan ruang kabin lebih lega.
Bagi konsumen Indonesia, sejumlah model dalam daftar 10 mobil terlaris di China tersebut juga sudah dikenal dan dijual di pasar tanah air, seperti Geely EX2, Tesla Model Y, Tesla Model 3, Changan Nevo Q05, dan BYD Dolphin. Kehadiran model-model ini di Indonesia menunjukkan bahwa pasar nasional mulai mengikuti dinamika yang terjadi di China.
Adapun lima model berbasis mesin ICE, termasuk kendaraan hybrid konvensional, masuk dalam 20 besar. Kelimanya adalah Toyota Corolla Cross, Geely Starray, Volkswagen Lavida, Toyota RAV4, dan Geely Monjaro. Volkswagen Lavida menjadi satu-satunya sedan di antara kelima model tersebut.
BYD menempatkan empat model di 20 besar, yakni Atto 2, Song Ultra, Song Pro, dan Sealion 6. Jika Fang Cheng Bao Ti7 turut dihitung, total perwakilan BYD di 20 besar menjadi lima model.
Dominasi kendaraan listrik di China turut menjadi perhatian pelaku industri otomotif global. Sejumlah merek bersiap menghadirkan model listrik untuk bersaing, seperti yang dilakukan Suzuki Siap Lawan melalui Vision e-Sky, serta langkah Ford UEV Siap bersaing di segmen yang sama.
Fenomena ini juga mendorong pemanfaatan kendaraan listrik untuk kebutuhan lain. Sebelumnya, teknologi tersebut bahkan sempat dimanfaatkan ketika Mobil Listrik China difungsikan sebagai sumber listrik darurat saat banjir.
Dengan komposisi 10 besar yang hampir seluruhnya diisi kendaraan listrik, pasar otomotif China pada Agustus 2026 menjadi gambaran nyata percepatan adopsi BEV. Model-model yang sudah hadir di Indonesia pun memberi gambaran bahwa dinamika serupa berpotensi terus berkembang di pasar tanah air.





Komentar
Belum ada komentar.