📑 Daftar Isi

Dongfeng Siap Rilis Baterai Hybrid Solid 350 Wh/kg pada Oktober 2026

Dongfeng Siap Rilis Baterai Hybrid Solid 350 Wh/kg pada Oktober 2026

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Dongfeng Motor Group memastikan jadwal pasti peluncuran baterai in-house berkode 350 Wh/kg yang akan diumumkan pada Oktober 2026. Wakil General Manager Dongfeng, You Zheng, mengonfirmasi bahwa teknologi baterai anyar ini akan debut pada kendaraan listrik produksi massal pada kuartal keempat tahun ini.

Yang menarik dari pengumuman ini bukan hanya agresivitas jadwalnya, melainkan perubahan nomenklatur yang dilakukan Dongfeng. Perusahaan pelat merah asal Wuhan tersebut resmi menghentikan label “solid-state” dan kini menyebut perangkat kerasnya sebagai baterai hybrid solid-liquid.

Langkah ini justru dinilai sebagai sikap pragmatis yang patut diapresiasi. Baterai solid-state murni yang selama ini menjadi primadona laboratorium dikenal sangat sulit diproduksi secara massal. Batas mikroskopis antara elektroda padat dan elektrolit padat cenderung retak, melengkung, dan membangun resistansi internal seiring siklus pengisian daya.

Spesifikasi dan Performa Baterai Hybrid Solid Dongfeng

Dongfeng memilih pendekatan komposit dengan menggabungkan elektrolit padat berbasis oksida dan polimer yang direndam dalam cairan pembawa secukupnya untuk menjaga ion tetap bergerak lancar. Meskipun disebut “hybrid”, teknologi ini sama sekali bukan kompromi karena menawarkan kepadatan energi hingga 350 Wh/kg.

Sebagai perbandingan, baterai lithium iron phosphate (LFP) standar biasanya hanya mampu mencapai 140 hingga 210 Wh/kg. Bahkan kimia baterai kaya nikel kesulitan menembus angka 280 Wh/kg dalam produksi komersial.

Untuk membuktikan ketangguhannya, Dongfeng melakukan uji ekstrem dengan mengendarai prototipe dari Wuhan hingga Mohe, perbatasan utara China yang suhunya rutin turun di bawah -40 derajat Celsius. Hasilnya, baterai ini mampu mempertahankan lebih dari 74 persen kapasitas daya gunanya dalam lebih dari 70 evaluasi cuaca dingin.

Dalam uji keamanan ruang bakar, sel baterai bertahan pada suhu oven 170 derajat Celsius tanpa terbakar atau mengalami thermal runaway, jauh melampaui ambang batas regulasi nasional China sebesar 130 derajat Celsius.

Perjalanan pengembangan teknologi ini dimulai sejak 2018 ketika Dongfeng membentuk tim khusus solid-state. Sistem operasional awal sudah tersedia pada 2019, dan pada akhir 2021 Dongfeng mencatatkan persetujuan jalan regulasi pertama di China untuk mobil penumpang dengan paket semi-solid. Mobil-mobil uji awal tersebut telah menempuh lebih dari 3,2 juta kilometer. Pada Juni 2025, Dongfeng menyelesaikan pembangunan jalur percontohan 0,2 GWh yang mencakup rantai pengembangan lengkap, mulai dari elektroda proprietary, elektrolit komposit, hingga integrasi paket struktural khusus.

Dongfeng bukan satu-satunya pemain yang mengejar teknologi ini. Chery memiliki jadwal serupa dengan rencana menempatkan sel hybrid solid-liquid ke kendaraan produksi sebelum akhir 2026. Merek mewah Hongqi milik FAW Group juga telah memamerkan prototipe operasional. Sementara itu, raksasa manufaktur sel global seperti CATL dan BYD masih berhati-hati dengan target validasi produksi batch kecil pada 2027.

Regulasi global juga mulai berpihak. Pada 21 Agustus, International Electrotechnical Commission secara resmi mengadopsi proposal yang dipimpin China untuk menetapkan standar pengujian internasional terpadu pertama untuk baterai traksi solid-state. Standar ini melibatkan para insinyur dari Prancis, Jepang, dan Korea Selatan dalam satu meja perancangan.

Meski optimisme menguat, perlu ada catatan realistis. Pencapaian produksi Dongfeng pada kuartal keempat masih bersifat uji coba dengan armada demonstrasi terbatas sebanyak 100 kendaraan. Perusahaan menargetkan pengiriman 50.000 kendaraan hybrid-solid selama 2027, namun tantangan antara fasilitas percontohan menuju profitabilitas pasar massal masih sangat curam.

Resistansi antarmuka antar lapisan menjadi isu utama saat ini, dan hasil produksi akan menentukan apakah paket baterai ini akan mengubah kebiasaan perjalanan atau hanya menjadi mainan untuk mobil halo bermodal besar. Adapun sel solid-state murni 100 persen dengan kimia sulfida 500 Wh/kg, Dongfeng tidak memperkirakan viabilitas komersial skala kecil hingga 2030, dengan adopsi mobil keluarga arus utama baru terjadi setelah 2035.

Langkah Dongfeng memberikan solusi jujur setengah langkah hari ini dibandingkan brosur dongeng untuk masa depan. Kimia semi-solid adalah jembatan yang dibutuhkan industri, menawarkan dua kali lipat kekuatan LFP, tahan terhadap badai salju, dan tidak mudah terbakar pada suhu ekstrem. Dongfeng memang bukan perusahaan pertama yang menempuh rute ini, tetapi skala menjadi kunci—jika teknologi ini benar-benar dibawa ke pasar massal, ini akan menjadi momen bersejarah.

Perkembangan baterai hybrid solid ini juga sejalan dengan tren industri otomotif China yang semakin serius mengadopsi teknologi semi-solid. Beberapa produsen lain telah menunjukkan minat serupa, menandakan bahwa transisi dari baterai konvensional menuju solid-state akan melalui fase peralihan yang lebih realistis terlebih dahulu.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.